“红包行情”已启动,BTC最近5年内除夕买入后的平均收益率达9.4%

PanewsDipublikasikan tanggal 2023-01-20Terakhir diperbarui pada 2023-01-20

Abstrak

最近20年,A股在春节前后5个交易日的上涨概率均有80%,“红包行情”大概率会贯穿整个春节。那么,加密市场是否同样存在类似的“红包行情”?“红包行情”会持续多久?BTC在春节期间的赚钱效应如何?

声明:本文仅是历史数据的回溯分析,并不构成任何投资建议。

""

春节临近,A股市场已经开启“红包行情”。据报道,截至1月16日,今年两市已有近180只个股累计涨幅超20%,本周上证指数更是跳空高开后轻松突破3200点整数关口,创近期新高。而在加密市场,各类资产同样纷纷打开“上涨模式”,市场总市值已回升至9688.10亿美元,扭转了过去3个月以来的横盘趋势。其中,根据CoinMarketCap的数据,截至1月19日,BTC最近7天的涨幅达到了14.01%,目前,已连续5天站稳20000美元整数关口。

""

Wind数据显示,最近20年,A股在春节前后5个交易日的上涨概率均有80%,“红包行情”大概率会贯穿整个春节。那么,加密市场是否同样存在类似的“红包行情”?“红包行情”会持续多久?BTC在春节期间的赚钱效应如何?

""

为此,PAData回顾了BTC最近5年春节期间的市场数据,同时还回顾了近期热门代币最近3年春节期间的市场数据,统计发现:

""

1)最近5年,BTC在春节期间年年都有“红包行情”,涨幅最小也有5%左右,最大则超过16%。以此推测,今年BTC在春节期间出现“红包行情”的概率也非常大。

""

2)除夕当天买入BTC,此后任意一天卖出的平均收益率最高,达到9.4%。另外,如果在初四前买入,此后任意一天卖出的平均收益率也都能超过6.7%,但如果在初五以后买入,那么此后任意一天卖出的平均收益率就会大幅下跌至2%以下,且亏损的概率会大幅提高。

""

3)“红包行情”下,BTC的日均最大振幅与平时相当,并没有表现是更小的振幅和更高的涨幅。其中,初四、年初十一和年初十二的日均最大振幅都超过了7%,单日波动较大。

""

4)2019年和2020年春节期间,BTC盈利筹码占比的涨幅则都增加了15个百分点左右。在初二到初四期间,盈利筹码占比的增长都比较明显。

""

5)最近3年,10种样本热门资产如果在除夕以开盘价买入,在初六以收盘价卖出的话,平均收益率约为16.79%。如果在除夕以开盘价买入,在年初十四以收盘价卖出的话,平均收益率约为20.01%。但热门资产波动性大,部分资产在春节期间持币仍有亏损。

""

BTC除夕买入后不同周期的平均收益超9%,春节期间仍要警惕单日高波动

""

最近5年,BTC在除夕前7天内(不含除夕当日)涨跌不一。其中,BTC在2018年、2021年和2022年除夕前7天内币价上涨,而在2019年和2020年同期则下跌。如果从上涨趋势出现的次数来看,最近5年,BTC春节前出现“红包行情”的概率为60%,而且节前“红包行情”的力度有下降趋势。今年,BTC在春节前已经开始上涨,截至1月17日的除夕前4天内,涨幅约为6.28%,略高于去年。

""

但是,最近5年,BTC在春节期间(除夕至年初十四)则年年上涨,“红包行情”的涨幅最小也有5%左右。其中,BTC在2018年、2019年、2020年和2022年春节期间的涨幅都超过了10%,最高涨幅超过16.5%。从上涨趋势出现的次数来看,最近5年,BTC春节期间出现“红包行情”的概率为100%,这意味着,以此推测,今年BTC在春节期间出现“红包行情”的概率也非常大。

假如在春节期间买入BTC,那么投资者能在趋势行情下获得多大的“红包”呢?PAData统计了自除夕开始,一直到年初十四,共历时15天的春节假期期间,BTC不同持币周期的收益情况。下图纵向时间表示买入日期,买入价格为当天开盘价,横向时间表示卖出日期,卖出价格为当天收盘价,数值为最近5年同一交易周期的平均理论收益。

""

首先,如果以买入时间为观察标准(横向来看),那么,除夕当天买入BTC,此后任意一天卖出的平均收益率最高,达到9.4%。另外,如果在初四前买入,此后任意一天卖出的平均收益率也都比较高,都能超过6.7%。不过,如果在初五以后买入,那么此后任意一天卖出的平均收益率就会大幅下跌,最高不超过2%,且如果在初七、初九、初十、年初十一买入的话,此后任意一天卖出的平均收益率均为负,也即有很大概率会亏损。

其次,如果以卖出时间为观察标准(纵向来看),那么无论此前哪天买入,在初四当天卖出的平均收益率最高,约为7.3%。另外,无论此前哪天买入,在初五、初六和初八当天卖出的平均收益率也比较高,能达到6.8%左右。

""

最后,如果不以某一买卖日期为观察标准,即将所有时间周期放在一起比较,那么,最近5年平均收益最高的交易模式是,在除夕当天以开盘价买入,在初八当天以收盘价卖出,如此交易的平均收益率约为13.3%。另外,在“除夕——初四”“除夕——初五”“除夕——初六”“除夕——初七”“除夕——初九”“除夕——初十”“除夕——十一”“除夕——十二”“除夕——十三”“除夕——十四”“初一——初八”“初二——初八”这12个交易模式近5年的平均收益率也都超过了10%。但值得注意的是,如果在初六以后买入,那么45种交易模式中有23种近5年的平均收益率都为负,也即亏损的概率达到51%。

""

不过,在春节期间的“红包行情”下,投资者仍要警惕单日高波动造成的风险。根据统计,最近5年春节期间(除夕至年初十四)的日均最大振幅差异较大,2018年和2021年都达到了8.1%左右,而2019年、2020年和2022年则都不到4.5%。

从单日的近5年日均最大振幅来看,春节期间的均值为5.14%。这一水平与PAData过往多次观察到的BTC季度日均最大振幅接近,即“红包行情”下,BTC的一段时间内的日均振幅与平时相当,并没有表现是更小的振幅和更高的涨幅。其中,初四、年初十一和年初十二近5年的日均最大振幅都超过了7%,属于单日波动较大的时间。而初一、初五和初十近5年的日均最大振幅都在5%以下,属于单日波动较小的时间。

""

在“红包行情”中,处于盈利状态的筹码在增加吗?这在一定程度上能表现盈利地址的相应变化。可以看到,在2018年、2019年、2020年和2022年这4年中,春节期间的盈利筹码占比处于总体增长趋势,但是,2018年和2022年涨幅都不太明显,都只增加了约4个百分点,而2019年和2020年的涨幅则都很明显,都增加了15个百分点左右。综合来看,在初二到初四期间,盈利筹码占比的增长都比较明显,此后有所波动。

近期热门代币最近3年春节期间平均收益达20%,但日均振幅超过BTC的2倍

""

BTC作为加密市场中市值占比最大的资产,其上涨通常代表着大盘上涨,即其他代币也很有可能出现上涨。因此,除了回溯BTC过去5年的“红包行情”以外,PAData还回溯了近期热门资产过去3年的春节行情。

""

热门资产指最近7天涨幅最高的30种资产和搜索量最高的30种资产,去重后共录得52种。包括WKC、AGIX、MANA、FXS、HNT、FTT、CVX、SAND、FET、APT、COMP、CRV、SOL、AAVE、AVAX、SHIB、OP、CSPR、FTM、NEAR、FLOW、ENJ、ICP、GALA、PI、KAVA、SNX、JASMY、IMX、FIL、XRPC、HOT、HEX、LRC、HBAR、CELO、XTZ、BTC、DOT、CRO、ETH、QUACK、BONK、QNT、MATIC、XOLO、DOGE、ADA、BNB、DPR、LUNC、XRP。这些资产最近7天内的币价涨幅在7%-200%之间,平均涨幅约34%。

""

PAData进一步在涨幅最高和搜索量最高的资产中选择了各自排名前5的资产(如果市值过小则省略后递推选择后续排名的资产)作为观察样本,以期透过样本为展望其他热门资产提供一定的基础。

""

根据统计,最近3年,10种样本热门资产如果在除夕以开盘价买入,在初六以收盘价卖出的话,平均收益率约为16.79%。其中,2020年样本资产在此种交易模式下的平均收益率为9%,2021年为15%,2022年为21%,呈逐年增长趋势。

""

最近3年,10种样本热门资产如果在除夕以开盘价买入,在年初十四以收盘价卖出的话,平均收益率约为20.01%。其中,2020年样本资产在此种交易模式下的平均收益达37%,2021年约19%,2022年为16%,呈逐渐下降趋势。

总的来看,最近3年春节期间,MANA、GALA、SAND、SHIB这4种资产在“除夕——初六”“除夕——年初十四”2种交易模式下的收益都是正的,而ETH、HNT、SOL、XRP、CVX、FXS这6种资产在2种交易模式中存在1种收益为负的情况。热门资产“红包行情”的稳定性不高,这或受到热门资产的波动较大的影响。

""

根据统计,10种样本热门资产最近3年春节期间的日均最大振幅约为13.27%,大约是BTC的2.5倍左右。其中,FXS、GALA和SAND最近3年春节期间的日均最大振幅都超过了18%,显著高于其他资产。可见,热门资产的波动性显著高于BTC,其“红包行情”下的投资风险也可能高于BTC。

Bacaan Terkait

"Gergaji Musim Panas" Berlanjut: Breakout $67.000 Akan Menjadi Awal Kenaikan Bitcoin

Harga Bitcoin terus terkonsolidasi dalam kisaran $58.000–$67.000 sejak awal Juni, dengan harga terkini di sekitar $62.217 pada 1 Agustus. Para analis pasar mempertimbangkan beberapa skenario kunci. Secara teknis, pergerakan di atas $66.000 dianggap penting untuk mengubah momentum. Beberapa trader seperti Crypto Candy memprediksi kemungkinan penurunan menuju $60.000 jika level $66.000 tidak tertembus. Trader lain, Jelle, menggambarkan situasi ini sebagai "gergaji musim panas" yang berkepanjangan dan mempertahankan strategi rata-rata biaya dengan pembelian berkala. Di sisi lain, skenario breakout ke atas tetap ada. Daan Crypto Trades menekankan bahwa keberhasilan menembus $67.000 sangat penting untuk menghindari fase konsolidasi yang berlarut-larut. Roman bahkan memperkirakan bahwa breakout dengan volume yang kuat dapat mendorong harga dengan cepat ke zona $70.000–$80.000. Dari perspektif jangka panjang, analis Gert van Lagen melihat fase ini sebagai periode akumulasi, dengan Bitcoin menguji pola grafik besar "cangkir dengan pegangan". Dia mencatat bahwa pemegang jangka panjang masih enggan menjual, yang ditunjukkan oleh metrik NUPL mereka yang masih jauh dari zona kapitulasi. Kesimpulannya, pasar Bitcoin saat ini berada dalam fase akumulasi yang menentukan. Level $60.000 dan $67.000 menjadi kunci, dan breakout dari level mana pun kemungkinan akan menentukan arah tren berikutnya. Skenario AI dalam artikel juga mempertanyakan apakah konsolidasi saat ini dapat membentuk fondasi yang lebih kuat, atau apakah setiap ujian di level $67.000 akan terus menghadapi hambatan psikologis yang sama dari pemegang aset jangka pendek.

cryptonews.ru26m yang lalu

"Gergaji Musim Panas" Berlanjut: Breakout $67.000 Akan Menjadi Awal Kenaikan Bitcoin

cryptonews.ru26m yang lalu

Perhatian Wajib Pekan Depan|Undang-Undang CLARITY Diperkirakan Akan Masuk ke Pemungutan Suara Senat; SpaceX dan Circle Umumkan Laporan Keuangan (3-9 Agustus)

**Ringkasan Acara Penting Pekan Depan (3-9 Agustus)** Pekan depan diwarnai sejumlah pengumuman keuangan penting dan perkembangan regulasi kripto di AS. **Laporan Keuangan & Acara Perusahaan:** * **SpaceX** akan merilis laporan keuangan Q2 2026 pada 4 Agustus, diikuti gelombang pencairan saham internal pertama (hingga 12%) pada 6 Agustus. * **Circle** (penerbit USDC) dan **Hut 8** (penambang Bitcoin) masing-masing akan mengumumkan laporan kuartalan pada 5 Agustus dan 4 Agustus. * **American Bitcoin (ABTC)**, perusahaan tambang kripto yang dikaitkan dengan keluarga Trump, merilis laporan Q2 pada 3 Agustus. * Perusahaan robotika **宇树科技 (Unitree Robotics)** akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar STAR China, dengan hari penentuan harga awal pada 5 Agustus. **Regulasi Kripto AS:** * **CLARITY Act**, undang-undang kerangka kerja federal untuk aset kripto, berpeluang dilakukan pemungutan suara penuh di Senat AS minggu ini. Para negosiator harus merampungkan aturan tentang konflik kepentingan sebelum masa reses 7 Agustus. RUU ini memerlukan 60 suara untuk disetujui. **Pengumuman Data & Teknologi:** * **Laporan Non-Farm AS** untuk Juli akan dirilis pada 7 Agustus, menjadi fokus pasar. * **Grok AI** versi 4.6 (dengan 1,5 triliun parameter) diperkirakan diluncurkan sekitar 7 Agustus, diikuti versi 4.7 yang lebih kuat beberapa minggu setelahnya. * **XRP Ledger** versi 3.3.0 dengan lima fitur baru, termasuk transaksi batch, dijadwalkan rilis minggu depan. **Penutupan & Perubahan Layanan:** * Beberapa layanan kripto akan berhenti beroperasi: **Zapper** (pelacak portofolio DeFi) dan **Ctrl Wallet** pada 3 Agustus, serta **LayerZero** akan menghentikan relayernya untuk v1 pada tanggal yang sama. Bursa Korea **Upbit** akan menghapus perdagangan pasangan **AQT** dan **AERGO** pada 3 Agustus. **Acara Lainnya:** * **BIP-110**, sebuah proposal peningkatan jaringan Bitcoin, akan memulai fase pengiriman sinyal wajib sekitar 8 Agustus.

marsbit1j yang lalu

Perhatian Wajib Pekan Depan|Undang-Undang CLARITY Diperkirakan Akan Masuk ke Pemungutan Suara Senat; SpaceX dan Circle Umumkan Laporan Keuangan (3-9 Agustus)

marsbit1j yang lalu

Saham Jatuh Lebih Parah daripada Kripto, Ke Mana Uangnya Pergi?

Penulis: Cathy,白话区块链 Pada 28 dan 29 Juli di Seoul, indeks Kospi memicu *circuit breaker* dua hari berturut-turut, suatu peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah pasar saham Korea. Saham-saham semikonduktor global, termasuk SK Hynix yang turun sekitar 23% dalam dua hari, mengalami penurunan drastis. Penarikan dana (pullback) Kospi pada Juli mencapai 40% dari titik tertinggi Juni, menjadikannya bulan terburuk yang tercatat. Produk leverage seperti ETF 2x Long SK Hynix bahkan anjlok hingga 83%, menghapus lebih dari 1 triliun HKD dalam nilai pasar. Ironisnya, Bitcoin justru naik hampir 15% dari titik terendah Juli, menunjukkan perilaku yang tidak biasa: **saham yang jatuh seperti aset kripto, sementara Bitcoin relatif stabil.** Penurunan ini bukan kepanikan pasar luas, melainkan "peledakan tertarget" terhadap perdagangan yang paling ramai (*crowded trades*), dipicu oleh laporan keuangan SK Hynix yang meski mencetak rekor laba tetapi di bawah perkiraan, serta IPO besar-besaran ChangXin Memory (CXMT) dari China. Ditambah dengan potensi likuidasi posisi *carry trade* Yen Jepang yang masif, pasar mengalami de-leverage paksa. Lalu, apakah uang yang keluar dari saham mengalir ke Bitcoin? Jawabannya tidak. Bitcoin tampak "tahan jatuh" karena sudah mengalami koreksi lebih dulu—jatuh sekitar 21% selama periode arus keluar ETF berkelanjutan pada Mei-Juni. Uang yang mencari perlindungan justru mengalir ke emas, yang harganya naik lebih dari 20% secara tahunan. Koefisien korelasi Bitcoin dengan emas mencapai -0.88, mengindikasikan bahwa institusi kini memandangnya sebagai aset yang berbeda: **emas untuk perlindungan, Bitcoin untuk potensi pertumbuhan.** Agar aliran dana besar-besaran benar-benar masuk ke Bitcoin, diperlukan tiga kondisi: tekanan likuidasi global mereda, The Fed menurunkan suku bunga tanpa memicu resesi, dan disahkannya RUU CLARITY di AS untuk memberikan kejelasan regulasi. Meski RUU tersebut tertunda di Senat, arahnya sudah jelas. **Harga saham teknologi ditentukan oleh pengeluaran modal AI dan laba perusahaan, sedangkan harga Bitcoin ditentukan oleh likuiditas global.** Ketidakselarasan ini justru menciptakan daya tarik bagi institusi yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka. Kesimpulannya, Bitcoin saat ini bukan tempat perlindungan (*safe haven*), melainkan aset yang sudah terkoreksi lebih dulu dan sudah berada di posisi yang siap. **Dana belum datang, tetapi posisinya sudah dipersiapkan.** Ketika badai berlalu dan modal global mencari tempat baru untuk dialokasikan, Bitcoin berada di urutan terdepan dalam antrian.

marsbit1j yang lalu

Saham Jatuh Lebih Parah daripada Kripto, Ke Mana Uangnya Pergi?

marsbit1j yang lalu

Dialog dengan Ray Dalio: Saat Ini Berada dalam Gelembung AI, 1% Portofolio Investasi Adalah Bitcoin

Sumber: The Diary Of A CEO Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates yang meramalkan krisis keuangan 2008, memperingatkan bahwa ledakan AI saat ini menunjukkan tanda-tanda klasik gelembung ekonomi yang dapat pecah dan memicu resesi. Dalam wawancara podcast, dia menjelaskan dinamika "siklus besar" yang didorong oleh ketimpangan kekayaan, defisit pemerintah, dan perubahan geopolitik. Dalio mengidentifikasi pola di mana antusiasme berlebihan terhadap teknologi revolusioner baru, seperti AI, menyebabkan harga aset melambung dan pinjaman berlebihan. Ketika kondisi berubah (seperti kenaikan suku bunga atau kebutuhan tunai), gelembung ini dapat pecah, menyebabkan penurunan harga aset, kerugian luas, dan kontraksi ekonomi. Untuk melindungi kekayaan di masa ketidakpastian, Dalio sangat menekankan pentingnya **diversifikasi portofolio**—termasuk saham, obligasi, emas, dan real estat—daripada mengandalkan uang tunai saja. Dia mengungkapkan bahwa sekitar **1% portofolionya adalah Bitcoin**, yang diakuinya sebagai aset keras, tetapi dia lebih menyukai **emas fisik** karena sejarahnya sebagai penyimpan nilai dan aset bebas liabilitas. Mengenai dampak AI, Dalio percaya bahwa teknologi ini akan menggantikan tidak hanya tenaga fisik tetapi juga kemampuan kognitif manusia, berpotensi memperlebar kesenjangan antara pemilik modal dan pekerja. Masa depan akan menguntungkan mereka yang dapat memadukan kecerdasan manusia (seperti emosi dan intuisi) dengan kemitraan AI. Secara geopolitik, Dalio menggambarkan dunia yang memasuki fase "penurunan" dalam tatanan global, dengan Amerika Serikat menghadapi tantangan internal dan eksternal, termasuk konflik seperti di Iran yang mengungkap kelemahannya. Dia memprediksi dunia mungkin menjadi lebih terregionalisasi di masa depan. Secara keseluruhan, kunci untuk navigasi melalui periode kompleks ini adalah pemahaman akan pola sejarah, adaptasi, dan diversifikasi yang cermat.

marsbit5j yang lalu

Dialog dengan Ray Dalio: Saat Ini Berada dalam Gelembung AI, 1% Portofolio Investasi Adalah Bitcoin

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片