Penulis: Claude, Deep Tide TechFlow
Panduan Deep Tide: Pada 25 Agustus, 39 asosiasi bank negara bagian di Amerika Serikat secara bersama-sama mengumumkan pembentukan BankChain Alliance (Aliansi BankChain), dengan rencana membangun jaringan blockchain yang dimiliki, dirancang, dan dikelola oleh industri perbankan, menargetkan peluncuran resmi pada tahun 2027. Jaringan ini akan mendukung setoran yang di-tokenisasi (tokenized deposits), stablecoin yang diterbitkan bank, pembayaran cerdas (smart payment), dan penyelesaian otomatis (automatic settlement). Tujuan intinya adalah memungkinkan bank memberikan layanan di atas rantai (on-chain) sambil menghindari aliran klien dan setoran ke penerbit stablecoin eksternal.

Sistem perbankan Amerika Serikat secara aktif merangkul blockchain, tetapi dengan cara yang berbeda dari yang diprediksi pasar sebelumnya.
Pada 25 Agustus, 39 asosiasi bank negara bagian bersama-sama mengumumkan pembentukan BankChain Alliance. Aliansi ini akan mengembangkan jaringan blockchain yang "dimiliki industri, dirancang industri, dikelola industri", dengan target diluncurkan pada 2027. Saat ini, aliansi sedang memilih mitra teknologi dan menekankan bahwa jaringan ini akan dapat beroperasi secara interoperable dengan blockchain lainnya.
Meliputi 3283 Bank, Aset 21,8 Triliun Dollar AS
Berdasarkan situs web aliansi dan pernyataan resmi, 39 asosiasi bank negara bagian yang berpartisipasi mewakili sekitar 3.283 bank, dengan total aset yang dikelola mencapai 21,8 triliun dollar AS (data per 31 Maret 2026, FDIC Call Report).
Ketua sementara dijabat oleh Presiden dan CEO Florida Bankers Association sekaligus mantan Kepala Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) Kathy Kraninger. Dalam pernyataannya, ia mengatakan: "Ini tentang berbagai ukuran bank membangun masa depan mereka bersama." Ia menekankan akan membangun jaringan yang "aman, teregulasi, dibangun dan dimiliki oleh industri", yang memungkinkan bank dengan berbagai ukuran untuk terus melayani klien dengan aman dan efisien di daerah perkotaan dan pedesaan.
Fungsi Inti: Setoran yang Di-tokenisasi dan Stablecoin Milik Bank
Arah layanan yang secara jelas disebutkan oleh aliansi meliputi:
- Alat pembayaran cerdas (smart payment tools)
- Setoran yang di-tokenisasi (tokenized deposits)
- Stablecoin yang diterbitkan bank (bank-issued stablecoins)
- Penyelesaian otomatis (automatic settlement)
Di antara ini, setoran yang di-tokenisasi diposisikan sebagai "kembaran digital" (digital twin) dari setoran bank tradisional. Dana tetap berada di dalam buku besar bank, dilindungi oleh regulasi perbankan yang ada dan FDIC, tetapi dapat memungkinkan transfer dan penyelesaian yang lebih cepat di antara institusi yang berpartisipasi.
Stablecoin milik bank sendiri dipandang oleh pihak luar sebagai respons langsung terhadap produk dari penerbit eksternal seperti Circle dan Tether. Berbeda dengan stablecoin arus utama saat ini, stablecoin jenis ini diterbitkan oleh bank Amerika Serikat yang teregulasi dan didukung oleh setoran aktual.
Latar Belakang: Kekhawatiran Bank terhadap Arus Keluar Setoran
Langkah ini terjadi di tengah kerangka regulasi stablecoin AS yang secara bertahap diterapkan dan ekspansi berkelanjutan skala stablecoin eksternal. Selama setahun terakhir, industri perbankan dan industri kripto telah terlibat dalam beberapa putaran permainan di Washington seputar aturan stablecoin. Pihak perbankan berulang kali menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan aliran klien dan setoran ke produk stablecoin di atas rantai.
Pembentukan BankChain Alliance dipandang sebagai tindakan kolektif industri perbankan untuk mencoba memasukkan "kemampuan di atas rantai" ke dalam batas regulasi mereka sendiri. Dengan membangun jaringan blockchain bersifat izin (permissioned) mereka sendiri, bank berharap dapat terus menahan dana klien dalam sistem perbankan sambil menyediakan layanan pembayaran dan penyelesaian yang modern.
Saat ini, aliansi belum mengumumkan mitra teknologi akhir, juga belum memberikan jadwal peluncuran yang lebih tepat. Jaringan dirancang untuk dapat dioperasikan secara interoperable dengan rantai lainnya, dan mengundang bank di seluruh negeri untuk berpartisipasi dalam kepemilikan.
Apakah langkah ini secara efektif dapat mengubah lanskap pasar stablecoin, masih tergantung pada implementasi teknologi selanjutnya, koordinasi regulasi, serta kecepatan adopsi aktual oleh bank.





