The Next Bull Run May Be Some Time off, but These Are the Trends That Will Lead It

beincryptoDipublikasikan tanggal 2022-09-08Terakhir diperbarui pada 2022-09-08

Abstrak

Messari named the seven trends most likely to fuel the next bull run.

Crypto analytics firm Messari has identified seven unique trends that could catalyze the next great crypto bull run.

According to the analytics company, “The next major bull market will be driven by technology and trends currently being built out.”

As Messari themselves state, not all trends are equally valuable. To measure their potential the industry experts used a number of criteria including the total addressable market, value capture potential and competition. These are the seven trends they identified to power the next crypto bull run.

Apps

With a huge total addressable market, Apps will figure highly in the next crypto bull run. Messari predicts that “protocols in the application layer will start to accrue more relative value when compared to Layer 1 and Layer 2 tokens.

Apps are already highly profitable, have proven business models, and are quick to adapt and to adopt new chains. Apps could provide the rocket fuel of the next bull run.

Ones to watch: Aave, MakerDAO, Curve, Uniswap, Frax, Balancer, dYdX, Synthetix, Lido

Decentralized social trends

The concept of decentralized social, is to create completely “open, customizable and ownable” social media.

The total addressable market is colossal, but due to networking effects social media has always been a winner-takes-all, zero-sum game. Case in point: Myspace and Facebook. It’s one or the other, but not both.

If any decentralized social company can navigate the risks and chart a path to become No. 1 in their field, the rewards will be huge. History suggests that second-best efforts will have much less joy, and even less longevity.

Ones to watch: Lens, Farcaster, Orbis, DeSo, CyberConnect, Phaver, Lenster, Ceramic, Lit

Web3 gaming trends

Much like decentralized social, Web3 gaming is a sector brimming with potential. Games like Axie Infinity have proven that there is a huge market for this type of product, and a profitable one at that.

What about sustainability? Like Icarus, many Web3 games have found themselves soaring to the heavens, but their waxy wings only ever last so long. Competition in the sector is fierce, but a sustainable economic model for Web3 gaming could change the landscape for the entire crypto sector.

Ones to watch: StepN, ImmutableX, Axie Infinity, Stardust, Enjin, Sandbox, Illuvium, Webaverse, NOR

New Layer 1s (blockchains)

Another major driving factor for the next bull run could be a batch of new Layer 1 protocols, or blockchains as the industry used to call them. The next generation of blockchains will have to carve out a niche for themselves in an already crowded market. For these upstart chains the name of the game is specialization. Expect to see more chains designed specifically for gaming, decentralized finance (DeFi) and other market sectors.

Ones to watch: Aptos, Sui, Sei, Canto, 0L Network

Web3 infrastructure trends

Decentralized apps need decentralized infrastructures. Web3 infrastructure protocols build out networks of physical services that support the next generation of decentralized apps. The potential is there, but it’s capitalizing on it that counts.

Ones to watch: Helium, Pollen, Hivemapper, Livepeer, Filecoin, Arweave, RNDR, DIMO, Akash

Modular chain architectures

By breaking chains into individually optimized components, modular chain architectures hope to increase scalability at a lower cost. The exact mechanics of this process vary, but often involve parallel transactions, or horizontal scaling. Confused? Just think bigger, better, cheaper, faster.

Ones to watch: Ethereum, Celestia, Polygon, Arbitrum, Cosmos, Fuel

Ethereum rollups

Unlike modular chain architectures which use a modularized base layer, Ethereum rollups all use Ethereum as the base layer. Rollups helps to scale the Ethereum network by increasing speeds while reducing transaction costs, further encouraging ecosystem growth. Ethereum is such an important player in the wider crypto ecosystem that rollups could be a significant factor in the next bull run.

Ones to watch: Arbitrum, Polygon, Optimism, Scroll, Starkware

Bacaan Terkait

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

Pada pertengahan Juni, tiga peristiwa industri — pembatasan akses Fable 5 karena kepatuhan regulasi, pengumuman open-source GLM-5.2, dan kebocoran tanggal rilis GPT-5.6 — menandai titik balik dalam industri AI global. Logika dasarnya telah berubah: Pertama, **"ketersediaan" kini lebih penting daripada "kemajuan teknis"**, dengan rantai pasok model besar memasuki fase "sistem ganda": model tertutup yang dikontrol dan model open-source lokal. Kedua, **penghalang kompetisi raksasa model tertutup bergeser**. Fokus teknis beralih dari "kecerdasan bahasa" ke "kecerdasan spasial (model dunia)" yang sangat bergantung pada komputasi. Ketiga, menghadapi risiko kepatuhan regulasi lintas batas yang常态, **desain arsitektur "model-agnostic" telah menjadi kebutuhan dasar bagi pengembang aplikasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis**. Fable 5 (Anthropic) dibatasi aksesnya bagi non-warga AS hanya 72 jam setelah diluncurkan, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kini berbanding lurus dengan risiko regulasi. Di sisi lain, model open-source seperti GLM-5.2 menawarkan peningkatan kinerja yang stabil dan keunggulan biaya signifikan (hingga 90% lebih murah), sekaligus menjadi cadangan penting untuk manajemen risiko kepatuhan perusahaan global. Sementara itu, GPT-5.6 dikabarkan akan fokus pada "kecerdasan spasial" atau "model dunia", berusaha membangun keunggulan baru di bidang seperti simulasi industri dan robotika yang membutuhkan daya komputasi masif. Kesimpulannya, logika evaluasi infrastruktur AI telah berubah dari sekadar kinerja teknis menjadi pertimbangan gabungan antara kinerja, kepatuhan regulasi, dan stabilitas akses. Bagi pengembang, ketergantungan pada API tertutup tunggal mengandung risiko tinggi. Menerapkan arsitektur "model-agnostic" untuk memungkinkan peralihan cepat ke alternatif open-source lokal telah menjadi prinsip dasar untuk menjaga kelangsungan bisnis.

marsbit1j yang lalu

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

marsbit1j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

Perang subsidi token antara raksasa AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sifatnya berbeda dari perang subsidi era internet. Analisis dari SemiAnalysis menunjukkan bahwa harga token saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan paket berlangganan AI premium bahkan mungkin disubsidi hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganannya. Namun, tidak seperti layanan seperti taksi online atau pengiriman makanan, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dan pengembang dapat dengan mudah beralih antara model AI karena API yang semakin standar. Ini berarti begitu subsidi dihentikan dan harga dinaikkan, pengguna bisa langsung beralih. Bill Maris dari Google Ventures memprediksi dengan keyakinan 100% bahwa Google, dengan pendapatan iklannya yang besar, bisa memotong harga token hingga 80% sebagai senjata. Bagi OpenAI dan Anthropic yang bergantung pada pendanaan investor, hal ini akan menjadi tekanan bisnis yang berat, terutama setelah mereka masuk bursa dan harus menunjukkan profitabilitas. Dua skenario akhir yang mungkin adalah: 1) skenario monopolistik ala internet di mana satu pemenang muncul dan kemudian menaikkan harga, atau 2) skenario "listrik-air-bahan bakar" di mana token menjadi infrastruktur dasar yang terstandarisasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berargumen bahwa skenario kedua lebih mungkin karena kurangnya efek penguncian pada token AI. Kompetisi ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan permainan tanpa akhir untuk tetap berada di meja permainan. Bagi pengguna, selama perang subsidi ini berlanjut, mereka akan terus menikmati akses ke kemampuan AI canggih dengan biaya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan biaya komputasi sebenarnya.

marsbit1j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

marsbit1j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

Di luar lapangan, Piala Dunia bukan hanya festival penggemar sepak bola, tetapi juga jendela langka bagi spekulasi global. Turnamen ini memusatkan perhatian, emosi, identitas, kesenjangan informasi, dan sumber daya langka selama lebih dari sebulan, menciptakan ekosistem spekulasi yang luas. Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mencatat pertumbuhan pesat, dengan volume perdagangan miliaran dolar, menawarkan narasi kekayaan baru dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang tetap menjadi tulang punggung dengan basis pengguna yang matang. Pasar saham juga bereaksi, menciptakan "saham konsep" seperti produsen ayam goreng di Korea Selatan yang harganya melonjak terkait acara nonton bareng. Pasar sekunder tiket menjadi arena arbitrase, di mana harga bisa meroket untuk pertandingan tim populer seperti Portugal, sementara tiket lain justru turun. Barang koleksi seperti stiker Panini dan jersey edisi terbatas juga menjadi komoditas spekulasi, dengan harga melambung di platform seperti eBay. Spekulasi lebih liar muncul di crypto melalui ribuan token meme bertema Piala Dunia yang sangat volatil, meski penuh risiko penipuan. Lapisan terakhir adalah bisnis informasi: alat pelacak tiket seperti SeatSidekick dan layanan berlangganan rekomendasi taruhan memanfaatkan permintaan akan data dan keunggulan informasi. Intinya, Piala Dunia telah menjadi eksperimen spekulasi raksasa di mana aliran perhatian dan emosi menciptakan jaringan perdagangan global yang menyelesaikan transaksinya sendiri jauh dari lapangan hijau.

marsbit2j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片