AI Menjatuhkan Intel, AI Juga Menyelamatkan Intel
Intel, raksasa semikonduktor yang pernah mendominasi era PC, mengalami masa sulit dengan kehilangan 60% nilai pasar pada 2024, dipecat dari indeks Dow Jones, dan pergantian tiga CEO dalam lima tahun. Penyebabnya adalah ketergantungan pada CPU dan melewatkan pergeseran ke mobile serta AI training yang didominasi GPU NVIDIA.
Di bawah kepemimpinan CEO baru Charles Tanoto (陈立武) pada 2025, Intel melakukan transformasi dengan:
1. Efisiensi biaya dan fokus ulang pada bisnis inti
2. Meningkatkan hasil produksi chip (yield) di divisi foundry
3. Membuka kolaborasi strategis dengan mantan rival seperti NVIDIA (investasi $5 miliar), Google (order Xeon 6), dan Elon Musk (proyek Terafab).
Perubahan kunci datang dari pergeseran industri AI dari *training* ke *inference* dan *Agent*, di mana CPU kembali vital untuk mengelola tugas dan penjadwalan. Kuartal I 2026 membawa kabar baik dengan pendapatan $13.6 miliar (+7%) dan laba non-GAAP melonjak 156%.
Intel belum sepenuhnya pulih, tetapi telah menemukan peluang baru di era AI sebagai pusat pengaturan tugas, menunjukkan bahwa gelombang teknologi bisa menjatuhkan sekaligus menyelamatkan perusahaan yang sama.
marsbit04/25 01:39