Pola historis tetap menjadi panduan penting bagi investor dalam memposisikan diri. Di pasar saat ini, optimisme berlebihan tampaknya prematur, karena volatilitas terus membebarkan sentimen.
Memperkuat kewaspadaan ini, sikap bolak-balik Presiden Trump mengenai Ketua Fed berikutnya membuat pasar risiko tegang. Kurangnya kejelasan membebani sentimen, karena keputusan akhir apa pun akan membawa dampak signifikan.
Contohnya: Pada tanggal 16 Januari, Trump sekali lagi membantah laporan tentang penunjukan Kevin Hassett sebagai Ketua Fed, memicu pergerakan risk-off di seluruh saham dan kripto serta mendorong Bitcoin [BTC] turun 1,45%.
Dalam konteks ini, sejarah menyarankan kewaspadaan tetap menjadi pilihan perdagangan yang lebih baik.
Ambil contoh krash Oktober. Penutupan Federal awalnya meredam volatilitas dan memicu pemulihan Bitcoin karena data penting menghilang. Hasilnya? BTC terperosok dan merosot 30% pada pertengahan November karena ketidakpastian pemotongan suku bunga muncul kembali.
Sekarang, dengan volatilitas seputar pilihan Ketua Fed berikutnya Presiden Trump, ketidakpastian sedang membangun sementara pasar tetap terpecah mengenai pergerakan suku bunga FOMC yang akan datang. Dalam pengaturan ini, pasar derivatif yang mendingin masuk akal.
Meski demikian, pasar opsi Bitcoin menunjukkan optimisme baru. Namun, dengan volatilitas yang masih tinggi, pertanyaannya adalah: Apakah kita menuju ke krash sesaat lainnya, atau apakah investor telah belajar berdagang melalui FUD?
Trader Bitcoin menavigasi volatilitas makro tanpa panik
Sebuah divergensi kunci sedang terbentuk dalam posisioning Bitcoin.
Terlepas dari FUD makro, tekanan HODLing menjaga investor tetap stabil. Seperti yang dicatat oleh seorang analis terkemuka, paus BTC dari perdagangan Desember, dengan basis biaya $90k–$92k, tidak menyerah bahkan saat berada dalam kondisi rug.
Sementara itu, permintaan institusional masih kuat, dengan Strategy (MSTR) terus mengencangkan pasokan yang tersedia. Dalam konteks ini, “call” skew dalam opsi Bitcoin terlihat strategis, dengan rasio put/call turun 10% menjadi 0,71.
Untuk memberikan perspektif, rasio put/call 0,71 berarti bahwa dari setiap 100 opsi, 71 adalah call (taruhan pada kenaikan harga). Dalam praktiknya, ini mencerminkan posisioning bullish “baru”, dengan lebih banyak trader yang memilih call daripada put.
Secara keseluruhan, posisioning Bitcoin saat ini menunjukkan optimisme yang hati-hati.
Menurut AMBCrypto, selama posisioning ini bertahan, ini menegaskan pasar di mana HODLing lebih penting daripada kapitalisasi, menandai divergensi kunci dalam perilaku investor dan mendorong dorongan Bitcoin menuju $100k.
Pemikiran Akhir
- Terlepas dari FUD makro dan ketidakpastian Fed, tekanan HODLing dan pembelian call yang baru menunjukkan trader cenderung bullish daripada menyerah.
- Permintaan institusional dan aktivitas paus, dikombinasikan dengan rasio put/call 0,71, menyoroti sentimen pasar yang mendukung dorongan Bitcoin menuju $100k.






