Bitcoin Spot Trading Volume Soars To New 2022 Highs

newsbtcDipublikasikan tanggal 2022-09-15Terakhir diperbarui pada 2022-09-15

Abstrak

Data shows the Bitcoin spot trading volume has shot up recently, and has created a new high for the year 2022 so far. Bitcoin Spot Trading Volume Observes Sharp Uptrend...

Data shows the Bitcoin spot trading volume has shot up recently, and has created a new high for the year 2022 so far.
""

Bitcoin Spot Trading Volume Observes Sharp Uptrend
""

As per the latest weekly report from Arcane Research, the 7-day average BTC volume has now hit a new yearly high of around $11.4 billion.

""

The “spot trading volume” is an indicator that measures the total amount of Bitcoin being transacted on spot exchanges on any given day.

""

When the value of this metric is high, it means a large number of coins are observing movement in the spot markets. Such a trend shows investors are active at the moment.
""

On the other hand, low values of the indicator suggest there isn’t much activity happening on exchanges right now. This kind of trend may be a sign that investor interest around the crypto is low currently.
""

Now, here is a chart that shows the trend in the 7-day moving average Bitcoin spot trading volume over the past year:

Bitcoin Trading Volume

The 7-day MA value of the metric seems to have sharply risen up in recent days | Source: Arcane Research's The Weekly Update - Week 36, 2022
""

As you can see in the above graph, the Bitcoin spot trading volume has seen a sharp spike in its value recently.
""

The value of the indicator is now about $11.4 billion, the highest seen in not just this part of 2022 so far, but also in general over the last twelve months.
""

It looks like the exchange is seeing significantly more volume than the entire rest of the market combined, and has been doing so since a while. The reason behind this is the fee removal on certain BTC trading pairs that the platform employed a while back.
""

This encouraged traders who want to use high volume trading strategies to go to Binance, and hence the exchange’s dominance jumped up.
""

After this latest surge, Binance’s share of the 7-day average total daily Bitcoin spot trading volume has become around 87%.
""

BTC Price
""

At the time of writing, Bitcoin’s price floats around $20.3k, up 8% in the last seven days. Over the past month, the crypto has lost 17% in value.
""

The below chart shows the trend in the price of the coin over the last five days.

Bitcoin Price Chart

Looks like the value of the crypto has crashed down over the last couple of days | Source: BTCUSD on TradingView

Bacaan Terkait

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

Pada pertengahan Juni, tiga peristiwa industri — pembatasan akses Fable 5 karena kepatuhan regulasi, pengumuman open-source GLM-5.2, dan kebocoran tanggal rilis GPT-5.6 — menandai titik balik dalam industri AI global. Logika dasarnya telah berubah: Pertama, **"ketersediaan" kini lebih penting daripada "kemajuan teknis"**, dengan rantai pasok model besar memasuki fase "sistem ganda": model tertutup yang dikontrol dan model open-source lokal. Kedua, **penghalang kompetisi raksasa model tertutup bergeser**. Fokus teknis beralih dari "kecerdasan bahasa" ke "kecerdasan spasial (model dunia)" yang sangat bergantung pada komputasi. Ketiga, menghadapi risiko kepatuhan regulasi lintas batas yang常态, **desain arsitektur "model-agnostic" telah menjadi kebutuhan dasar bagi pengembang aplikasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis**. Fable 5 (Anthropic) dibatasi aksesnya bagi non-warga AS hanya 72 jam setelah diluncurkan, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kini berbanding lurus dengan risiko regulasi. Di sisi lain, model open-source seperti GLM-5.2 menawarkan peningkatan kinerja yang stabil dan keunggulan biaya signifikan (hingga 90% lebih murah), sekaligus menjadi cadangan penting untuk manajemen risiko kepatuhan perusahaan global. Sementara itu, GPT-5.6 dikabarkan akan fokus pada "kecerdasan spasial" atau "model dunia", berusaha membangun keunggulan baru di bidang seperti simulasi industri dan robotika yang membutuhkan daya komputasi masif. Kesimpulannya, logika evaluasi infrastruktur AI telah berubah dari sekadar kinerja teknis menjadi pertimbangan gabungan antara kinerja, kepatuhan regulasi, dan stabilitas akses. Bagi pengembang, ketergantungan pada API tertutup tunggal mengandung risiko tinggi. Menerapkan arsitektur "model-agnostic" untuk memungkinkan peralihan cepat ke alternatif open-source lokal telah menjadi prinsip dasar untuk menjaga kelangsungan bisnis.

marsbit4j yang lalu

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

marsbit4j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

Perang subsidi token antara raksasa AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sifatnya berbeda dari perang subsidi era internet. Analisis dari SemiAnalysis menunjukkan bahwa harga token saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan paket berlangganan AI premium bahkan mungkin disubsidi hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganannya. Namun, tidak seperti layanan seperti taksi online atau pengiriman makanan, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dan pengembang dapat dengan mudah beralih antara model AI karena API yang semakin standar. Ini berarti begitu subsidi dihentikan dan harga dinaikkan, pengguna bisa langsung beralih. Bill Maris dari Google Ventures memprediksi dengan keyakinan 100% bahwa Google, dengan pendapatan iklannya yang besar, bisa memotong harga token hingga 80% sebagai senjata. Bagi OpenAI dan Anthropic yang bergantung pada pendanaan investor, hal ini akan menjadi tekanan bisnis yang berat, terutama setelah mereka masuk bursa dan harus menunjukkan profitabilitas. Dua skenario akhir yang mungkin adalah: 1) skenario monopolistik ala internet di mana satu pemenang muncul dan kemudian menaikkan harga, atau 2) skenario "listrik-air-bahan bakar" di mana token menjadi infrastruktur dasar yang terstandarisasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berargumen bahwa skenario kedua lebih mungkin karena kurangnya efek penguncian pada token AI. Kompetisi ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan permainan tanpa akhir untuk tetap berada di meja permainan. Bagi pengguna, selama perang subsidi ini berlanjut, mereka akan terus menikmati akses ke kemampuan AI canggih dengan biaya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan biaya komputasi sebenarnya.

marsbit4j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片