TON Foundation telah mengonfirmasi bahwa jembatan (bridge) legacy mereka akan dinonaktifkan secara permanen pada 1 September, menetapkan batas waktu bagi pengguna yang memegang wrapped TON dan aset jembatan terkait untuk memindahkan kembali ke bentuk native.
Penutupan ini mempengaruhi bridge-v3.ton.org, menurut materi TON. Pengguna yang memegang Wrapped TON sebagai token ERC-20 di Ethereum atau BNB Chain, atau j-token seperti jUSDT di TON, perlu memindahkan aset kembali melalui jembatan sebelum batas waktu untuk menghindari kehilangan akses.
Ini adalah transisi infrastruktur yang direncanakan.
Hal ini tidak boleh digambarkan sebagai exploit, shutdown darurat, atau kegagalan keamanan kecuali sumber resmi menyatakan sebaliknya.
TL;DR
- Jembatan legacy TON akan dinonaktifkan pada 1 September.
- Pengguna Wrapped TON dan j-token perlu memindahkan aset kembali sebelum batas waktu.
- Penutupan ini direncanakan dan tidak boleh digambarkan sebagai peretasan (hack).
Mengapa Penutupan Jembatan Penting
Jembatan adalah salah satu bagian infrastruktur kripto yang paling sensitif.
Mereka menghubungkan aset melintasi rantai (chain), tetapi juga menciptakan risiko operasional. Jika sebuah jembatan tidak lagi digunakan atau ditutup, pengguna memerlukan instruksi yang jelas dan waktu yang cukup untuk memindahkan dana.
Melewatkan batas waktu bisa menjadi mahal.
Token yang bergantung pada sebuah jembatan mungkin menjadi sulit untuk ditebus atau dipindahkan jika pengguna tidak bertindak sebelum penonaktifan. Itulah mengapa pemberitahuan penutupan jembatan penting bahkan ketika tidak ada yang diretas.
Mereka adalah peristiwa risiko praktis bagi pengguna.
Aset "Wrapped" Perlu Perhatian Khusus
Wrapped TON di Ethereum atau BNB Chain tidak sama dengan TON native.
Token "wrapped" biasanya bergantung pada infrastruktur jembatan yang mengunci atau mempertanggungjawabkan aset native sambil mengeluarkan representasi di rantai lain. Jika jembatan itu akan dinonaktifkan, pengguna perlu membuka posisi wrapped melalui rute yang benar.
Logika yang sama berlaku untuk j-token di TON.
Pengguna harus mengikuti instruksi resmi, menggunakan antarmuka jembatan yang benar, dan menghindari tautan tidak resmi atau upaya phishing. Periode transisi jembatan sering menarik penipu karena pengguna sudah berharap untuk memindahkan aset.
Direncanakan Tidak Berarti Tidak Penting
Penutupan yang direncanakan tetap dapat menciptakan risiko.
Risikonya belum tentu kegagalan teknis. Ini adalah risiko koordinasi pengguna. Beberapa pemegang mungkin tidak melihat pengumuman. Beberapa mungkin menunggu terlalu lama. Beberapa mungkin menggunakan antarmuka yang salah. Beberapa mungkin salah paham aset mana yang terdampak.
Itulah mengapa batas waktu 1 September itu penting.
Ekosistem TON membutuhkan pengguna untuk bertindak sebelum infrastruktur legacy dinonaktifkan.
Mengapa Jaringan Menonaktifkan Jembatan
Protokol dapat menutup jembatan lama karena berbagai alasan.
Sebuah jembatan mungkin digantikan oleh infrastruktur yang lebih baru, menjadi mahal untuk dipelihara, tidak lagi sesuai dengan peta jalan ekosistem, atau membawa risiko legacy yang tidak ingin didukung lagi oleh yayasan. Menonaktifkan infrastruktur lama bisa menjadi sehat jika prosesnya dikomunikasikan dengan jelas.
Kuncinya adalah migrasi.
Pengguna membutuhkan waktu yang cukup dan instruksi yang sederhana untuk memindahkan aset dengan aman.
Apa yang Selanjutnya
Tonggak sejarah berikutnya adalah batas waktu 1 September.
Sampai saat itu, pemegang wrapped TON dan j-token harus mengonfirmasi apakah mereka terdampak dan menggunakan saluran resmi TON untuk memindahkan aset kembali. Setelah batas waktu, akses mungkin menjadi terbatas atau tidak mungkin melalui rute legacy.
Bagi TON, penutupan ini adalah bagian dari pembersihan infrastruktur.
Bagi pengguna, ini adalah batas waktu yang tidak boleh diabaikan.
Artikel ini didasarkan pada materi TON Foundation mengenai penonaktifan jembatan legacy.
Artikel ini ditulis oleh News Desk dan disunting oleh Samuel Rae.





