A key change in Ethereum options pricing hints that ETH price could rise beyond $1,350

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2023-01-12Terakhir diperbarui pada 2023-01-12

Abstrak

Ethereum whales and market makers are no longer charging excessive premiums for protective put options, a sign that ETH price could be en route to new highs.

Ethereum price (ETH) gained 10.2% from Jan. 4 to Jan. 10, breaching the $1,300 resistance without much effort, but has the Ether price move cast a light on whether the altcoin is ready to begin a new uptrend.


Will Ethereum’s former resistance level turn to support?


After testing the $1,200 support on Jan. 1, the eight-week ascending channel has displayed strength, but Ether bulls fear that negative newsflow might break the pattern to the downside.

Ether/USD price index, 12-hour. Source: TradingView

“”

Despite the positive price trend, the sentiment around Ether and other cryptocurrencies hasn’t been very enticing. For example, Xiao Yi, the former Chinese Communist Party secretary of Fuzhou, confessed on Jan. 8 to “acting recklessly” in support of crypto mining. Xiao spoke from what appeared to be a prison, apologizing for causing “grave losses” to the Fuzhou region.

“”

On Jan. 10, South Korean tax agents reportedly raided crypto exchange Bithumb’s offices to explore a potential tax evasion case. On Dec. 30, Park Mo — an executive at Bithumb’s parent company — was found dead, though he was under investigation for embezzlement and stock price manipulation.

“”

Also on Jan. 10, Cameron Winklevoss, co-founder of the Gemini exchange, issued an open letter to Barry Silbert, CEO of Digital Currency Group. In the letter, Winklevoss makes some serious fraud accusations and requests that the Grayscale fund management holding company dismiss Silbert to provide a resolution for Gemini’s Earn users.

“”

The ongoing crypto winter left another scar on Jan. 10 as the leading U.S. cryptocurrency exchange, Coinbase, announced a second round of layoffs, impacting 20% of the workforce.

“”

However, the exchange’s CEO, Brian Armstrong, tried to minimize the damage by stating that Coinbase remains “well capitalized” and tranquilize investors with business-as-usual messages.

“”

Consequently, some investors believe Ether could revisit prices below $600 as fear remains the prevalent sentiment. For instance, trader Crypto Tony expects the current triangle formation to cause another “leg down later this year.”


Let’s look at Ether derivatives data to understand if the bearish newsflow has caused traders to avoid leverage longs and neutral-to-bullish option strategies.
“”

Leveraged bulls lagged the recent rally
“”

Retail traders usually avoid quarterly futures due to their price difference from spot markets. Meanwhile, professional traders prefer these instruments because they prevent the fluctuation of funding rates in a perpetual futures contract.

“”
The two-month futures annualized premium should trade between +4% to +8% in healthy markets to cover costs and associated risks. When the futures trade at a discount versus regular spot markets, it shows a lack of confidence from leverage buyers, which is a bearish indicator.

Ether 2-month futures annualized premium. Source: Laevitas.ch

“”

The chart above shows that derivatives traders using futures contracts exited the negative premium on Jan. 1, meaning the extreme bearish sentiment is gone. However, the current 1.5% premium remains below the 4% threshold for a neutral market. Still, the absence of leverage buyers' demand does not mean traders expect a sudden market downturn.

For this reason, traders should analyze Ether’s options markets to understand whether investors are effectively pricing in odds of a $600 retest.


Options traders have stopped overcharging for downside protection


The 25% delta skew is a telling sign when market makers and arbitrage desks are overcharging for upside or downside protection.


In bear markets, options investors give higher odds for a price dump, causing the skew indicator to rise above 10%. On the other hand, bullish markets tend to drive the skew indicator below -10%, meaning the bearish put options are discounted.

Ether 60-day options 25% delta skew: Source: Laevitas.ch

“”

The delta skew currently sits at 11% after flirting with the neutral range on Jan. 9, meaning that whales and market makers no longer charge excessive premiums for protective put options. That is a stark contrast from late 2022 when those trades were running up to 19% more costly than equivalent bullish strategies using options.


Overall, both options and futures markets point to pro traders becoming more confident and increasing the odds of $1,300 becoming a support level. So even if the newsflow doesn't seem appealing, traders are unwilling to add bearish bets, which might fuel further positive momentum for Ether.

Bacaan Terkait

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

Sejak awal tahun, pionir Bitcoin Adam Back dan perusahaan yang didirikannya, Blockstream, berada di pusat perhatian komunitas kripto. Baru-baru ini, akun investigasi NatInfoSec menerbitkan artikel panjang yang menuduh Blockstream melakukan penipuan serius terkait penerbitan obligasi pertambangan Bitcoin (BMN). Tuduhan utama mencakup: 1. **Kapasitas dan Kemampuan Pembayaran yang Dipertanyakan**: Untuk memenuhi kewajiban BMN yang diterbitkan, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) lebih dari 20 EH/s, bahkan hingga 45 EH/s. Namun, dasbor mereka hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang sesuai (seperti data jaringan listrik, impor perangkat keras, atau atribusi kolam penambangan) untuk mendukung skala kewajiban tersebut. Klausul "Substitute Performance BTC" dalam BMN2 juga memungkinkan Blockstream menggunakan BTC dari sumber mana pun untuk pembayaran tanpa perlu mengungkapkan asalnya. 2. **Imbal Hasil Tinggi dengan Risiko Utang**: Beberapa tingkat obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun. Di industri pertambangan Bitcoin yang sangat siklis, imbal hasil tetap setinggi itu dianggap berisiko tinggi dan memerlukan penjelasan yang jelas. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Chris Cook**: Christopher William Cook, seorang figur kunci di bisnis pertambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional yang dipisahkan), memiliki catatan kriminal. Pada 2008, ia dihukum karena penipuan pos dengan hukuman penjara 41 bulan. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga disebutkan secara menyesatkan tentang pengalaman kerjanya di NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR/SPAC**: NatInfoSec mempertanyakan apakah catatan Cook dan kewajiban potensial BMN seharusnya diungkapkan dalam dokumen SEC untuk Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang terkait dengan Adam Back dan berencana go public melalui SPAC. Namun, analis seperti BitMEX Research berpendapat bahwa karena struktur hukum yang terpisah dan tidak adanya jaminan grup, risiko BMN tidak serta merta menjadi risiko BSTR. BitMEX Research mengakui bahwa latar belakang Cook kemungkinan benar dan menyuarakan kekhawatiran tentang imbal hasil tinggi, tetapi menilai bukti untuk tuduhan lain tidak memadai. Debat komunitas berpusat pada **kemampuan untuk memverifikasi** daya komputasi sebenarnya, sumber pendapatan, dan asal BTC yang digunakan untuk pembayaran kupon BMN. Pertanyaan inti yang belum terjawab meliputi: skala pasti dan batas tanggung jawab BMN, kecukupan daya komputasi tambang untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap 20%, keterlibatan Cook, dan verifikasi aset cadangan untuk pembayaran. Hingga saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan sistematis terhadap kontroversi ini.

链捕手19m yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

链捕手19m yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

**Ringkasan: Arbitrase Judul Pekerjaan di Era AI** Artikel ini membahas pentingnya penamaan atau "judul" (title) pekerjaan sebagai strategi dalam merebut talenta dan membentuk persepsi di era AI, yang disebut sebagai "title arbitrage". Konsep ini diilustrasikan dengan contoh **FDE (Forward-Deployed Engineer)** yang dipopulerkan Palantir. Alih-alih disebut sebagai "insinyur implementasi" atau "dukungan pelanggan", FDE mendefinisikan ulang pekerjaan teknis di lokasi klien sebagai peran inti yang kompleks dan bernilai tinggi, menarik talenta rekayasa yang juga mahir menghadapi klien. Judul pekerjaan adalah **bahasa organisasi**. Perubahannya (misalnya dari "programmer" ke "software engineer", atau "clerk" ke "data scientist") mencerminkan pergeseran nilai strategis suatu kemampuan dalam bisnis. Penamaan yang tepat mengakui dan memberi legitimasi pada kemampuan baru. Di era AI, transformasi bukan hanya tentang alat yang lebih pintar, tetapi tentang kemunculan **individu berpengaruh baru** dalam organisasi—mereka yang mahir menggunakan AI, mengotomatisasi alur kerja, dan menerjemahkan masalah kompleks menjadi sistem. Judul baru seperti **Legal Engineer** atau **GTM Engineer** membantu mengidentifikasi, memberi wewenang, dan mempertahankan talenta semacam ini. Bagi startup AI, menciptakan dan mempopulerkan judul pekerjaan baru untuk peran yang lahir dari produk mereka adalah strategi. Ini membantu klien dalam mobilisasi internal dan membangun asosiasi kuat antara perusahaan dengan kemampuan spesifik tersebut. Kesimpulannya, dalam dunia perangkat lunak AI di mana batas antara produk dan layanan kabur, kemampuan untuk mendefinisikan, menamai, dan mengorganisir peran baru—terutama yang menjembatani produk dengan masalah nyata klien—dapat menjadi pembeda kompetitif dan dasar bagi keunggulan yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

marsbit1j yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

**Laporan Keuangan Pertama Cerebras (CBRS): Pendapatan Naik 2x, Tapi Panduan Margin Kasar Turun Drastis** Cerebras Systems (CBRS) melaporkan laporan kuartal pertama setelah IPO. Pendapatan inti Q1 mencapai $191.3 juta, naik 92% (y/y) dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, panduan margin kotor inti untuk Q2 turun drastis dari 46.5% menjadi kisaran 36%-38%, menyebabkan saham anjlok >10% setelah jam perdagangan. **Poin Kunci:** 1. **Pertumbuhan & Panduan Kuat:** Panduan pendapatan inti tahunan $855-$865 juta (naik 69%) lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Pendapatan layanan cloud melonjak 178%. 2. **Transformasi Model Bisnis:** CBRS beralih dari "menjual chip" ke "menjual daya komputasi" (cloud). Untuk memenuhi kontrak komputasi inferensi besar dengan OpenAI (>$20 miliar) dan AWS, perusahaan lebih banyak menempatkan perangkat keras ke cloud miliknya sendiri, yang sementara mengurangi margin. 3. **Tantangan:** Konsentrasi pelanggan masih tinggi (86% pendapatan dari dua entitas terkait UEA). Realisasi pendapatan penuh dari kontrak OpenAI dan AWS membutuhkan waktu (2026/2027). Valuasi tetap tinggi (~50x P/S berdasarkan panduan 2026). 4. **Logika Bull vs Bear:** Para **bull** percaya keunggulan kecepatan chip Cerebras untuk inferensi AI akan merebut pangsa pasar, didukung kontrak besar. Para **bear** meragukan keunggulan tersebut bisa bertahan, khawatir dengan margin yang lebih rendah dari model cloud, konsentrasi pelanggan, dan risiko pelepasan saham insider jika kapitalisasi pasar tetap di atas $40 miliar.

marsbit1j yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片