AI乐观情绪重燃,阿斯麦绩后涨7%,韩股涨到熔断、SK海力士涨约9%,油价维持80美元高位

华尔街见闻Dipublikasikan tanggal 2026-07-15Terakhir diperbarui pada 2026-07-15

Abstrak

科技股领涨推动亚太市场强势反弹,但油价持续攀升与中东局势升级令投资者保持警惕。

科技股领涨推动亚太市场强势反弹,但油价持续攀升与中东局势升级令投资者保持警惕。

美国通胀数据低于预期,叠加AI交易热情重燃,欧洲斯托克50指数开盘涨0.2%,德国DAX指数跌0.7%,英国富时100指数跌0.5%,法国CAC 40指数跌0.1%。阿斯麦欧股涨7%,公司Q2业绩全面超预期,并上调全年业绩指引。韩国综合股价指数(KOSPI)周三收涨6.2%,盘中一度涨8%触发熔断,SK海力士涨约9%,三星电子涨约6%,韩美半导体涨约30%。

然而,中东局势持续升温为市场复苏蒙上阴影。特朗普对伊朗发出进一步军事威胁,美国同日恢复对伊朗船只的霍尔木兹海峡封锁。国际基准布伦特原油涨0.8%,报每桶85.41美元,此前两个交易日已累计飙升11%。能源价格走高引发通胀前景的不确定性,令市场风险情绪难以全面修复。

美联储主席沃什在国会作证时重申对抗通胀的立场,称6月通胀数据好于预期,但距离目标仍有较长距离,"还有大量工作要做"。

  • 欧洲斯托克50指数开盘涨0.2%,德国DAX指数跌0.7%,英国富时100指数跌0.5%,法国CAC 40指数跌0.1%。阿斯麦欧股涨7%,公司Q2业绩全面超预期,并上调全年业绩指引。
  • 韩国综合股价指数(KOSPI)周三大涨6.2%,报7284.41点,SK海力士涨约9%,三星电子涨约6%,韩美半导体涨约30%。日经225指数收涨1.5%,报68751.51点;东证指数涨1.2%,报4088.12点。
  • 美元现货指数下跌0.1%。
  • 美国10年期国债收益率变化不大,为4.59%。
  • 现货黄金下跌0.6%,至每盎司4,030.32美元。
  • 国际基准布伦特原油涨0.8%,报每桶85.41美元,此前两个交易日已累计飙升11%。

韩国领涨全球,芯片股强势反弹

欧洲斯托克50指数开盘涨0.2%,德国DAX指数跌0.7%,英国富时100指数跌0.5%,法国CAC 40指数跌0.1%。阿斯麦欧股涨7%,公司Q2业绩全面超预期,并上调全年业绩指引。

韩国综合股价指数(KOSPI)周三大涨6.2%,报7284.41点,重夺年内全球主要股指表现最佳宝座。SK海力士涨约9%,三星电子涨约6%,韩美半导体涨约30%。

半导体板块是当日最大亮点。亚洲半导体股基准指数单日上涨3.5%。SK海力士美国存托凭证(ADR)在上市仅三天后,较首尔上市股票的溢价一度突破50%。

"波动性已经消退,我们看到芯片板块出现一些回补买盘,"Phillip Securities Japan研究主管Kazuhiro Sasaki表示。他同时指出,"这与其说是科技股全面回归,不如说是板块轮动仍在延续——银行股颇具吸引力,尤其是在美国银行业交出亮眼业绩之后。"

日本方面,日经225指数收涨1.5%,报68751.51点;东证指数涨1.2%,报4088.12点。

通胀降温削弱加息预期,美元连续第二日走软

周二公布的美国通胀数据低于预期,市场对美联储本月加息的押注随之减退。彭博美元指数连续第二日下跌,对利率敏感的两年期美债收益率在周二大跌9个基点后趋于稳定,日本和澳大利亚主权债券亦录得上涨。

太平洋投资管理公司经济学家Tiffany Wilding表示,"低于预期的CPI数据令人大为宽慰",该报告"虽不会完全消除进一步加息的讨论,但实际上应可将7月加息的可能性排除在外"。

油价高企与中东风险构成通胀隐患

尽管科技与金融板块表现亮眼,能源市场的紧张态势仍令投资者不安。布伦特原油连续第三日上涨,美国和欧洲成品油市场均呈现历史性紧张,中东局势的进一步恶化可能给本已承压的消费者带来更大的油价冲击。

彭博策略师、MLIV亚洲团队负责人Garfield Reynolds指出,"成品油期货的涨幅远超原油,这意味着投资者对今年能源供应冲击迅速消退的定价过于乐观,尤其是在美伊冲突近期升级的背景下。投资者一直倾向于押注中东和欧洲战事的影响只是暂时性的,这种动态将持续困扰股票、信用和债券市场。"

GAMA Asset Management全球宏观投资组合经理Rajeev De Mello表示,"中东持续的冲突依然是市场风险情绪全面改善的主要制约因素。"

Bacaan Terkait

Pendiri Real Vision: Kita Hidup di Era Pertumbuhan Eksponensial

**Era Pertumbuhan Eksponensial: Saatnya untuk Memahami dan Beradaptasi** Otak manusia secara alami berpikir linear, tetapi kita sekarang memasuki era yang didorong oleh pertumbuhan eksponensial. Fenomena ini, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 2021, ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Dua kekuatan utama mendorong percepatan ini: 1. **Ekspansi Likuiditas Global**: Nilai uang terus menurun. Untuk mempertahankan daya beli, aset perlu menghasilkan sekitar 11% per tahun, didorong oleh ekspansi gabungan dari bank sentral, departemen keuangan, dan kredit perbankan di seluruh dunia. 2. **Konvergensi Teknologi Eksponensial**: Lima kurva teknologi—Kecerdasan Buatan (AI), Robotika, Energi Terbarukan (terutama surya & penyimpanan), Bioteknologi, dan Jaringan Blockchain—tidak lagi berkembang secara terpisah. Mereka sekarang saling memperkuat, menciptakan **pertumbuhan eksponensial ganda**, di mana laju pertumbuhannya sendiri semakin cepat. **AI & Tenaga Kerja Buatan**: AI dan robot mengatasi keterbatasan tenaga kerja akibat penuaan populasi, menciptakan "penawaran tenaga kerja buatan" dan mendorong deflasi biaya. **Energi sebagai Fondasi**: Ledakan komputasi AI membutuhkan energi yang sangat besar. Di sinilah tenaga surya, yang mengikuti **Hukum Wright** (biaya turun 20%+ setiap kali kapasitas global berlipat ganda), menjadi pengubah permainan. China memimpin dalam ekspansi ini. Energi murah mendukung komputasi yang murah, yang kemudian meningkatkan AI untuk mengoptimalkan jaringan energi—sebuah siklus umpan balik yang positif. **Peran Kripto**: Selain terkait dengan siklus likuiditas global, blockchain kini memiliki kebutuhan mendasar baru: menjadi infrastruktur keuangan untuk ekonomi AI masa depan, di mana miliaran agen otonom akan membutuhkan penyelesaian transaksi instan dan tanpa kepercayaan. **Bagaimana Menghadapinya?** Intinya bukan lagi "bagaimana menyelamatkan pekerjaan saya dari mesin," tetapi **"bagaimana memiliki bagian dari aset yang mendukung mesin-mesin ini."** Nilai akan mengalir kepada pemilik infrastruktur dan alat produktif. Konsep seperti **"Universal Basic Fairness"**—di mana publik secara langsung memiliki aset produktif—muncul sebagai solusi. Kita sedang dalam perjalanan menuju **"Singularitas Ekonomi"** (kira-kira 2030-2032), di mana model ekonomi tradisional mungkin tidak lagi berlaku. Data yang terukur menunjukkan bahwa ini bukanlah gelembung, tetapi realitas baru: **Era Pertumbuhan Eksponensial.**

Foresight News12m yang lalu

Pendiri Real Vision: Kita Hidup di Era Pertumbuhan Eksponensial

Foresight News12m yang lalu

Era Keemasan vs Era Krisis? Bank Sentral Korea Selatan Akan Naikkan Suku Bunga, Margin Efek ETF Leverage Direncanakan Naik 5 Kali Lipat

Wacana mengenai potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Korea (BoK) dan rencana peningkatan persyaratan margin perdagangan ETF leverage menjadi sorotan utama. Dilaporkan, BoK diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.75% pada pertemuan kebijakan moneter mendatang, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak Januari 2023. Para ahli pasar obligasi bahkan memprediksi suku bunga bisa mencapai 3.00% pada akhir tahun. Kebijakan moneter yang ketat ini muncul di tengah volatilitas tinggi di pasar saham Korea (KOSPI), yang baru-baru ini mengalami rally signifikan namun diikuti dengan penurunan tajam. Kekhawatiran atas gelembung pasar, khususnya yang didorong oleh perdagangan leverage di kalangan investor ritel, mendorong regulator dan pelaku industri bertindak. Asosiasi Investasi Keuangan Korea dikabarkan telah menyepakati prinsip untuk menaikkan persyaratan margin minimum investasi pada ETF leverage saham tunggal, seperti yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix, dari 10 juta won menjadi 50 juta won. Langkah ini bertujuan mencegah penggunaan leverage berlebihan oleh investor perorangan. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengakui ketidakstabilan pasar dan mendesak otoritas untuk menangani risiko terkait produk ETF leverage. Di sisi lain, partai oposisi mengkritik pemerintah karena dianggap mendorong perilaku spekulatif. Data menunjukkan investor asing telah melakukan penjualan aset bersih besar-besaran tahun ini, sementara investor ritel domestik justru meningkatkan pembelian dengan menggunakan pembiayaan margin. Untuk mengendalikan ekspansi kredit yang cepat, otoritas keuangan juga akan menerapkan batasan baru pada penambahan pinjaman saham bulanan oleh perusahaan fintech investasi online, efektif Agustus mendatang. Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil—mulai dari potensi kenaikan suku bunga, peningkatan persyaratan margin, pembatasan pinjaman, hingga edukasi investor—menunjukkan upaya terkonsolidasi untuk mendinginkan pasar, mengurangi leverage berisiko, dan menstabilkan pasar keuangan Korea Selatan di tengah kekhawatiran bubble dan volatilitas yang tinggi.

Odaily星球日报23m yang lalu

Era Keemasan vs Era Krisis? Bank Sentral Korea Selatan Akan Naikkan Suku Bunga, Margin Efek ETF Leverage Direncanakan Naik 5 Kali Lipat

Odaily星球日报23m yang lalu

8 Jam, $150 Jadi $200 Ribu, Tahun Ini Banyak "Anak Terpilih" di Kalangan Penambang Bitcoin

Judul: 8 Jam, $150 Jadi $200.000, Tahun Ini Banyak 'Orang Terpilih' di Kalangan Penambang Bitcoin Pada 10 Juli dini hari, seorang penambang Bitcoin menghubungkan perangkat Bitaxe Gamma senilai $150 ke stopkontak dan WiFi rumah, menambang di Public Pool selama 8 jam, dan secara ajaib berhasil menambang blok 957382, mendapatkan 3,1382 BTC senilai sekitar $200.000. Perangkat kecil seukuran router ini hanya memiliki daya komputasi di bawah 1 TH/s. Dengan tingkat kesulitan jaringan Bitcoin saat itu, secara teoritis dibutuhkan sekitar 16.701 tahun untuk menemukan satu blok, namun keberuntungannya hanya memakan waktu 8 jam dengan probabilitas kemenangan sekitar 1 dalam 18,3 juta, setara dengan memenangkan lotere. Kasus 'keberuntungan ekstrem' semacam ini bukan kali pertama terjadi tahun ini. Sejak Februari, beberapa penambang individu dengan perangkat berdaya rendah atau sewa daya komputasi telah berhasil menambang blok dan mendapatkan hadiah 3 BTC lebih. Misalnya, di bulan Maret, perangkat Bitaxe Pocket Rig berdaya 480 GH/s berhasil menemukan blok dengan probabilitas harian hanya beberapa puluh juta分之一. Menurut statistik CoinDesk, dalam 12 bulan terakhir, penambang individu telah menambang total 24 blok, dengan 12 di antaranya terjadi pada tahun 2026. Meskipun demikian, lebih dari 99,9% blok Bitcoin masih dikendalikan oleh kolam penambangan industri raksasa seperti Foundry USA dan AntPool. Kisah-kisah penambang kecil yang beruntung ini lebih mirip orang biasa yang memenangkan lotere, bukan tren industri. Inti dari penambangan Bitcoin tetaplah seperti lotere matematika, di mana sebagian kecil orang meraih kemenangan besar yang menjadi berita utama, sementara sebagian besar lainnya hanya membayar tagihan listrik. Tahun ini, tampaknya 'lotere' tersebut lebih memihak para pemain yang mencoba peruntungan dengan modal kecil.

Foresight News49m yang lalu

8 Jam, $150 Jadi $200 Ribu, Tahun Ini Banyak "Anak Terpilih" di Kalangan Penambang Bitcoin

Foresight News49m yang lalu

JPYSC Diluncurkan, Taruhan Besar-besaran di DeFi: Membongkar Sistem Keuangan Berbasis Rantai dari Raksasa Keuangan Jepang SBI

Judul artikel: "JPYSC Diluncurkan, Investasi Besar pada DeFi, Mengurai Sistem Keuangan On-Chain Raksasa Keuangan Jepang SBI" Artikel ini membahas ekspansi agresif grup keuangan tradisional Jepang, SBI Holdings, ke dalam ekosistem aset digital dan keuangan on-chain. Di tengah pasar kripto yang lesu, SBI aktif menjadi sponsor utama konferensi Web3 WebX di Tokyo, yang mencerminkan komitmennya pada inovasi digital. Strategi SBI berfokus pada pembangunan sistem keuangan on-chain yang terintegrasi, yang terdiri dari lapisan penyelesaian, aset, pasar, dan manajemen aset. Langkah-langkah konkretnya termasuk: 1. **Stablecoin**: Meluncurkan JPYSC, stablecoin yen Jepang pertama dengan struktur wali amanat, serta mendukung perdagangan USDC dan RLUSD di platformnya, SBI VC Trade, untuk membangun jaringan penyelesaian yen dan dolar. 2. **Aset Tokenisasi (RWA)**: Berinvestasi dan bermitra dengan Startale (mengembangkan jaringan Strium) dan DigiFT untuk membangun platform perdagangan aset tokenisasi seperti saham dan obligasi. 3. **Infrastruktur DeFi**: Berinvestasi besar-besaran dalam protokol pinjam-meminjam terdesentralisasi Morpho ($175 juta) dan platform manajemen risiko/strategi hasil Gauntlet ($125 juta) untuk melengkapi layanan kredit dan pengelolaan aset on-chain. 4. **Kemitraan Strategis**: Membentuk kemitraan dengan Solana Foundation untuk mengembangkan layanan RWA, penyelesaian lintas batas, dan pembayaran stablecoin. Dengan memanfaatkan lisensi keuangan, basis pelanggan, dan jaringan distribusinya yang ada, SBI bertujuan untuk menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain. Namun, sistem keuangan on-chain yang komprehensif ini masih dalam tahap pengembangan, dan efektivitas serta sinergi antar-bagiannya masih perlu diuji dalam penerapan praktis.

marsbit59m yang lalu

JPYSC Diluncurkan, Taruhan Besar-besaran di DeFi: Membongkar Sistem Keuangan Berbasis Rantai dari Raksasa Keuangan Jepang SBI

marsbit59m yang lalu

Trading

Spot
活动图片