Senator Republik Roger Marshall berencana menunda amendemen biaya gesek kartu kredit yang diusulkannya sementara Komite Pertanian Senat bersiap untuk pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang signifikan. Para legislator bertekad menjaga ruang lingkup RUU pada regulasi aset digital ketimbang konflik sektor keuangan. Laporan menunjukkan Marshall secara privat setuju untuk mundur setelah muncul kekhawatiran bahwa amendemen ini dapat mengganggu momentum RUU.
Marshall awalnya mengajukan proposal untuk meningkatkan persaingan sekitar biaya jaringan kartu. Namun, negosiator khawatir langkah ini akan memicu perlawanan dari lembaga keuangan dan mengalihkan perhatian dari kebijakan kripto. Pergeseran ini terjadi ketika Washington mengintensifkan debat seputar kerangka kerja aset digital, topik yang baru-baru ini disorot dalam pemberitaan tentang debat kerangka pengawasan kripto anggota parlemen AS dan regulasi stablecoin yang mendapatkan daya tarik di Kongres.
Keterlambatan Cuaca dan Waktu Politik
Komite Pertanian Senat telah menetapkan pembahasan untuk akhir Januari namun kemudian menjadwal ulang ke awal Februari karena badai musim dingin parah yang mempengaruhi operasi di Washington. Namun, kondisi cuaca hanya satu faktor keterlambatan. Faktor penting lainnya adalah waktu politik RUU. Komite Pertanian dan Perbankan Senat masih memodifikasi jadwal mereka dalam upaya mendapatkan dukungan bipartisan.
Para legislator menyadari bahwa jika RUU mencakup amendemen yang kontroversial, hal ini dapat mengganggu proses bipartisan. Karenanya, mereka kini fokus pada stabilitas dan kemajuan daripada memperluas cakupan RUU.
Strategi Gedung Putih dan Partai
Perwakilan dari Gedung Putih telah terlibat dalam negosiasi mengenai waktu pembahasan RUU. Mereka berusaha memastikan RUU lolos tanpa amendemen yang mungkin mengalihkan perhatian dari kripto. Strategis partai juga mempertimbangkan kalender pemilu.
Partai Republik ingin meraih kemenangan kebijakan sebelum pemilu mendatang, sementara Partai Demokrat mendorong bahasa etika dan perlindungan konsumen yang lebih kuat.
Beberapa Demokrat mendukung bahasa biaya-gesek Marshall, namun beberapa Republik menentangnya. Mereka berargumen amendemen akan memicu pertarungan baru antara bank dan retailer. Sengketa itu dapat mengaburkan ketentuan inti kripto dan menghentikan kemajuan.
Fokus Kembali ke Pengawasan Inti Kripto
Versi RUU Komite Pertanian Senat berisi ketentuan untuk melindungi pengembang perangkat lunak dan membedakan antara komoditas dan sekuritas. Namun, Komite Perbankan Senat belum menetapkan tanggal untuk pembahasan RUU-nya. Para ahli melacak perkembangan melalui sumber resmi seperti Komite Pertanian Senat AS dan Komite Perbankan Senat AS, di mana pembaruan prosedural menentukan masa depan RUU.
Para ahli mencatat bahwa RUU kripto sedang berproses dalam lingkungan legislatif yang padat. Anggota Kongres sedang menangani tenggat waktu pendanaan, kebijakan ekonomi, dan politik pemilu. Setiap perubahan fokus dapat mengubah agenda komite. Dengan demikian, preferensi saat ini adalah RUU bersih yang tidak mengandung ketentuan kontroversial.
Jeda Strategis, Bukan Mundur
Tindakan Marshall adalah bagian dari pendekatan ini. Dia mengambil langkah mundur untuk memungkinkan pemimpin mempertahankan perhatian pada struktur pasar aset digital daripada reformasi jaringan kartu. Negosiator percaya langkah ini meningkatkan peluang persetujuan komite dan debat akhir di Senat.
Regulasi kripto tetap menjadi target bergerak di Washington. Meski demikian, para pembuat undang-undang terus menyempurnakan proposal dan merundingkan kompromi. Untuk saat ini, para pemimpin mendorong RUU maju tanpa pengendara kebijakan yang berisiko memperlambat kemajuan.
Berita Kripto yang Disorot:
Debanking Kripto Menguat di UK Saat 40% Transaksi Exchange Hadapi Blokir Bank





