美股溢价飞天!海力士的“美股-韩股”套利交易最早要到7月29日,且散户无法参与

华尔街见闻Dipublikasikan tanggal 2026-07-15Terakhir diperbarui pada 2026-07-15

Abstrak

SK海力士ADR上市仅三个交易日,相对韩国本地股的溢价已飙升至51%。然而套利机制几近完全失灵——新股转换通道要等到7月29日才开放,转换规则单向受限,个人投资者更被完全拒之门外。参照台积电ADR长期维持约19%溢价的先例,这场"价差盛宴"或将持续相当长时间。

SK海力士美国存托凭证(ADR)上市仅三个交易日,相对韩国本地股的溢价已急剧扩大至逾50%,而支撑这一价差长期存在的核心原因,正是两市之间套利机制的结构性失灵。

周二,SK海力士ADR单日大涨27%,将ADR相对首尔上市普通股的溢价推升至51%,远超上周发行时约3%的初始价差——彼时该公司通过此次ADR发行募资265亿美元。与此同时,美国各大期权交易所正式开始提供SK海力士ADR期权产品,短期看涨期权成为资金最密集的方向,进一步助推了ADR的交投热情。

然而,在ADR溢价飞涨的另一面,韩国本地股却持续承压。SK海力士本地股自ADR上市前的7月10日至14日,已累计下跌12.25%,近一周区间收益率约为-15%,较区间高点的最大回撤更达28.2%。市场原本预期ADR上市后的溢价将吸引资金买入本地股套利,但这一机制目前几乎完全失效。

套利通道物理关闭:新股上市前转换无从实现

套利失灵的直接原因,在于连接两市的"相互转换"通道尚未开放。

据韩国证券存托结算院确认,本次ADR发行所对应的韩国本地新股,预计将于7月29日在国内上市,而本地股与ADR之间的相互转换申请,须待该新股上市后方可提交。存托结算院表示,"SK海力士原股与ADR之间的相互转换申请可行日期,预计为原股国内上市预定日7月29日之后",具体转换时间表将依DR存托机构花旗银行的指示另行公告。

这意味着,在7月29日之前,通过买入本地股、转换为ADR并在美国市场卖出以套取价差的操作,在制度层面根本无法实现。套利机制的缺位,使得两市价差无法通过正常市场力量得到修正,溢价因此持续扩大。

转换规则不对称:ADR转本地股畅通,反向受限

即便7月29日后转换通道开启,制度层面的不对称设计仍将制约套利效率。

根据存托结算院的规则,ADR解除并转换为本地股时不受数量限制,可直接完成账户划转;但本地股转换为ADR时,则须在发行人设定的ADR发行上限内进行。存托结算院举例说明:若ADR可发行上限对应本地股100万股,当前已发行ADR对应90万股,则仅有不超过10万股的本地股可转换为ADR。

这一单向宽松、反向受限的机制,意味着即便套利窗口打开,可操作的转换规模也受到硬性约束,无法形成足够体量的套利压力来压缩溢价。

散户被拒门外:个人投资者无法通过MTS完成转换

结构性障碍不止于此。即便机构投资者在7月底后可以尝试套利操作,个人投资者仍被完全排除在外。

持有本地股的个人投资者,目前无法通过手机交易系统(MTS)或电脑交易系统(HTS)将本地股转换为ADR。本地股转换ADR涉及存托结算院的行政流程及外汇交易申报等复杂手续,实际上仅机构投资者具备操作能力。

一位券商人士表示,"韩国上市股份与美国上市股份之间存在价格差异,且上市数量也有限制,原则上并非不可能,但需要满足诸多条件,因此目前(面向个人的转换)服务尚未开放。"

这一现实意味着,在套利交易中,个人投资者与机构投资者之间存在明显的"不平等竞争"格局。

TSMC先例:转换摩擦或令溢价长期存在

市场分析人士认为,上述结构性制约可能使SK海力士ADR溢价在相当长时间内持续存在,台积电(TSMC)的历史走势提供了重要参照。

iM证券研究员表示,"本地股与ADR之间的相互转换存在诸多不便,导致套利难以顺畅运作",并指出"如同TSMC的案例,整体上美国ADR维持相当幅度溢价的可能性是存在的"。

有分析指出,TSMC虽然ADR解除并提取为中国台湾本地股相对自由,但本地股转换为美国ADS的过程受到审批总量与监管约束的限制。"正是由于这种套利制约,TSMC的溢价自2024年以来维持在平均19.1%的水平,2026年以来也保持在平均17.5%左右。"

综合来看,SK海力士ADR溢价的形成,既有美国投资者对全球头部存储芯片股强烈需求的基本面支撑,也有制度性套利障碍的结构性加持。在新股上市前转换通道关闭、转换规则不对称以及个人投资者被排除在外的多重约束下,这一溢价短期内难以通过市场力量自然收敛。

Bacaan Terkait

Pendiri Real Vision: Kita Hidup di Era Pertumbuhan Eksponensial

**Era Pertumbuhan Eksponensial: Saatnya untuk Memahami dan Beradaptasi** Otak manusia secara alami berpikir linear, tetapi kita sekarang memasuki era yang didorong oleh pertumbuhan eksponensial. Fenomena ini, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 2021, ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Dua kekuatan utama mendorong percepatan ini: 1. **Ekspansi Likuiditas Global**: Nilai uang terus menurun. Untuk mempertahankan daya beli, aset perlu menghasilkan sekitar 11% per tahun, didorong oleh ekspansi gabungan dari bank sentral, departemen keuangan, dan kredit perbankan di seluruh dunia. 2. **Konvergensi Teknologi Eksponensial**: Lima kurva teknologi—Kecerdasan Buatan (AI), Robotika, Energi Terbarukan (terutama surya & penyimpanan), Bioteknologi, dan Jaringan Blockchain—tidak lagi berkembang secara terpisah. Mereka sekarang saling memperkuat, menciptakan **pertumbuhan eksponensial ganda**, di mana laju pertumbuhannya sendiri semakin cepat. **AI & Tenaga Kerja Buatan**: AI dan robot mengatasi keterbatasan tenaga kerja akibat penuaan populasi, menciptakan "penawaran tenaga kerja buatan" dan mendorong deflasi biaya. **Energi sebagai Fondasi**: Ledakan komputasi AI membutuhkan energi yang sangat besar. Di sinilah tenaga surya, yang mengikuti **Hukum Wright** (biaya turun 20%+ setiap kali kapasitas global berlipat ganda), menjadi pengubah permainan. China memimpin dalam ekspansi ini. Energi murah mendukung komputasi yang murah, yang kemudian meningkatkan AI untuk mengoptimalkan jaringan energi—sebuah siklus umpan balik yang positif. **Peran Kripto**: Selain terkait dengan siklus likuiditas global, blockchain kini memiliki kebutuhan mendasar baru: menjadi infrastruktur keuangan untuk ekonomi AI masa depan, di mana miliaran agen otonom akan membutuhkan penyelesaian transaksi instan dan tanpa kepercayaan. **Bagaimana Menghadapinya?** Intinya bukan lagi "bagaimana menyelamatkan pekerjaan saya dari mesin," tetapi **"bagaimana memiliki bagian dari aset yang mendukung mesin-mesin ini."** Nilai akan mengalir kepada pemilik infrastruktur dan alat produktif. Konsep seperti **"Universal Basic Fairness"**—di mana publik secara langsung memiliki aset produktif—muncul sebagai solusi. Kita sedang dalam perjalanan menuju **"Singularitas Ekonomi"** (kira-kira 2030-2032), di mana model ekonomi tradisional mungkin tidak lagi berlaku. Data yang terukur menunjukkan bahwa ini bukanlah gelembung, tetapi realitas baru: **Era Pertumbuhan Eksponensial.**

Foresight News12m yang lalu

Pendiri Real Vision: Kita Hidup di Era Pertumbuhan Eksponensial

Foresight News12m yang lalu

Era Keemasan vs Era Krisis? Bank Sentral Korea Selatan Akan Naikkan Suku Bunga, Margin Efek ETF Leverage Direncanakan Naik 5 Kali Lipat

Wacana mengenai potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Korea (BoK) dan rencana peningkatan persyaratan margin perdagangan ETF leverage menjadi sorotan utama. Dilaporkan, BoK diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.75% pada pertemuan kebijakan moneter mendatang, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak Januari 2023. Para ahli pasar obligasi bahkan memprediksi suku bunga bisa mencapai 3.00% pada akhir tahun. Kebijakan moneter yang ketat ini muncul di tengah volatilitas tinggi di pasar saham Korea (KOSPI), yang baru-baru ini mengalami rally signifikan namun diikuti dengan penurunan tajam. Kekhawatiran atas gelembung pasar, khususnya yang didorong oleh perdagangan leverage di kalangan investor ritel, mendorong regulator dan pelaku industri bertindak. Asosiasi Investasi Keuangan Korea dikabarkan telah menyepakati prinsip untuk menaikkan persyaratan margin minimum investasi pada ETF leverage saham tunggal, seperti yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix, dari 10 juta won menjadi 50 juta won. Langkah ini bertujuan mencegah penggunaan leverage berlebihan oleh investor perorangan. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengakui ketidakstabilan pasar dan mendesak otoritas untuk menangani risiko terkait produk ETF leverage. Di sisi lain, partai oposisi mengkritik pemerintah karena dianggap mendorong perilaku spekulatif. Data menunjukkan investor asing telah melakukan penjualan aset bersih besar-besaran tahun ini, sementara investor ritel domestik justru meningkatkan pembelian dengan menggunakan pembiayaan margin. Untuk mengendalikan ekspansi kredit yang cepat, otoritas keuangan juga akan menerapkan batasan baru pada penambahan pinjaman saham bulanan oleh perusahaan fintech investasi online, efektif Agustus mendatang. Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil—mulai dari potensi kenaikan suku bunga, peningkatan persyaratan margin, pembatasan pinjaman, hingga edukasi investor—menunjukkan upaya terkonsolidasi untuk mendinginkan pasar, mengurangi leverage berisiko, dan menstabilkan pasar keuangan Korea Selatan di tengah kekhawatiran bubble dan volatilitas yang tinggi.

Odaily星球日报23m yang lalu

Era Keemasan vs Era Krisis? Bank Sentral Korea Selatan Akan Naikkan Suku Bunga, Margin Efek ETF Leverage Direncanakan Naik 5 Kali Lipat

Odaily星球日报23m yang lalu

8 Jam, $150 Jadi $200 Ribu, Tahun Ini Banyak "Anak Terpilih" di Kalangan Penambang Bitcoin

Judul: 8 Jam, $150 Jadi $200.000, Tahun Ini Banyak 'Orang Terpilih' di Kalangan Penambang Bitcoin Pada 10 Juli dini hari, seorang penambang Bitcoin menghubungkan perangkat Bitaxe Gamma senilai $150 ke stopkontak dan WiFi rumah, menambang di Public Pool selama 8 jam, dan secara ajaib berhasil menambang blok 957382, mendapatkan 3,1382 BTC senilai sekitar $200.000. Perangkat kecil seukuran router ini hanya memiliki daya komputasi di bawah 1 TH/s. Dengan tingkat kesulitan jaringan Bitcoin saat itu, secara teoritis dibutuhkan sekitar 16.701 tahun untuk menemukan satu blok, namun keberuntungannya hanya memakan waktu 8 jam dengan probabilitas kemenangan sekitar 1 dalam 18,3 juta, setara dengan memenangkan lotere. Kasus 'keberuntungan ekstrem' semacam ini bukan kali pertama terjadi tahun ini. Sejak Februari, beberapa penambang individu dengan perangkat berdaya rendah atau sewa daya komputasi telah berhasil menambang blok dan mendapatkan hadiah 3 BTC lebih. Misalnya, di bulan Maret, perangkat Bitaxe Pocket Rig berdaya 480 GH/s berhasil menemukan blok dengan probabilitas harian hanya beberapa puluh juta分之一. Menurut statistik CoinDesk, dalam 12 bulan terakhir, penambang individu telah menambang total 24 blok, dengan 12 di antaranya terjadi pada tahun 2026. Meskipun demikian, lebih dari 99,9% blok Bitcoin masih dikendalikan oleh kolam penambangan industri raksasa seperti Foundry USA dan AntPool. Kisah-kisah penambang kecil yang beruntung ini lebih mirip orang biasa yang memenangkan lotere, bukan tren industri. Inti dari penambangan Bitcoin tetaplah seperti lotere matematika, di mana sebagian kecil orang meraih kemenangan besar yang menjadi berita utama, sementara sebagian besar lainnya hanya membayar tagihan listrik. Tahun ini, tampaknya 'lotere' tersebut lebih memihak para pemain yang mencoba peruntungan dengan modal kecil.

Foresight News49m yang lalu

8 Jam, $150 Jadi $200 Ribu, Tahun Ini Banyak "Anak Terpilih" di Kalangan Penambang Bitcoin

Foresight News49m yang lalu

JPYSC Diluncurkan, Taruhan Besar-besaran di DeFi: Membongkar Sistem Keuangan Berbasis Rantai dari Raksasa Keuangan Jepang SBI

Judul artikel: "JPYSC Diluncurkan, Investasi Besar pada DeFi, Mengurai Sistem Keuangan On-Chain Raksasa Keuangan Jepang SBI" Artikel ini membahas ekspansi agresif grup keuangan tradisional Jepang, SBI Holdings, ke dalam ekosistem aset digital dan keuangan on-chain. Di tengah pasar kripto yang lesu, SBI aktif menjadi sponsor utama konferensi Web3 WebX di Tokyo, yang mencerminkan komitmennya pada inovasi digital. Strategi SBI berfokus pada pembangunan sistem keuangan on-chain yang terintegrasi, yang terdiri dari lapisan penyelesaian, aset, pasar, dan manajemen aset. Langkah-langkah konkretnya termasuk: 1. **Stablecoin**: Meluncurkan JPYSC, stablecoin yen Jepang pertama dengan struktur wali amanat, serta mendukung perdagangan USDC dan RLUSD di platformnya, SBI VC Trade, untuk membangun jaringan penyelesaian yen dan dolar. 2. **Aset Tokenisasi (RWA)**: Berinvestasi dan bermitra dengan Startale (mengembangkan jaringan Strium) dan DigiFT untuk membangun platform perdagangan aset tokenisasi seperti saham dan obligasi. 3. **Infrastruktur DeFi**: Berinvestasi besar-besaran dalam protokol pinjam-meminjam terdesentralisasi Morpho ($175 juta) dan platform manajemen risiko/strategi hasil Gauntlet ($125 juta) untuk melengkapi layanan kredit dan pengelolaan aset on-chain. 4. **Kemitraan Strategis**: Membentuk kemitraan dengan Solana Foundation untuk mengembangkan layanan RWA, penyelesaian lintas batas, dan pembayaran stablecoin. Dengan memanfaatkan lisensi keuangan, basis pelanggan, dan jaringan distribusinya yang ada, SBI bertujuan untuk menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain. Namun, sistem keuangan on-chain yang komprehensif ini masih dalam tahap pengembangan, dan efektivitas serta sinergi antar-bagiannya masih perlu diuji dalam penerapan praktis.

marsbit59m yang lalu

JPYSC Diluncurkan, Taruhan Besar-besaran di DeFi: Membongkar Sistem Keuangan Berbasis Rantai dari Raksasa Keuangan Jepang SBI

marsbit59m yang lalu

Trading

Spot
活动图片