Bukan Pengikut Lembah Silikon: Beberapa Pemuda yang Sedang Menempuh Doktor, Bertaruh pada Otak Terpadu Humanoid Berkaki Dua
Akhir pekan ini, sebuah video viral menunjukkan robot humanoid mengemudikan go-kart di sirkuit dengan mahir, berbelok, berakselerasi, dan bermanuver layaknya manusia. Robot itu adalah hasil kerja Symbiotic Intelligence (共生知行), perusahaan rintisan yang baru berusia dua bulan.
Didirikan oleh Ding Pengxiang (kelahiran 1996), tim intinya terdiri dari para peneliti muda kelahiran tahun 2000-an yang masih menempuh pendidikan doktoral. Mereka mengembangkan "otak" terpadu ujung-ke-ujung (end-to-end) untuk robot humanoid berkaki dua.
Berbeda dengan pendekatan mainstream yang modular (berlapis), di mana "otak" membuat keputusan dan "otak kecil" mengontrol gerakan, Symbiotic Intelligence bertaruh pada model tunggal yang langsung memproses input sensorik menjadi target gerakan sendi. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dan berpotensi mencapai skala lebih besar, mencontoh evolusi di bidang mobil otonom dan model bahasa besar.
Tantangan utamanya sangat kompleks. Robot berkaki dua dengan 29 derajat kebebasan harus menguasai dinamika tubuh penuh, menjaga keseimbangan sambil melakukan tugas. Tim mengatasi ini dengan mekanisme "DriftDistill", yang menggabungkan pembelajaran tiruan untuk akurasi tugas dengan pengetahuan gerakan bawaan untuk stabilitas.
Mereka juga menghadapi kelangkaan data. Untuk melatih model, mereka mengembangkan "TrajBooster", teknik yang menggunakan kembali data lintasan dari lengan robot dalam simulasi.
Tim ini yakin robot humanoid adalah bentuk paling serbaguna untuk berintegrasi ke lingkungan buatan manusia. Meski industri masih awal dan belum ada konvergensi arsitektur final, ambisi mereka adalah memimpin pengembangan teknologi, bukan sekadar mengikuti. Mereka berinvestasi di jalan yang paling sulin dan paling depan, memecahkan masalah penting berikutnya sebelum jawabannya jelas.
marsbit19m yang lalu