Lagu Baru Zhou Shen "Yue Zhi Ji" Dirilis: Secara Eksplisit Mencantumkan Larangan untuk Pelatihan AI dan Peniruan Suara

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-04-02Terakhir diperbarui pada 2026-04-02

Abstrak

Pada 1 April, penyanyi Tiongkok Zhou Shen merilis lagu tema "Yue Zhi Ji" untuk drama fantasi periode "Yue Lin Qi Ji", dengan mencantumkan pernyataan hak cipta eksplisit "Dilarang digunakan untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI)" dalam intro lirik dan partitur. Ini menjadi kasus pertama di Tiongkok yang menetapkan batasan hak cipta terhadap teknologi AI sejak rilis karya, menandai babak baru perlindungan hak suara dan kedaulatan kreatif musisi di era digital. Pernyataan tersebut secara rinci melarang penggunaan atau publikasi dalam bentuk apapun (termasuk cover, rekaman ulang, remix) tanpa izin tertulis pemegang hak cipta, serta secara khusus melarang penggunaan karya untuk pelatihan, peniruan, pembelajaran, atau generasi AI. Langkah ini merespons maraknya fenomena "kloning suara AI" dan "cuci lagu algoritmik" di industri. Zhou Shen sebelumnya telah menyoroti pentingnya emosi manusia dalam seni vokal yang tidak dapat direplikasi oleh AI. Di tahun 2026 ketika musik AI memasuki eksplorasi komersial, deklarasi ini tidak hanya membangun pertahanan teknis untuk suara orisinal, tetapi juga menyediakan standar legalitas otorisasi data pelatihan AI. Pakar industri meyakini praktik ini akan mempermudah pembuktian pelanggaran hak cipta. Dengan teladan dari artis ternama, industri musik mempercepat pembentukan konsensus hukum tentang batas kolaborasi manusia-AI, menegaskan kembali bahwa emosi manusia yang tak tergantikan tetap menjadi inti dari penciptaan seni.

Pada 1 April, penyanyi ternama Zhou Shen merilis lagu tema "Yue Zhi Ji" untuk drama fantasi kostum kuno "Yue Lin Qi Ji", dengan mencantumkan pernyataan hak cipta "Dilarang untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI)" dalam intro lagu dan halaman lirik. Langkah ini menjadi kasus pertama di Tiongkok yang menetapkan batasan hak cipta terhadap teknologi AI sejak rilis karya, menandakan perlindungan hak suara dan kedaulatan kreatif musisi telah memasuki tahap baru "pertahanan digital".

Pernyataan tersebut secara rinci menetapkan: tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta, dilarang keras menggunakan atau mempublikasikan dengan cara apa pun (termasuk menyanyikan ulang, merekam ulang, remix, dll); tanpa otorisasi, karya dilarang keras digunakan untuk pelatihan AI, peniruan, pembelajaran, generasi, dan aktivitas lainnya. Langkah ini langsung merespons fenomena "kloning suara AI" dan "pencucian lagu algoritmik" yang semakin marak dalam industri. Zhou Shen sebelumnya telah berulang kali menyampaikan pandangan rasional terhadap teknologi AI di acara publik, menekankan bahwa meskipun AI dapat mencapai presisi yang sangat akurat melalui algoritma, namun tidak dapat mereplikasi "emosi hidup" dan jiwa seni yang ditempa melalui proses berulang dalam bernyanyi.

Pada tahun 2026 ketika musik AI memasuki eksplorasi komersial, pernyataan "keras" ini tidak hanya membangun firewall teknis untuk suara orisinal, tetapi juga menyediakan paradigma standar untuk menyelesaikan legalitas otorisasi data pelatihan AI. Para ahli industri berpendapat bahwa praktik mengunci niat pelanggaran dari sumber karya ini akan secara signifikan menurunkan ambang batas pembuktian dalam penegakan hak cipta selanjutnya. Dengan teladan dari seniman ternama, industri musik sedang mempercepat pembangunan konsensus hukum tentang batas kolaborasi manusia-mesin, menegaskan kembali bahwa dalam gelombang teknologi yang melaju kencang, emosi manusia yang tak tergantikan tetap menjadi parit pertahanan inti dari penciptaan seni.

Pertanyaan Terkait

QApa yang dilakukan Zhou Shen dengan lagu barunya 'Yue Zhi Ji' terkait dengan pelatihan AI?

AZhou Shen mencantumkan pernyataan hak cipta yang melarang penggunaan lagu 'Yue Zhi Ji' untuk pelatihan, peniruan, pembelajaran, atau generasi kecerdasan buatan (AI) tanpa izin tertulis.

QMengapa Zhou Shen melarang penggunaan lagunya untuk pelatihan AI?

ADia menyatakan bahwa meskipun AI dapat mencapai presisi melalui algoritma, teknologi ini tidak dapat mereplikasi 'emosi hidup' dan jiwa seni yang dihaluskan melalui proses bernyanyi manusia.

QApa signifikansi dari pernyataan hak cipta dalam lagu 'Yue Zhi Ji'?

AIni merupakan contoh pertama di Tiongkok yang menetapkan batasan hak cipta secara eksplisit terhadap teknologi AI sejak rilis karya, menandai dimulainya fase baru 'pertahanan digital' untuk melindungi hak suara dan kedaulatan kreatif.

QApa dampak yang diharapkan dari larangan ini terhadap industri musik?

ALarangan ini diharapkan dapat membangun konsensus hukum tentang batas kolaborasi manusia-AI, menegaskan kembali bahwa emosi manusia yang tidak tergantikan adalah inti dari penciptaan seni.

QBagaimana pernyataan ini mempengaruhi pembuktian pelanggaran hak cipta di masa depan?

ADengan mengunci maksud pelanggaran dari sumbernya, pernyataan ini akan secara signifikan menurunkan ambang batas pembuktian dalam proses penegakan hak cipta di kemudian hari.

Bacaan Terkait

Trading

Spot
Futures
活动图片