价值投资,BTC1.8万美元和ETH1200美元具备抄底机会

币市操盘手Dipublikasikan tanggal 2022-09-30Terakhir diperbarui pada 2022-10-01

Abstrak

在美元指数持续刷新20年新高的影响下,本周全球资本市场的表现堪称腥风血雨。

在美元指数持续刷新20年新高的影响下,本周全球资本市场的表现堪称腥风血雨。大饼虽然继续延续上周的横盘走势,币价始终围绕着19000上下波动,但是过去十个交易日的日均振幅却达到惊人的6.8%,这让不少热衷于高杠杆交易的玩家苦不堪言。而随着加息的紧缩效应进一步剧,美元指数的进一步走强可能会继续挤压到非美元资产的流动性,那么加密市场是否还有机会。

实际上,美元飙升并不是美国经济强劲复苏,而是离岸美元爆发了严重流动性危机。因为过去在美联储疯狂印钞的刺激下,美元利率走低,全世界大量借入美元,上百万亿美元信贷被离岸银行市场通过存款派生的方式创造出来。特别是欧洲美元市场,大量美元信贷背后的准备金几乎为零。一旦进入美联储进入加息周期,美元大量回流美国,储户们开始从美国离岸银行提走美元,而离岸银行则被迫以更高的利率借入美元以应付储户提款。此外,随着天量美元信贷到期,无法展期或者借新还旧的借方,将不得不变卖资产,购入美元,以偿还美元债务。所以,美元指数上涨意味着离岸美元流动性紧张加剧,美元指数下跌则意味着离岸美元流动性紧张得到缓解,这就是近期美元指数始终跟大部分非美元资产反向波动的缘故。

9月28日,英国央行宣布,将“以任何必要的规模”临时购买英国长期国债,以恢复英国债券市场秩序,并推迟了下周的英国国债出售计划。尽管英国央行强调,购买国债只是临时的维稳措施,不影响央行削减国债持有规模的目标,但在英国央行“投降”后,外围崩溃的市场瞬间上演惊天逆转。显然,一些敏感资金已经开始嗅出积极的信号。就在英国救市的当天,韩国也祭出救市的“组合拳”,不仅韩国央行紧急回购了2万亿韩元债券,股市平准基金也做好了入场维稳的准备。尽管在美联储鹰派的态度没有软化之前,紧缩的痛苦还会延续,但全球央行密集的救市行动无疑为行情调整争取到喘息的机会。

最近两周,除了9月28日的全球大崩溃,比特币几乎在大多数时间都跑赢美股。特别是9月28日,比特币甚至在美股收跌的情况下逆势大涨,似乎两者开始出现脱钩的苗头。而从公开信息来看,比特币突然受到资金青睐的最重要原因是:英镑、欧元等法定货币的非理性贬值,导致资产大量涌入比特币。CoinShares统计的数据显示,在英镑快速贬值的过程中,BTC/GBP的交易量开始异常放大,9月27日达到了8.81亿美元,是此前日均7000万美元水平的12.5倍。接下来,如果比特币对冲法币贬值的逻辑能够继续得到验证,那么比特币本轮反弹的高度可能会大幅超过市场预期。

作为今年最强势的货币,俄罗斯卢布兑美元汇率自3月份以来累计上涨超过200%。如此亮眼的表现主要得益于卢布-能源结算模式的绑定。然而,出于对卢布过快上涨的担忧,俄罗斯计划将一部份能源的收入转换成友好国家的货币,预计转换规模将达到700亿美元,这让潜在的储备货币备受关注。就在此时点上,克林姆林宫频频释放对加密货币的友好信号引发了外界对加密货币可能被纳入储备的遐想。实际上,自西方金融制裁以来,俄罗斯一直尝试以各种方式突破跨境支付的限制。在俄罗斯金融委员会的多次论证中,加密货币被认为是居民小额跨境支付最好的解决方之一,并获得俄罗斯总理的认同。

9月13日,俄罗斯总理责令俄罗斯监管机构尽快确定跨境加密货币的支付法规。9月22日,俄罗斯央行和财政部达成协议,允许使用加密货币进行跨境结算。9月25日,俄罗斯金融委员会负责人表示,莫斯科交易所将计划支持加密货币交易。一系列的动作表明俄罗斯当局正在尝试建立加密货币从跨境支付,到合规交易的完整闭环。一旦加密货币跨境支付合法化在俄罗斯落地,那么加密市场或将迎来庞大的增量。

一直以来,投资者总是用流动性的松紧来判断市场涨跌,但从过往的经验来看,风险资产在紧缩周期中的表现也不是一直糟糕。例如,2017年-2019年的美股,2016-2018年的沪深300,两者的趋势性行情发生在流动性紧缩周期,且上涨的驱动逻辑都是基本面改善。虽然紧缩周期的成交量与宽松周期相去甚远,但在预期改善的引导下,存量投资者通常都会表现出强烈的惜售情绪。这使市场在没有增量支持的情况下,依然能够通过抱团取暖的方式推升币价。

当前加密市场正处于熊市第三阶段的中后期,杀估值进行得较为充分,加之疫情使得数字化时代进程提速,Web3.0逐渐驶向快车道,行情由资金驱动转变成基本面驱动的条件已经成熟。所以,从中长期来看,当下已经是逐渐建仓一些价值币的合适时机。例如,18000附近的大饼和1200以下的姨太。

Bacaan Terkait

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

**Ringkasan: Arbitrase Judul Pekerjaan di Era AI** Artikel ini membahas pentingnya penamaan atau "judul" (title) pekerjaan sebagai strategi dalam merebut talenta dan membentuk persepsi di era AI, yang disebut sebagai "title arbitrage". Konsep ini diilustrasikan dengan contoh **FDE (Forward-Deployed Engineer)** yang dipopulerkan Palantir. Alih-alih disebut sebagai "insinyur implementasi" atau "dukungan pelanggan", FDE mendefinisikan ulang pekerjaan teknis di lokasi klien sebagai peran inti yang kompleks dan bernilai tinggi, menarik talenta rekayasa yang juga mahir menghadapi klien. Judul pekerjaan adalah **bahasa organisasi**. Perubahannya (misalnya dari "programmer" ke "software engineer", atau "clerk" ke "data scientist") mencerminkan pergeseran nilai strategis suatu kemampuan dalam bisnis. Penamaan yang tepat mengakui dan memberi legitimasi pada kemampuan baru. Di era AI, transformasi bukan hanya tentang alat yang lebih pintar, tetapi tentang kemunculan **individu berpengaruh baru** dalam organisasi—mereka yang mahir menggunakan AI, mengotomatisasi alur kerja, dan menerjemahkan masalah kompleks menjadi sistem. Judul baru seperti **Legal Engineer** atau **GTM Engineer** membantu mengidentifikasi, memberi wewenang, dan mempertahankan talenta semacam ini. Bagi startup AI, menciptakan dan mempopulerkan judul pekerjaan baru untuk peran yang lahir dari produk mereka adalah strategi. Ini membantu klien dalam mobilisasi internal dan membangun asosiasi kuat antara perusahaan dengan kemampuan spesifik tersebut. Kesimpulannya, dalam dunia perangkat lunak AI di mana batas antara produk dan layanan kabur, kemampuan untuk mendefinisikan, menamai, dan mengorganisir peran baru—terutama yang menjembatani produk dengan masalah nyata klien—dapat menjadi pembeda kompetitif dan dasar bagi keunggulan yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

marsbit1j yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

**Laporan Keuangan Pertama Cerebras (CBRS): Pendapatan Naik 2x, Tapi Panduan Margin Kasar Turun Drastis** Cerebras Systems (CBRS) melaporkan laporan kuartal pertama setelah IPO. Pendapatan inti Q1 mencapai $191.3 juta, naik 92% (y/y) dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, panduan margin kotor inti untuk Q2 turun drastis dari 46.5% menjadi kisaran 36%-38%, menyebabkan saham anjlok >10% setelah jam perdagangan. **Poin Kunci:** 1. **Pertumbuhan & Panduan Kuat:** Panduan pendapatan inti tahunan $855-$865 juta (naik 69%) lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Pendapatan layanan cloud melonjak 178%. 2. **Transformasi Model Bisnis:** CBRS beralih dari "menjual chip" ke "menjual daya komputasi" (cloud). Untuk memenuhi kontrak komputasi inferensi besar dengan OpenAI (>$20 miliar) dan AWS, perusahaan lebih banyak menempatkan perangkat keras ke cloud miliknya sendiri, yang sementara mengurangi margin. 3. **Tantangan:** Konsentrasi pelanggan masih tinggi (86% pendapatan dari dua entitas terkait UEA). Realisasi pendapatan penuh dari kontrak OpenAI dan AWS membutuhkan waktu (2026/2027). Valuasi tetap tinggi (~50x P/S berdasarkan panduan 2026). 4. **Logika Bull vs Bear:** Para **bull** percaya keunggulan kecepatan chip Cerebras untuk inferensi AI akan merebut pangsa pasar, didukung kontrak besar. Para **bear** meragukan keunggulan tersebut bisa bertahan, khawatir dengan margin yang lebih rendah dari model cloud, konsentrasi pelanggan, dan risiko pelepasan saham insider jika kapitalisasi pasar tetap di atas $40 miliar.

marsbit1j yang lalu

CBRS Laporan Keuangan Pertama Setelah IPO: Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat Namun Panduan Margin Kotor Turun Drastis, Realisasi Kontrak OpenAI Membutuhkan Waktu Lama

marsbit1j yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit1j yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片