回顾历史,美联储的加息逻辑是什么?

比推Dipublikasikan tanggal 2022-09-29Terakhir diperbarui pada 2022-09-30

Abstrak

美联储Minneapolis 银行行长Neel Kashkari 在周二重申美联储的紧缩政策。

于公于私,美联储的加息都会进行下去。

美联储Minneapolis 银行行长Neel Kashkari 在周二重申美联储的紧缩政策。

他在线上活动中说,美联储需要收紧货币政策, 直到确认潜在通胀下降,然后再确定下一步的政策方向。

这再一次明白无误的表达了美联储加息的决心。 美国股市已经正式进入熊市,而加密市场和股市的密切相关也使美联储的宏观政策影响更加深远。

美联储上周三将基准利率再上调75个基点至 3%-3.25% 的区间。 央行官员预计到 2022 年底将加息至 4.4%。由于今年仅剩两次政策会议,央行有可能在年底之前再次加息 75 个基点。

美联储现在想要避免的是70年代的错误,70年代恶性通货膨胀也是因为当时决策者看到经济走弱,通货膨胀开始下降,然后美联储对于经济的误判使他们过早的停止了紧缩政策,开始减息,结果使得通货膨胀再次爆发,无可控制。直到Paul Volker 祭出杀手在1981年加息至21.5%,才牢牢控制了通货膨胀。但代价是美国陷入了严重的经济衰退。

在6月份,前美国财长部长、现哈佛大学教授萨默斯在媒体访谈节目中就提醒美联储不要重复当年的错误。

“如果我们要经历一段痛苦时期,那么确保我们确实能杀死通胀这条巨龙将是非常重要的。” 萨默斯说,“有很多失败的例子,上世纪70年代是一个典型,当时政策制定者所做的事情就好比,在感觉良好的时候,就停止了抗生素,即使10天的疗程还没有结束。”

其实美联储主席鲍威尔自从开始紧缩之时起就明确向市场表示了控制通货膨胀的决心,对于美国来说,即便是有经济衰退的担忧,但是通货膨胀显然是一个更大的敌人,美联储为了自己的声誉以及美国经济未来的平稳发展,必须这样做。

美联储由于误判,加息过于迟缓。 2021年的季度预测显示,在年初美联储预计第四季度的个人消费支出通货膨胀(PCE Inflation)是1.8%,而实际上是5.5%。如此严重的预测失误也使得鲍威尔在2021年的大部分时间在眼看着的物价上涨面前,坚持认为通胀只是暂时性的,错失了加息的最佳时间。如今为了避免出现70年代那样的高通胀,只能是大刀阔斧加息。

可以说美联储的加息不仅仅是要控制通货膨胀,而且是为了捍卫美联储甚至是鲍威尔个人的声誉。 自从70年代以来, 美联储的双重责任, 一是控制通货膨胀,将其控制在2%左右, 二是保障就业。 至于资本市场的起落不在美联储的职责之内。Paul Volker 因为控制了通货膨胀,即使让美国经济陷入了深度衰退,依然被祭上了圣坛,广受赞美。一直到奥巴马当政都深度参与美国金融政策的制定,金融危机之后的Vokler Rule 就是他的手笔。我在2018年曾经拜访过Volker ,当时他已经年迈但是思路依然非常清新。

(本文作者与Paul Volker合影)

美联储在去年已经犯了大错,加息过晚, 现在鲍威尔不可能不为美联储和自己的声誉考虑。如果不能控制控货膨胀,未来美国经济的灾难都可以指其为祸首。而如果为了控制通货膨胀而让经济陷入衰退则是一个可以理解的选择。目前学界已经对鲍威尔的专业水平有所非议。鲍威尔是普林斯顿大学政治学士及乔治城大学法律博士,不是经济学博士。 很多人认为如果前美联储主席伯南克在位,美联储不会犯这样的错误。

伯南克在2008年金融危机爆发时力挽狂澜。作为普林斯顿大学经济学的教授, 他倾其一生研究的就是大萧条之后美联储的应对失误。 他曾经在2002年庆祝米尔顿·弗里德曼90岁生日时说,“有关大萧条,你是正确的,我们(联邦储备系统)当时的确做错了。我们真的很抱歉。”并且保证不会再犯类似的错误。 果真在金融危机爆发时,他将一生所学投入到解决危机之中。 虽然说金融危机时的救市带来了道德风险, 但是客观的说, 正是因为伯南克的专业水准,2008的金融危机才没有造成类似大萧条那样的灾难。

美联储主席是极其重要的位置,身在其位的人,其政治遗产和声誉都会受到非常严苛的评价。即使如格林斯潘那样盛极一时的金融沙皇,因为在其任上长期的低利率政策导致的次贷危机都使声誉受损。作为举世瞩目的人物,他的画像曾经很受欢迎,但是在2008年金融危机后就乏人问津。

那么现在面对史无前例的通货膨胀,无论于公于私,鲍威尔领导的美联储都会坚决的将加息进行下去。 根据上周三美联储发布的预测中值,将在 2023 年将利率提高至 4.6%,然后才有可能停止对抗飙升的通胀。

Bacaan Terkait

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

Sejak awal tahun, pionir Bitcoin Adam Back dan perusahaan yang didirikannya, Blockstream, berada di pusat perhatian komunitas kripto. Baru-baru ini, akun investigasi NatInfoSec menerbitkan artikel panjang yang menuduh Blockstream melakukan penipuan serius terkait penerbitan obligasi pertambangan Bitcoin (BMN). Tuduhan utama mencakup: 1. **Kapasitas dan Kemampuan Pembayaran yang Dipertanyakan**: Untuk memenuhi kewajiban BMN yang diterbitkan, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) lebih dari 20 EH/s, bahkan hingga 45 EH/s. Namun, dasbor mereka hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang sesuai (seperti data jaringan listrik, impor perangkat keras, atau atribusi kolam penambangan) untuk mendukung skala kewajiban tersebut. Klausul "Substitute Performance BTC" dalam BMN2 juga memungkinkan Blockstream menggunakan BTC dari sumber mana pun untuk pembayaran tanpa perlu mengungkapkan asalnya. 2. **Imbal Hasil Tinggi dengan Risiko Utang**: Beberapa tingkat obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun. Di industri pertambangan Bitcoin yang sangat siklis, imbal hasil tetap setinggi itu dianggap berisiko tinggi dan memerlukan penjelasan yang jelas. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Chris Cook**: Christopher William Cook, seorang figur kunci di bisnis pertambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional yang dipisahkan), memiliki catatan kriminal. Pada 2008, ia dihukum karena penipuan pos dengan hukuman penjara 41 bulan. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga disebutkan secara menyesatkan tentang pengalaman kerjanya di NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR/SPAC**: NatInfoSec mempertanyakan apakah catatan Cook dan kewajiban potensial BMN seharusnya diungkapkan dalam dokumen SEC untuk Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang terkait dengan Adam Back dan berencana go public melalui SPAC. Namun, analis seperti BitMEX Research berpendapat bahwa karena struktur hukum yang terpisah dan tidak adanya jaminan grup, risiko BMN tidak serta merta menjadi risiko BSTR. BitMEX Research mengakui bahwa latar belakang Cook kemungkinan benar dan menyuarakan kekhawatiran tentang imbal hasil tinggi, tetapi menilai bukti untuk tuduhan lain tidak memadai. Debat komunitas berpusat pada **kemampuan untuk memverifikasi** daya komputasi sebenarnya, sumber pendapatan, dan asal BTC yang digunakan untuk pembayaran kupon BMN. Pertanyaan inti yang belum terjawab meliputi: skala pasti dan batas tanggung jawab BMN, kecukupan daya komputasi tambang untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap 20%, keterlibatan Cook, dan verifikasi aset cadangan untuk pembayaran. Hingga saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan sistematis terhadap kontroversi ini.

链捕手54m yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

链捕手54m yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

**Ringkasan: Arbitrase Judul Pekerjaan di Era AI** Artikel ini membahas pentingnya penamaan atau "judul" (title) pekerjaan sebagai strategi dalam merebut talenta dan membentuk persepsi di era AI, yang disebut sebagai "title arbitrage". Konsep ini diilustrasikan dengan contoh **FDE (Forward-Deployed Engineer)** yang dipopulerkan Palantir. Alih-alih disebut sebagai "insinyur implementasi" atau "dukungan pelanggan", FDE mendefinisikan ulang pekerjaan teknis di lokasi klien sebagai peran inti yang kompleks dan bernilai tinggi, menarik talenta rekayasa yang juga mahir menghadapi klien. Judul pekerjaan adalah **bahasa organisasi**. Perubahannya (misalnya dari "programmer" ke "software engineer", atau "clerk" ke "data scientist") mencerminkan pergeseran nilai strategis suatu kemampuan dalam bisnis. Penamaan yang tepat mengakui dan memberi legitimasi pada kemampuan baru. Di era AI, transformasi bukan hanya tentang alat yang lebih pintar, tetapi tentang kemunculan **individu berpengaruh baru** dalam organisasi—mereka yang mahir menggunakan AI, mengotomatisasi alur kerja, dan menerjemahkan masalah kompleks menjadi sistem. Judul baru seperti **Legal Engineer** atau **GTM Engineer** membantu mengidentifikasi, memberi wewenang, dan mempertahankan talenta semacam ini. Bagi startup AI, menciptakan dan mempopulerkan judul pekerjaan baru untuk peran yang lahir dari produk mereka adalah strategi. Ini membantu klien dalam mobilisasi internal dan membangun asosiasi kuat antara perusahaan dengan kemampuan spesifik tersebut. Kesimpulannya, dalam dunia perangkat lunak AI di mana batas antara produk dan layanan kabur, kemampuan untuk mendefinisikan, menamai, dan mengorganisir peran baru—terutama yang menjembatani produk dengan masalah nyata klien—dapat menjadi pembeda kompetitif dan dasar bagi keunggulan yang berkelanjutan.

marsbit2j yang lalu

a16z: Di Era AI, Perebutan Talenta Perusahaan Dimulai dari Pemberian Nama Jabatan

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片