2026-08-02 Minggu

Berita Kripto - Halaman 102

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Apakah Gelombang Jual Saham Teknologi yang Paling Cepat dan Paling Dalam dalam Sejarah Sudah Mendekati Akhir?

Sumber: Wall Street News Aksi jual saham teknologi (faktor momentum/TMT MoMo) sedang mengalami keruntuhan tercepat dan terdalam dalam sejarah, anjlok 40% dari puncaknya hanya dalam 17 hari perdagangan. Penurunan ini bahkan lebih parah dari rata-rata historis, mempengaruhi semikonduktor, dana lindung nilai, hingga pasar kredit. Menurut analis seperti Mark Wilson dari Goldman Sachs, penjualan brutal ini lebih didorong oleh faktor teknis seperti posisi yang terlalu padat dan leverage tinggi, bukan memburuknya fundamental ekonomi atau laba perusahaan. Data fundamental justru kuat: pinjaman korporat AS tumbuh 17%, TSMC meningkatkan panduan pendapatan 2026, dan inflasi lebih rendah dari perkiraan. Namun, ketegangan di bawah permukaan tinggi. Volatilitas saham individu sangat ekstrem dibanding indeks, dan posisi dana lindung nilai di faktor momentum masih terlihat padat. Proses deleveraging sudah terjadi, seperti yang terlihat dari banyaknya akun margin yang dilikuidasi di Korea Selatan. Wilson berpendapat proses likuidasi faktor momentum ini **mendekati akhir**, tetapi **katalis untuk pembalikan segera masih kurang** di musim panas ini. Peringatan tetap ada: valuasi sektor teknologi masih tinggi, dan perlambatan pertumbuhan laba (turunan kedua) akan menjadi lebih penting. Arah pasar baru diharapkan muncul seiring ekspansi efisiensi dan kelayakan komersial AI.

marsbit07/19 01:48

Apakah Gelombang Jual Saham Teknologi yang Paling Cepat dan Paling Dalam dalam Sejarah Sudah Mendekati Akhir?

marsbit07/19 01:48

"Cerita Hantu" Baru di Dunia Penyimpanan: Amerika Serikat Akan Merampas Uang?

**Ringkasan Artikel: "Cerita Hantu Baru" di Sektor Penyimpanan: AS Ingin Merampas Uang?** AS menuntut tidak hanya pembangunan pabrik semikonduktor Korea Selatan, tetapi juga pembagian keuntungan. Wakil Perwakilan Dagang AS, Rick Switzer, dilaporkan menyatakan bahwa AS berhak atas bagian dari keuntungan besar SK Hynix dan Samsung Electronics, dengan alasan pembelian besar-besaran oleh perusahaan AS telah mendorong langsung pertumbuhan laba perusahaan chip Korea. Pernyataan ini memicu perhatian luas di Korea Selatan. Latar belakangnya adalah ekspor semikonduktor Korea ke AS melonjak lebih dari 90% pada paruh pertama tahun ini, dengan perusahaan memori Korea menikmati margin keuntungan tinggi dalam rantai pasokan AI global. Laporan penelitian Zhongxin Securities mengingatkan bahwa berdasarkan pengalaman historis (seperti semikonduktor Jepang 1980-an dan panel Taiwan 2000-an), ketika perusahaan asing secara konsisten memperoleh pangsa pasar atau keuntungan tinggi di industri penting, intervensi politik pemerintah AS sering menyusul, mempercepat redistribusi keuntungan industri global. Polanya, keuntungan tinggi yang awalnya dianggap wajar bisa didefinisikan ulang sebagai ancaman bagi daya saing industri AS, memicu tekanan melalui berbagai alat seperti perdagangan dan anti-monopoli. Namun, pada tahap saat ini dengan permintaan AI yang masih kuat, fokus utama kalangan bisnis AS adalah menjamin pasokan memori, bukan menekan harga dan laba perusahaan Korea. Tekanan politik sistematis belum terbentuk. Risiko utama akan muncul jika kenaikan harga memori mulai memeras laba dan pengembalian investasi perusahaan AS secara signifikan, sehingga memicu oposisi terbuka dari raksasa teknologi AS dan perubahan kebijakan pemerintah. Pernyataan Rick Switzer mungkin menjadi sinyal awal risiko ini. Bagi SK Hynix dan Samsung, persaingan semikonduktor AS-Korea telah merambah dari lokalisasi manufaktur ke tingkat distribusi keuntungan.

marsbit07/19 01:12

"Cerita Hantu" Baru di Dunia Penyimpanan: Amerika Serikat Akan Merampas Uang?

marsbit07/19 01:12

活动图片