Penelitian baru mengkonfirmasi kecurigaan banyak pengguna cryptocurrency: sebagian besar saran keuangan di media sosial tidak efektif, dan beberapa postingan bahkan tidak etis.
Para peneliti dari Queen Mary University of London menganalisis hampir 2,500 influencer di Instagram, TikTok, dan YouTube*, serta mensurvei lebih dari 4,200 orang dewasa di Inggris. Hasilnya sebagai berikut:
- Hampir 90% dari semua postingan influencer mengandung lebih banyak aspek negatif daripada positif, termasuk sumber informasi yang tidak berkualitas dan analisis keuangan yang lemah.
- Hanya 8-9% postingan yang mengungkapkan keahlian finansial nyata dari penulisnya.
- Hanya 12-13% yang mengandung pernyataan penyangkalan apa pun.
- Dua dari lima orang dewasa di Inggris menyatakan bahwa mereka menggunakan media sosial untuk mendapatkan nasihat keuangan, dibandingkan dengan sekitar satu dari sepuluh orang yang berkonsultasi dengan profesional berlisensi.
Analis dari perusahaan Chainalysis melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda:
- Pada tahun 2024, sebanyak 2,063,519 token diluncurkan.
- 873,957 di antaranya terdaftar di bursa terdesentralisasi.
- Chainalysis menandai 74,037 token yang diluncurkan pada tahun 2024 sebagai kemungkinan skema 'pump and dump'.
- Sekitar 94% kasus, dompet yang membuat pool likuiditas juga yang melakukan dump (menjual aset).
Durasi rata-rata skema yang mencurigakan adalah 6,23 hari. Skema 'pump and dump' yang diduga (median) tidak bertahan sehari penuh, menunjukkan bahwa sebagian besar token dijual segera setelah diluncurkan.
Pada April 2026, operasi yang dilakukan oleh Otoritas Regulasi dan Pengawasan Keuangan Inggris (FCA) dengan partisipasi 17 regulator dari seluruh dunia, secara langsung menangani masalah ini:
- 120 akun influencer keuangan ditandai untuk dihapus.
- Akun-akun ini bertanggung jawab atas 1,267 iklan keuangan ilegal.
- Iklan-iklan tersebut menjangkau setidaknya 2,338,372 akun di Inggris.
- 66% dari iklan-iklan ini ditempatkan oleh individu atau perusahaan yang sudah masuk dalam daftar peringatan FCA.
* Perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh korporasi Meta diakui sebagai organisasi ekstremis di wilayah Rusia dan dilarang.
end-content




