FTX’s new CEO John Ray coldly addresses SBF’s erratic tweets

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-11-17Terakhir diperbarui pada 2022-11-17

Abstrak

The new CEO of FTX gave a curt statement in response to the series of intermittent tweets by former CEO Sam Bankman-Fried.

The new CEO and chief restructuring officer for the bankrupt FTX cryptocurrency exchange, John Ray, has icily responded to the erratic series of tweets from former CEO and founder Sam Bankman-Fried.

The official Twitter account of FTX on Nov. 16 tweeted a statement from Ray addressing Bankman-Fried’s recent public statements, reiterating he “has no ongoing role at [FTX], FTX US, or Alameda Research Ltd. and does not speak on their behalf.”

On Nov. 14 Bankman-Fried began a strange Twitter thread that — over the course of 40 or so hours — eventually spelled out “What HAPPENED” across nine tweets, he then went on to claim he was meeting with regulators, wanting to “do right by customers.”

Afterward, he began to lay out the finances and leverage of FTX and its sister trading firm Alameda Research on Nov. 16 claiming FTX’s leverage was around $13 billion, not $5 billion as he originally thought.

FTX’s downward spiral kicked off in early November with a series of events eventually leading to the exchange and its roughly 130 global subsidiaries filing for Chapter 11 bankruptcy in the United States on Nov. 11.

John J. Ray III took over as CEO on Nov.11 with FTX’s bankruptcy filings. He has gained notoriety for previously overseeing the bankruptcy of former fraudulent energy giant Enron which had around $63.4 billion in assets and was the largest corporate bankruptcy in U.S. history at the time.

Bacaan Terkait

Posisi Long Bitcoin Senilai $134 Juta 'Menguap' saat Harga BTC Jatuh di Bawah $63.000 Menjelang Rapat Penting Fed

Harga Bitcoin (BTC) turun tajam pada Selasa, sempat menyentuh level terendah di bawah $63.000 sebelum sedikit pulih dan diperdagangkan di sekitar $63.660. Penurunan ini menyebabkan likuidasi posisi long (beli) senilai $134 juta yang didanai dengan leverage di pasar derivatif, sementara posisi short (jual) yang dilikuidasi bernilai $22 juta. Secara total, likuidasi terkait BTC melebihi $156 juta. Meski mengalami kerugian bulanan 4%, Bitcoin tetap berada di jalur untuk mencatatkan keuntungan bersih pada Juli, membalikkan tren penurunan dari Juni. Namun, pekan terakhir Juli ini dianggap kritis untuk menentukan tren pasar pada paruh kedua tahun 2026. Para ahli menyoroti beberapa faktor kunci yang akan mempengaruhi pasar: pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC), data indeks inti Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), serta laporan pendapatan dari raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, dan Amazon. Mike McCloskey, pakar pasar, menekankan bahwa konferensi pers Ketua Fed Kevin Warsh akan memberikan sinyal penting mengenai pandangan bank sentral terhadap inflasi dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter. McCloskey menambahkan bahwa kombinasi data PDB kuartal II yang solid dan penurunan inflasi inti PCE dapat mendukung narasi disinflasi dan memberi ruang bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga. Skenario ini berpotensi mendorong Bitcoin menuju kisaran $68.000-$70.000 pada Agustus. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan atau retorika 'hawkish' dari Fed, ditambah dengan hasil perusahaan yang mengecewakan, dapat mendorong BTC kembali ke kisaran $58.000-$60.000. Pasar telah menunggu selama enam minggu, dan pekan ini akan menentukan apakah kesabaran itu terbayarkan.

cryptonews.ru41m yang lalu

Posisi Long Bitcoin Senilai $134 Juta 'Menguap' saat Harga BTC Jatuh di Bawah $63.000 Menjelang Rapat Penting Fed

cryptonews.ru41m yang lalu

Trading

Spot
活动图片