Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menggunakan pidato kunci di Consensus 2026 di Miami pada hari Rabu untuk berargumen bahwa fase berikutnya crypto tidak akan dimenangkan oleh rantai, token, atau dompet terisolasi lainnya. Sang pendiri Cardano mengatakan industri ini harus membuat penyimpanan mandiri (self-custody), identitas, privasi, dan akses multi-rantai cukup sederhana untuk pengguna arus utama tanpa menyerahkan kembali kendali kepada perantara terpusat.
Hoskinson merumuskan masalah tersebut dengan blak-blakan: crypto masih meminta pengguna untuk mengelola frase benih (seed phrases), menelusuri bursa (exchanges), menunggu penarikan, memilih antar jaringan, menghindari aplikasi palsu, dan memahami risiko DeFi sebelum mereka dapat melakukan sesuatu yang berguna. Itu, katanya, tetap menjadi penghalang inti untuk membawa "beberapa miliar orang berikutnya" ke dalam industri.
"Masalah nomor satu yang dikatakan orang lagi dan lagi dan lagi ketika mereka memikirkan cryptocurrency, apakah Anda pengguna berpengalaman yang sudah lama berkecimpung di industri atau Anda benar-benar baru, Anda pernah mendengar tentang industri ini adalah, 'Saya akan mengacaukannya. Sisi keamanan,' kata Hoskinson. "Itulah pengalaman pengguna (user experience) di tahun 2026. Apakah itu masuk akal bagi Anda? Apakah ini seperti produk yang ingin Anda gunakan?"
Pendiri Cardano Targetkan Masalah UX Crypto
Jawabannya bukanlah meninggalkan prinsip-prinsip asli crypto, tetapi membuatnya dapat digunakan. Hoskinson membandingkan pengalaman crypto saat ini dengan produk Web2 seperti Google Wallet, yang katanya memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna dan melatih konsumen untuk mengharapkan penyiapan satu klik, pemulihan, dan akses seluler yang mulus. Menurutnya, crypto tidak bisa terus bersikeras bahwa dirinya "berbeda" jika pengalaman produknya tetap terlalu menyiksa bagi pengguna biasa.
Salah satu tema sentral pidato kunci tersebut adalah abstraksi. Hoskinson memberikan penghargaan kepada Ethereum karena memajukan standar abstraksi akun (account abstraction) dan abstraksi rantai (chain abstraction), dengan argumen bahwa upaya-upaya ini menjadi perlu karena lingkungan layer-2 yang terfragmentasi menciptakan pengalaman pengguna yang buruk. Ia juga menunjuk Near Protocol sebagai contoh memasukkan ide-ide tersebut di tingkat protokol, mengutip $71 juta biaya transaksi dalam setahun dan miliaran dolar yang diperdagangkan melalui Near intents.
Tetapi Hoskinson memperingatkan bahwa abstraksi membawa pertukaran (tradeoff). Ketika pengguna mendelegasikan kompleksitas kepada pihak ketiga, pihak-pihak tersebut seringkali mendapatkan visibilitas atas aset, transaksi, preferensi, identitas, dan data bisnis. Agar crypto dapat berkembang tanpa mengulangi model pengawasan (surveillance) Web2, menurutnya, abstraksi harus dipasangkan dengan privasi.
"Ketika Anda mengabstraksi sesuatu, Anda mendelegasikannya kepada orang. Anda percaya kepada orang. Anda memberikan mereka sesuatu untuk dilakukan atas nama Anda di tempat lain," katanya. "Anda tidak perlu khawatir tentang pengerjaannya, tetapi ketika mereka mengerjakannya, mereka mengenal Anda. Mereka tahu apa yang Anda beli. Mereka tahu di mana Anda berada."
Argumen itu mengarah pada penawaran Hoskinson untuk Midnight Passport, sebuah kerangka kerja yang digambarkannya sebagai gabungan dari manajemen kunci asli seluler, pemulihan, identitas berdaulat mandiri (self-sovereign identity), pengungkapan selektif (selective disclosure), kredensial dompet, layanan nama, dan tanda tangan multi-rantai. Gagasannya, menurut Hoskinson, adalah membiarkan pengguna memindai kode QR, mengandalkan perangkat keras eksekusi tepercaya (trusted execution hardware) yang sudah dibangun ke dalam ponsel, mengenkripsi data off-chain di sisi klien (client-side), dan membuat dompet di berbagai jaringan seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP.
"Saya tidak peduli jaringan apa yang ingin Anda gunakan. Saya tidak peduli aset apa yang ingin Anda miliki," kata Hoskinson. "Saya ingin Anda mengendalikan aset-aset itu. Saya ingin Anda menyimpan aset-aset itu. Saya ingin Anda mengendalikan identitas dan data Anda."
Pidato kunci tersebut juga membahas tentang agen AI, yang digambarkan Hoskinson sebagai kekuatan yang akan datang yang dapat membentuk kembali perdagangan internet dan penggunaan crypto. Ia berargumen bahwa agen pada akhirnya mungkin menangani sebagian besar pencarian, transaksi, dan aktivitas online, sementara manusia berinteraksi dengan "internet manusia" yang lebih kecil. Untuk crypto, hal itu menimbulkan pertanyaan praktis: jika pengguna tidak dapat dengan aman mengevaluasi protokol DeFi, pihak lawan (counterparties), atau risiko sendiri, sistem AI mungkin menjadi lapisan yang melakukan uji tuntas (diligence) dan eksekusi.
Mengapa agen AI dan blockchain membutuhkan privasi.
Pidato kunci lengkap @IOHK_Charles.
Yuk bangun di Midnight! pic.twitter.com/XRqz4umgQB
— Stake with Pride 🌈 Midnight + Cardano (@StakeWithPride) 6 Mei 2026
Hoskinson mengatakan hal ini membuat privasi semakin penting, karena agen yang efektif membutuhkan konteks pribadi yang mendalam. Midnight Passport, katanya, sedang dikembangkan tidak hanya untuk orang tetapi juga untuk agen, memungkinkan aturan ditetapkan seputar identitas, akses data, dan eksekusi.
Pada waktu pers dirilis, Cardano diperdagangkan pada $0,2689.







