Here’s What’s Next for Dogecoin, Polygon, Chiliz and Two Ethereum Rivals, According to Top Crypto Trader

dailyhodlDipublikasikan tanggal 2022-08-31Terakhir diperbarui pada 2022-09-01

Abstrak

A popular crypto analyst is providing the forecast for a handful of crypto assets as...

A popular crypto analyst is providing the forecast for a handful of crypto assets as the markets try to stabilize after a rocky week of trading.
In a new strategy session, the pseudonymous Altcoin Sherpa says that Dogecoin (DOGE) actually lags behind fellow dog-themed meme coin Shiba Inu (SHIB) in terms of user popularity.
“I think it’s interesting that Dogecoin did have that move, but it’s also interesting to note that Dogecoin didn’t even lead the meme coin market, SHIB did. So Shiba will be the one that’s the first mover in these situations.
It is good to buy the laggard, and there’s a lot of opportunities to trade these types of trades, i.e. if SHIB moons really hard and DOGE is not doing anything, you can happily just long Dogecoin and then just assume that it’s going to follow.”
In the near term, Altcoin Sherpa predicts DOGE could fall to $0.058 first and then $0.052.
At time of writing, Dogecoin is trading for $0.062.
Altcoin Sherpa next looks at layer-2 scaling solution Polygon (MATIC) and says overall he expects the crypto asset to resume its downtrend despite recent price surges.
“This is still a bearish market structure, still lower highs [and] lower lows. These moves [up] overall have probably just been bearish retests…
This recent move up, although it was really good, $0.32 tripled in price to a dollar, it’s still a lower high [and]… further continuation downward is coming.”

Source: Altcoin Sherpa/YouTube Polygon is currently up less than 2.50% and valued at $0.83.
Moving on to Chiliz (CHZ), utility token of sports fan engagement platform Socios.com, the chart expert believes the altcoin’s recent rally will soon fizzle out.
“This coin did really well the last few weeks. It really outperformed a lot of other coins, but for now I think that it’s a coin that probably can be shorted.
I do think that it will provide a bounce around the $0.18 area, but I expect that we’re going to see more grinding down until we hit that area [$0.18 to $0.19]. Then we might see a more sustainable move after some consolidation and then more downtrend.”

Source: Altcoin Sherpa/YouTube Chiliz is in the red by 4.27% and changing hands for $0.20. The altcoin was worth over $0.26 just a week ago.
Altcoin Sherpa thinks $0.19 could be a decent entry point for enterprise-grade blockchain platform Fantom (FTM), but does caution that broader bear market conditions might send the token plunging.
“The range low is around $0.19. There is this floor around $0.24 that looks like it probably will be the next level up, but I’m not exactly sure if that’s going to hold. $0.19 might be a better buy if you are looking for this for the long term, but it’s also important to note that this is still just a very bearish market structure.
It’s certainly looking like if this current $0.18-$0.19 area goes, then the $0.05 area is probably next, in my opinion.”


Fantom has seen some choppy price action in recent days, currently flat and trading for $0.28.
Last on the analyst’s watchlist is Ethereum (ETH) competitor NEAR Protocol (NEAR). Altcoin Sherpa thinks the NEAR’s fate might ultimately be tied to how well Bitcoin (BTC) holds up in the future.
“Similar to the other altcoins, it has this kind of rounded bottom type of price action that looks pretty decent, but again I don’t think it’s very sustainable. It’s much more likely that price does this double bottom, maybe it’ll just chop around, maybe it’ll revisit the lows again at three bucks, and then chop around for several weeks, and then grind back up…
I think it’s likely that this just goes lower. If this does go lower and this $3 floor falls out, then I would suspect this $2.75 all the way down to $1.75 area would be the next areas up.
These are some areas of interest if Bitcoin does in fact have another leg down.”

At time of writing, Near Protocol is up by 8.05% with an asking price of $4.32.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit9j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit9j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit12j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit12j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit14j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit14j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片