Минфин РФ не увидел рисков в санкциях против криптокошельков россиян

ИзвестияDipublikasikan tanggal 2022-10-11Terakhir diperbarui pada 2022-10-11

Abstrak

Запрет на обслуживание криптокошельков граждан РФ, который вошел в восьмой пакет санкций ЕС, практически не повлияет на инвесторов из России, сообщили «Известиям» в Минфине.

Запрет на обслуживание криптокошельков граждан РФ, который вошел в восьмой пакет санкций ЕС, практически не повлияет на инвесторов из России, сообщили «Известиям» в Минфине. Там объяснили: технология децентрализованных финансов способствует тому, что криптобиржами могут пользоваться клиенты из разных стран. Крупнейшие биржи пока ограничения не вводили, сообщили их представители. В общей сложности россияне хранят в криптовалютах около 20 трлн рублей и порядка 70% из них — на централизованных биржах, оценили эксперты.

Хранить можно, биржи — поменять

В восьмой пакет санкций Евросоюза против России вошел запрет на обслуживание криптокошельков и счетов россиян вне зависимости от суммы таких активов. Это значит, что биржи и компании, зарегистрированные в ЕС, которые требуют для открытия счета на своих платформах паспорт или любой другой документ, должны будут блокировать заявки граждан РФ и перестать работать с их кошельками, объяснил основатель фонда RusCoin Алексей Быков.

Однако в Минфине не увидели значительных рисков для россиян. Сейчас офис многих криптобирж существует в виртуальном пространстве, поэтому ими могут пользоваться граждане из разных стран, этому способствует технология DeFi (децентрализованных финансов), сообщили в пресс-службе ведомства. Там уверены: за счет этого санкции практически не отразятся на инвесторах из России.

Где безопасно

Всего россияне сейчас владеют криптовалютой на общую сумму около 18–20 трлн рублей, оценил основатель Anderida Financial Group Алексей Тараповский. Он добавил: на централизованных биржах хранится порядка 70% средств россиян в криптовалютах. Разговоры о планируемых санкциях шли давно, поэтому у россиян уже было время вывести активы. Только у 5–10% граждан, владеющих криптой, средства на кошельках будут заблокированы. Ими окажутся вложения клиентов, которые купили крипту из интереса, поддавшись течению моды, то есть не активных аккаунтов, считает эксперт.

Скорее всего, биржи, которые поддержат санкции, дадут клиентам время на вывод средств, считает основатель фонда RusCoin Алексей Быков. Он добавил: оптимальным вариантом сейчас будет перевести крипту в базовые валюты, как, Tether, Ethereum или биткоин, потому что их принимают практически все площадки, и вывести на обезличенные кошельки. Так, например, в MetaMask при регистрации не требуется указывать данные паспорта или водительских прав, более того, там невозможно определить географическую принадлежность держателя, что делает его безопасным местом хранения цифровых валют для россиян в текущих условиях, сообщил эксперт.

Выполнять санкции ЕС будут те поставщики криптовалютных услуг, которые стремятся или уже работают в правовом поле Евросоюза, отметил руководитель инвестиционного департамента ICB Fund Аарон Хомский. По его словам, некоторые глобальные платформы могут проигнорировать новые ограничения, например Huobi, они не присоединились и к предыдущим санкциям.

Перевести средства россияне также могут на некастодиальные кошельки, среди которых аппаратные Ledger, Trezor и ПО-версии Metamask, Electrum, а для совершения операций — использовать децентрализованные биржи, сообщил эксперт. Он добавил: проблемы могут возникнуть из-за перехода на самостоятельное хранение активов. Так, утрата ключей на подобных платформах приведет к полной потере средств, в то время как централизованные биржи позволяют восстановить доступ.

Восьмой пакет санкций может сузить пространство для маневра российского бизнеса в трансграничных расчетах, так как зарегистрированные в Европе или готовые следовать введенным в ЕС ограничениям площадки могут отказать в обслуживании. Однако в таком случае компании смогут использовать некастодиальные кошельки либо открывать счета на тех биржах, которые не поддержат санкции, объяснил Аарон Хомский.

Мария Колобова и Юлия Елисеева для Известий.

Bacaan Terkait

Bitcoin Kembali Jatuh di Bawah $60.000; Sudah 20 Bulan, yang Kita Tunggu Adalah Titik Terendah Baru

Bitcoin hari ini kembali menembus level psikologis kunci 60.000 dolar AS, bahkan sempat menyentuh 59.023 dolar AS—titik terendah dalam hampir 20 bulan sejak Oktober 2024. Penurunan kali ini, yang ketiga kalinya pada tahun 2024, terjadi di tengah arus keluar institusional yang berkepanjangan dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter AS. Pendorong utama adalah **ETF spot Bitcoin AS**, yang mengalami periode arus keluar bersih terpanjang sejak peluncurannya, dengan total sekitar 59,4 miliar dolar AS ditarik dalam 30 hari terakhir. **Tekanan makro** juga meningkat setelah data ketenagakerjaan AS yang kuat memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin kembali menaikkan suku bunga, mengurangi daya tarik aset berisiko tinggi seperti Bitcoin. Analis memiliki pandangan berbeda: **21Shares** tetap optimis dengan target 100.000 dolar AS di akhir tahun, sementara **Arthur Hayes** memperkirakan kemungkinan penurunan lebih dalam ke 40.000 dolar AS. **CryptoQuant** menunjukkan harga rata-rata kepemilikan investor sekitar 53.000 dolar AS dan menyatakan tanda-tanda pemuluhan permintaan belum terlihat jelas. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS dan sinyal kebijakan The Fed. Tanpa perubahan dalam arus keluar ETF dan sentimen pasar, kemampuan Bitcoin untuk mempertahankan level 60.000 dolar AS akan menjadi kunci bagi tren pasar selanjutnya.

marsbit18m yang lalu

Bitcoin Kembali Jatuh di Bawah $60.000; Sudah 20 Bulan, yang Kita Tunggu Adalah Titik Terendah Baru

marsbit18m yang lalu

Saat Miliaran Orang Mulai Terbiasa Mengendalikan Segalanya dengan Suara, Seberapa Jauh "Seluruh Aset Naik ke Rantai"?

Teks ini membahas peran penting AI Agent dalam perkembangan internet, dengan fokus pada peluncuran asisten AI "Xiaowei" di WeChat pada Juni 2026. Meski tampak seperti chatbot biasa, Xiaowei dianggap sebagai langkah kunci menuju "aset terhubung secara penuh" (*full asset on-chain*). AI Agent seperti Xiaowei mengubah cara interaksi pengguna dari antarmuka grafis (GUI) menjadi antarmuka bahasa (LUI), memungkinkan pengguna mengontrol berbagai fungsi dan layanan hanya dengan perintah suara atau teks. Ini menurunkan hambatan penggunaan AI untuk miliaran pengguna biasa. Sementara itu, tren lain sedang berjalan: tokenisasi aset dunia nyata (RWA) menjadi aset digital di *blockchain*. Meski RWA sering dikaitkan dengan properti atau obligasi, konsep "aset terhubung secara penuh" lebih luas, mencakup segala nilai yang dapat ditetapkan haknya, diukur, dan diperdagangkan, seperti perhatian (*attention*), pengaruh sosial, dan data kredit pribadi. Pertemuan kedua tren ini—AI Agent yang mudah digunakan dan tokenisasi aset—dapat membentuk paradigma baru dalam manajemen kekayaan. Di masa depan, AI Agent pribadi Anda tidak hanya mengatur jadwal, tetapi juga dapat menganalisis profil risiko Anda dan secara otomatis mengalokasikan dana ke berbagai aset token (seperti obligasi pemerintah atau emas) di *blockchain*. Kesimpulannya, peluncuran Xiaowei menandai transisi AI Agent dari konsep teknis menjadi utilitas sehari-hari bagi masyarakat umum. Ini merupakan langkah penting dalam perjalanan internet: dari menghubungkan orang, ke menghubungkan layanan, dan sekarang menuju tahap di mana semua jenis aset bernilai dapat diwakili dan diakses secara digital. AI Agent akan menjadi penghubung utama dalam era baru ini.

marsbit1j yang lalu

Saat Miliaran Orang Mulai Terbiasa Mengendalikan Segalanya dengan Suara, Seberapa Jauh "Seluruh Aset Naik ke Rantai"?

marsbit1j yang lalu

Taruhan Triliun Baru Son Masayoshi

Pada saat mendekati penawaran umum perdana (IPO), OpenAI terus dilaporkan mengalami krisis keuangan, menambah ketidakpastian pada "taruhan triliunan" baru Masayoshi Son. OpenAI dikabarkan mencatat kerugian bersih sekitar $85 miliar hingga kuartal pertama 2026, dengan biaya pendapatan mencapai $35 miliar. Sebelumnya, juga beredar laporan bahwa pendapatan OpenAI tahun 2025 adalah $131 miliar dengan kerugian $385 miliar. Angka-angka ini langsung berdampak pada visi Son yang meyakini OpenAI bisa menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di dunia, dengan valuasi saat ini sekitar $850 miliar. SoftBank telah terikat dalam dengan memegang sekitar 13% saham OpenAI. Jika OpenAI berhasil IPO dengan valuasi triliunan dolar, ini akan menjadi pencapaian legendaris kedua bagi Son. Namun, sebelum kepastian IPO OpenAI, Son sudah memulai "taruhan triliunan" berikutnya. Ia menyatakan bahwa Physical AI dan robot humanoid akan menjadi ladang emas berikutnya bagi perusahaan bernilai triliunan dolar. Untuk itu, SoftBank dilaporkan sedang membentuk perusahaan bernama "Roze" di AS yang menggabungkan aset AI dan robotik, dengan target IPO pada paruh kedua 2026 dan valuasi $100 miliar. Son berani terus bertaruh karena telah merasakan manisnya investasi di AI. Kembalinya Son sebagai orang terkaya Asia, meski singkat, dan melonjaknya harga saham SoftBank didorong oleh investasi besar di OpenAI. SoftBank diperkirakan telah menginvestasikan total $64,6 miliar di OpenAI. Namun, tekanan juga muncul karena ketergantungan yang besar pada OpenAI dan persaingan ketat dari perusahaan seperti Anthropic yang sudah lebih dulu mengajukan dokumen IPO. Di sisi lain, Son telah lama menyiapkan langkah di Physical AI dan robot humanoid, dengan berbagai akuisisi dan investasi selama lebih dari satu dekade. Kini, ia berambisi membangun kawasan industri bernilai $1 triliun di AS untuk produksi robot humanoid skala besar. Latar belakang ambisi triliunan dolar Son berasal dari janjinya pada 2017 kepada Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi untuk memberikan imbal hasil $1 triliun atas investasi $100 miliar. Janji ini belum terpenuhi, mendorong Son untuk terus mencari kemenangan besar melalui AI. Roze dirancang sebagai platform infrastruktur AI yang mencakup pusat data, chip, dan robotika, merealisasikan konsep Physical AI Son. Namun, rencana IPO Roze menghadapi skeptisisme internal mengenai valuasi dan waktu yang ambisius. Selain itu, pasar robot humanoid masih dianggap belum matang secara komersial dibandingkan model AI besar, dengan valuasi yang jauh lebih rendah dan tantangan integrasi serta implementasi di dunia fisik. Son, yang pernah menunggu lama untuk kesuksesan Alibaba dan Arm, mungkin harus kembali bersabar untuk mewujudkan visi triliunan dolar berikutnya di Physical AI.

marsbit1j yang lalu

Taruhan Triliun Baru Son Masayoshi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片