Miliaran IPO Akan Terjadi pada 2026, Tapi 'Unicorn Kecil' Sudah Runtuh
Ringkasan: Pasar IPO teknologi mengalami "pertunjukan es dan api" pada 2025. Di satu sisi, banyak perusahaan rintisan (startup) seperti Figma, Klarna, StubHub, dan Navan mengalami penurunan harga saham drastis pasca-IPO, dengan valuasi menguap miliaran dolar. Hanya sedikit, seperti Circle, yang bertahan. Sebaliknya, raksasa teknologi seperti SpaceX (menargetkan IPO US$300 miliar dengan valuasi US$1,5 triliun) dan OpenAI (mempersiapkan IPO US$600 miliar dengan valuasi US$1 triliun) memanaskan pasar dengan rencana IPO bersejarah pada 2026.
Pasar sekunder kini sangat selektif: investor hanya berburu aset "wajib milik" (must-have) di segmen unggulan seperti AI dan antariksa, sementara perusahaan dengan valuasi tinggi tetapi profitabilitas rendah dan pertumbuhan melambat ditolak. Aturan main telah berubah: profitabilitas dan ekonomi unit yang sehat menjadi kunci, bukan sekadar cerita pertumbuhan. Banyak perusahaan menunda IPO hingga 2027, menunggu sentimen pasar yang lebih baik.
marsbit01/06 01:45