JPMorgan seeking hire to push banking products onto metaverse, crypto companies

THE BLOCKDipublikasikan tanggal 2022-09-11Terakhir diperbarui pada 2022-09-11

Abstrak

JPMorgan is seeking a west coast business development specialist to push institutional payments products onto new crypto, web3 and metaverse clients.

Wall Street megabank JPMorgan is looking to expand its reach in the crypto market, seeking a new business development specialist in its payments group to target new clients across Web3, the metaverse, and crypto.

The bank — which has provided banking services for crypto exchange Coinbase — noted in a job advert on LinkedIn for a payments business development manager that the firm is keen to grow its business in merchant banking and treasury services "in the Web3, Crypto, Fintech, & Metaverse industry sub vertical."

The new hire would sit in the bank's technology, media, and telecom payments team on the West Coast.

As reported in 2020, JPMorgan took on Coinbase and Gemini as its first crypto exchange clients. More recently, the firm announced in February 2022 that it had opened up a branch in DCG-backed metaverse Decentraland.

Per the job description, the new hire would be responsible for lining up new corporate clients for a wide range of payment products, including transactional FX, liquidity and treasury services, and escrow.

"There is no industry playbook for these segments. This individual must be comfortable paving a path, creating frameworks, and working with extremely fast moving companies amongst ambiguity," the bank said. "These segments require increased technical knowledge around software that do not fit into the traditional training of front-office financial professionals."

Elsewhere, Wall Street heavyweight Citigroup was looking to hire a global head of digital asset risk management, signifying its own strategic push toward crypto services, as The Block reported in January. In August, Morgan Stanley Wealth Management was seeking a product development manager for the firm’s Investment Solutions Product Development team, which is responsible for supporting more than $900 billion in assets under management.

To be sure, such job ads don't necessarily mean banks are moving into new crypto opportunities at breakneck speed, as previously noted by Bitwise CEO Hunter Horsley.

“Hiring a mid-level person to work on something like this doesn’t guarantee a product comes to market,” said Horsley.

Bacaan Terkait

IPO Unitree Menuju Tahap Akhir! Mengurai Es dan Api di Dalam Prospektus 'Robot Humanoid Pertama yang Melantai di Bursa'

**Ringkasan: IPO Unitree Robotics, "Manusia Robot" Pertama yang Akan Melantai di Bursa** Unitree Robotics, produsen robot humanoid (berbentuk manusia) dengan penjualan tertinggi di dunia, akan menjalani persidangan IPO di Bursa Sains dan Teknologi Shanghai pada 1 Juni, dengan target mengumpulkan dana $6.2 miliar. **Titik Terang (Api):** * **Pertumbuhan Eksplosif:** Pendapatan melonjak 335% menjadi sekitar $252 juta pada 2025, didorong oleh peralihan fokus dari robot berkaki empat (anjing robot) ke robot humanoid, yang kini menyumbang lebih dari setengah pendapatan. * **Kepemimpinan Pasar:** Unitree menjual sekitar 5.500 unit robot humanoid pada 2025, menjadi produsen terbesar secara global, mengungguli pesaing seperti Figure AI dan Agility Robotics. * **Model Bisnis Terintegrasi Vertikal:** Perusahaan merancang dan memproduksi sebagian besar komponen inti (motor, reduksi, sensor, dll.) secara mandiri. Hal ini menurunkan biaya produksi secara signifikan dan mendongkrak margin kotor mendekati 60%, angka yang sangat tinggi untuk perusahaan perangkat keras. * **Profitabilitas:** Unitree telah mencapai profitabilitas (GAAP) pada 2024. **Tantangan (Es):** * **Pasar yang Masih Sangat Awal:** Target produksi jangka panjang (75.000 robot humanoid per tahun) menunjukkan industri ini masih dalam tahap sangat dini. * **Permintaan Terbatas untuk Aplikasi "Nyata":** Sebagian besar (74%) penjualan robot humanoid saat ini berasal dari segmen **penelitian dan pendidikan**. Untuk pasar komersial/konsumen (17% penjualan), penggunaan utamanya masih sebagai **atraksi atau pemajangan** di toko atau pameran. Aplikasi industri yang sebenarnya (seperti inspeksi, logistik) hanya menyumbang **3-4%** dari total penjualan robot humanoid. * **Fokus pada Perangkat Lunak (Model AI) Masa Depan:** Unitree berencana mengalokasikan sekitar $300 juta dari dana IPO untuk pengembangan model AI "embodied" (VLA dan WMA) selama tiga tahun ke depan. Mereka menyadari bahwa keunggulan perangkat keras saat ini mungkin tidak bertahan lama jika komponen menjadi terstandarisasi, sehingga kepemimpinan di lapisan model/perangkat lunak akan menjadi kunci. **Kesimpulan:** Unitree menunjukkan kinerja keuangan dan kepemimpinan manufaktur yang kuat di ruang robotika yang sedang berkembang pesat. Namun, laporan mereka juga mengungkap kenyataan bahwa adopsi robot humanoid untuk aplikasi produktif skala luas masih sangat terbatas, dengan sebagian besar permintaan saat ini datang dari dunia akademik dan untuk tujuan demonstrasi. Masa depan kompetisi akan bergantung pada kemajuan di bidang model AI dan penemuan use-case industri yang lebih bernilai.

marsbit38m yang lalu

IPO Unitree Menuju Tahap Akhir! Mengurai Es dan Api di Dalam Prospektus 'Robot Humanoid Pertama yang Melantai di Bursa'

marsbit38m yang lalu

IOSG: DeFi Ada di Saat Paling Berbahaya, Kerentanan Sebenarnya Bukan dalam Kode

IOSG melaporkan bahwa keamanan DeFi kini menghadapi ancaman terbesarnya, di mana kerentanan utama bukan lagi pada kode, melainkan pada infrastruktur operasional yang diandalkan. Pada April 2026, serangkaian peretasan besar—seperti pada Drift Protocol (kerugian $285 juta akibat rekayasa sosial terhadap multi-signature), KelpDAO ($292 juta karena konfigurasi validator tunggal di jembatan silang), dan Wasabi Protocol ($4,5 juta akibat kunci privat administrator)—menunjukkan pola yang sama: kegagalan pada lapisan operasional di luar kontrak pintar, seperti kunci privat, validator jembatan, atau kontrol administratif yang terpusat. Insiden ini mengungkap kesenjangan antara model mental "hukum adalah kode" dengan realitas "OpenFi"—sistem yang terbuka dan dapat diaudit, tetapi masih bergantung pada pihak ketiga tepercaya dalam operasionalnya. Kerentanan ini diperparah oleh komposabilitas DeFi, di mana kegagalan satu protokol kecil dapat memicu arus keluar dana besar-besaran di protokol lain, seperti yang terjadi pada Aave setelah peretasan KelpDAO. Laporan ini menekankan perlunya kejujuran dalam mengungkap asumsi kepercayaan, peningkatan standar keamanan operasional, dan pemahaman bahwa setiap leverage operasional (seperti kemampuan membekukan aset) merupakan pedang bermata dua—dapat digunakan untuk respons darurat tetapi juga menjadi titik serangan. Masa depan DeFi yang berkelanjutan bergantung pada transparansi, peningkatan keamanan operasional, dan kemampuan menarik modal institusional dengan model risiko yang jelas.

marsbit49m yang lalu

IOSG: DeFi Ada di Saat Paling Berbahaya, Kerentanan Sebenarnya Bukan dalam Kode

marsbit49m yang lalu

Serenity, Raja Rekomendasi Saham AS: Masuk Lebih Awal dari Lembaga pada Posisi Rendah, Raih Return Tahunan 3840%

Serenity, yang dikenal sebagai "Raja Sinyal Saham AS", mengklaim telah mencapai tingkat pengembalian tahunan sebesar 3840,39% pada tahun ini. Dengan lebih dari 35.800 pengikut di platform X, dia berfokus pada investasi di sektor AI dan semikonduktor, terutama pada perusahaan-perusahaan yang kurang dikenal dalam rantai pasokan AI yang dianggap sebagai titik "chokepoint" atau hambatan kritis. Menggunakan pendekatan investasi "Chokepoint", Serenity mengidentifikasi perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki posisi strategis dan hampir tak tergantikan dalam rantai pasokan AI, seperti penyedia bahan atau komponen khusus. Salah satu rekomendasinya yang terkenal adalah saham AXTI, yang menurutnya telah menghasilkan keuntungan lebih dari 10.000%. Meskipun klaim kinerjanya spektakuler, identitas asli Serenity tetap misterius. Dia tidak pernah membagikan bukti portofolio aktual dalam nilai nominal, hanya presentase pengembalian. Beberapa pihak mempertanyakan keaslian klaimnya dan mencurigai adanya potensi manipulasi pasar, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil. Namun, Serenity membela diri dengan menyatakan bahwa tujuannya adalah berbagi informasi berharga secara gratis kepada investor ritel sebelum institusi besar masuk, sehingga mereka juga bisa mendapat keuntungan. Semua analisis dan rekomendasinya dibagikan secara terbuka di X dengan biaya langganan yang sangat rendah, menentang model komunitas berbayar yang umum. Apakah dia seorang jenius investasi atau hanya pemain pasar yang cerdik, masih menjadi pertanyaan yang hanya waktu yang bisa menjawabnya.

marsbit57m yang lalu

Serenity, Raja Rekomendasi Saham AS: Masuk Lebih Awal dari Lembaga pada Posisi Rendah, Raih Return Tahunan 3840%

marsbit57m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片