Setelah OpenClaw Tur China, Kami Mewawancarai Sekelompok 'Pemburu Lobster'
OpenClaw, proyek AI otomatisasi yang dijuluki "lobster", telah melampaui React sebagai proyek dengan bintang terbanyak di GitHub pada 2 Maret, memicu gelombang antusiasme global. Dalam dua bulan, proyek ini menjadi pusat perbincangan, mendorong banyak orang untuk mencoba memanfaatkannya dalam berbagai tujuan.
Aktivitas offline "Web4.0 China Tour" yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh seperti Jianping Kong dari Nano Labs dan Justin Sun dari TRON menarik banyak peserta, mencerminkan kecemasan kolektif terhadap AI. Acara ini menunjukkan bahwa AI telah merambah ke kehidupan nyata, dengan peserta dari berbagai usia dan latar belakang, termasuk anak muda hingga orang tua.
Meskipun ada kekhawatiran AI akan menggantikan pekerjaan, banyak peserta berpendapat bahwa AI justru menciptakan peluang baru dan mengubah struktur pekerjaan, bukan menggantikan manusia sepenuhnya. Laporan Anthropic mengungkapkan bahwa pekerjaan seperti programmer, pengacara, dan senjustru lebih terpengaruh, sementara pekerjaan fisik seperti buruh bangunan lebih aman.
OpenClaw juga dilihat memiliki potensi sinergi dengan cryptocurrency, sebagai alat pertukaran nilai untuk agen AI, meskipun pendirinya menyarankan untuk menjauhi crypto. Namun, minat terhadap pembayaran Bitcoin tetap tinggi.
Kesimpulannya, penting untuk fokus pada pemanfaatan AI yang efektif, bukan sekadar mengikuti tren. Banyak pengguna masih kesulitan mengoperasikan OpenClaw, leading to potensi risiko keamanan. Kunci utama adalah menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah secara nyata, bukan hanya memiliki akses ke teknologi tersebut.
marsbit03/07 03:19