Aave just crossed $1M in swap revenue, but HERE’s what you’re missing

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-07-03Terakhir diperbarui pada 2026-07-03

Abstrak

Aave is expanding beyond its core lending and deposit services, establishing new revenue streams. The launch of its Global Dollar Hub and increased user activity have driven momentum. Notably, Aave DAO's swap revenue has surpassed $1 million since the launch of "Aave Will Win," with Ethereum being the primary contributor. This provides a new income source alongside traditional lending fees, and future features like leverage tools could further boost this growth. On-chain activity surged around the V4 Global Dollar Hub launch, briefly pushing the AAVE token price from ~$72 to ~$95 before settling near $87. Importantly, user growth remained strong despite the price pullback, with new addresses reaching 1,806 on June 30th—far above typical daily levels—and active addresses peaking at 3,144. Technical indicators like an RSI of 58 and a positive CMF suggest some underlying market strength remains.

Aave [AAVE] is no longer just growing through deposits and lending activity; they’re also also building new revenue streams. With the launch of Aave’s Global Dollar Hub and a rise in user activity, the project is picking up steam again.

Aave DAO’s swap revenue crosses $1 million!

Aave DAO’s swap revenue has crossed $1 million since the launch of Aave Will Win. The cumulative expected partner fees has risen from April, with a jump around early June and sustained growth throughout the month.

Source: X

Most of this revenue has been coming from Ethereum [ETH], while Arbitrum [ARB] and a few other chains have added smaller contributions too. Interestingly, this gives Aave another income stream beyond its usual AUM-based fees from lending markets.

With more features planned – including leverage tools, transaction builder support, and V4 support in Aave Pro – this revenue base could keep growing.

New wallet growth outlasts AAVE’s price

Beyond this, Aave’s on-chain activity jumped too. Around the launch of its V4 Global Dollar Hub, AAVE’s price moved from nearly $72 to about $95, before falling back towards $85.

Source: Santiment

However, what stands out is that user growth did not fade with the price. New AAVE addresses reached 1,806 on 30th of June, far above the usual spring pace of around 200 per day.

New address growth was also well above baseline throughout this week. In fact, active addresses were above 2,200 and at 3,144 at their highest.

AAVE holds above pullback zone

Here’s a bit of balance to this story. After the move towards the $95-$100 area, AAVE fell back below $90 on the charts.

Source: TradingView

However, the token has not fully lost its pace either. It was trading at around $87 at press time, with a small recovery attempt.

The RSI was at 58, so the rally was no longer overheated. There seemed to be some strength left still. The CMF was also positive at 0.10, indicating some buying interest.


Final Summary

  • Aave DAO crossed $1 million in swap revenue, adding a new income mode.
  • AAVE’s price hit the brakes on the charts, but new addresses hit 1,806 too.

Pertanyaan Terkait

QWhat milestone did Aave DAO recently achieve in terms of swap revenue?

AAave DAO recently crossed $1 million in swap revenue.

QWhich blockchain contributed the most to Aave's swap revenue, according to the article?

AEthereum contributed the most to Aave's swap revenue.

QWhat significant development coincided with a jump in Aave's on-chain activity and price?

AThe launch of Aave's V4 Global Dollar Hub coincided with a jump in on-chain activity and price.

QDespite a price pullback, what metric showed strong and sustained growth for Aave?

AThe creation of new AAVE addresses showed strong and sustained growth, reaching 1,806 on June 30th.

QWhat are two future features mentioned that could help grow Aave's new revenue base?

AFuture features mentioned include leverage tools and transaction builder support, along with V4 support in Aave Pro.

Bacaan Terkait

Model Baru Anthropic Timbulkan 'Drama', Fable 5 yang Terkuat Tak Laku

Anthropic telah meluncurkan dua model Claude baru yang terdeteksi lebih awal, yakni "Marshmallow" (kemungkinan varian Opus 5.1) dan "Melon" (mirip Sonnet), dengan rencana rilis minggu depan. Model Marshmallow dilaporkan mengungguli Opus 5 dalam hal kelancaran percakapan. Namun, berita utama justru datang dari model andalan terbaru mereka, Fable 5. Meski diluncurkan dua bulan lalu sebagai model terkuat dan termahal Anthropic, adopsinya oleh perusahaan ternyata sangat rendah. Data dari platform Ramp menunjukkan Fable 5 hanya menyumbang sekitar 11% dari pengeluaran token bisnis di Anthropic, jauh di bawah saingannya, GPT-5.6 Sol dari OpenAI yang mencapai 25%. Kinerja Fable 5 juga terkesan kurang optimal dibandingkan model saudaranya, Opus 5, yang diluncurkan kemudian dengan harga separuhnya. Dalam beberapa pengujian seperti CursorBench 3.2, performa Opus 5 hampir menyamai Fable 5 dengan biaya yang jauh lebih murah. Tekanan juga datang dari model AI open source, yang pangsa penggunaan token-nya melonjak dari 11% menjadi 62% hanya dalam empat bulan, dengan biaya yang sangat rendah. Situasi ini membuat posisi Fable 5 sebagai model premium menjadi semakin sulit. Oleh karena itu, kemunculan Marshmallow dan Melon diduga sebagai respons Anthropic untuk mengisi celah dalam portofolionya: menawarkan model yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki harga yang lebih kompetitif untuk adopsi skala besar oleh perusahaan.

marsbit7m yang lalu

Model Baru Anthropic Timbulkan 'Drama', Fable 5 yang Terkuat Tak Laku

marsbit7m yang lalu

Tiga Bulan Setelah Anjing Rosie Meninggal, Rekam Medisnya Menjadi Sebuah Perusahaan AI Kesehatan

Kisah Rosie, seekor anjing yang menderita kanker kulit, mendorong pemiliknya Paul S. Conyngham — seorang pebisnis AI tanpa latar belakang medis — untuk merancang vaksin mRNA personal dengan bantuan alat-alat AI seperti ChatGPT dan AlphaFold. Upaya ini sempat berhasil mengecilkan beberapa tumor Rosie. Namun, Rosie akhirnya meninggal karena kanker kambuh setelah menjalani operasi. Paul menyatakan, mereka tidak cukup cepat membuat vaksin mRNA berikutnya untuknya. Kini, Conyngham mendirikan perusahaan startup bernama Gamgee, yang baru saja mendapat pendanaan seed $4 juta dari Founders Fund. Perusahaan ini bertujuan mengindustrialisasi proses pembuatan vaksin mRNA personal untuk anjing penderita kanker, mengubah "proses manual" yang dijalani Rosie menjadi alur kerja yang dapat direplikasi. Gamgee akan melakukan uji klinis di Australia, bekerja sama dengan beberapa institusi penelitian. Pendekatan ini memanfaatkan bidang onkologi komparatif, di mana kanker pada anjing memiliki banyak kesamaan biologis dengan kanker pada manusia, sehingga memiliki nilai riset yang lebih luas. Artikel ini juga menyoroti tantangan utama terapi personal: kecepatan. Meski AI dapat mempercepat desain, seluruh proses mulai dari persetujuan etika, produksi, hingga pemberian obat harus dipercepat agar sesuai dengan waktu yang dimiliki pasien. Saran utama: pemilik hewan peliharaan dengan kondisi serupa harus berkonsultasi dengan dokter hewan onkologis yang berkualifikasi, bukan hanya mengandalkan kisah viral.

marsbit16m yang lalu

Tiga Bulan Setelah Anjing Rosie Meninggal, Rekam Medisnya Menjadi Sebuah Perusahaan AI Kesehatan

marsbit16m yang lalu

Bukan Pengikut Lembah Silikon: Beberapa Pemuda yang Sedang Menempuh Doktor, Bertaruh pada Otak Terpadu Humanoid Berkaki Dua

Akhir pekan ini, sebuah video viral menunjukkan robot humanoid mengemudikan go-kart di sirkuit dengan mahir, berbelok, berakselerasi, dan bermanuver layaknya manusia. Robot itu adalah hasil kerja Symbiotic Intelligence (共生知行), perusahaan rintisan yang baru berusia dua bulan. Didirikan oleh Ding Pengxiang (kelahiran 1996), tim intinya terdiri dari para peneliti muda kelahiran tahun 2000-an yang masih menempuh pendidikan doktoral. Mereka mengembangkan "otak" terpadu ujung-ke-ujung (end-to-end) untuk robot humanoid berkaki dua. Berbeda dengan pendekatan mainstream yang modular (berlapis), di mana "otak" membuat keputusan dan "otak kecil" mengontrol gerakan, Symbiotic Intelligence bertaruh pada model tunggal yang langsung memproses input sensorik menjadi target gerakan sendi. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dan berpotensi mencapai skala lebih besar, mencontoh evolusi di bidang mobil otonom dan model bahasa besar. Tantangan utamanya sangat kompleks. Robot berkaki dua dengan 29 derajat kebebasan harus menguasai dinamika tubuh penuh, menjaga keseimbangan sambil melakukan tugas. Tim mengatasi ini dengan mekanisme "DriftDistill", yang menggabungkan pembelajaran tiruan untuk akurasi tugas dengan pengetahuan gerakan bawaan untuk stabilitas. Mereka juga menghadapi kelangkaan data. Untuk melatih model, mereka mengembangkan "TrajBooster", teknik yang menggunakan kembali data lintasan dari lengan robot dalam simulasi. Tim ini yakin robot humanoid adalah bentuk paling serbaguna untuk berintegrasi ke lingkungan buatan manusia. Meski industri masih awal dan belum ada konvergensi arsitektur final, ambisi mereka adalah memimpin pengembangan teknologi, bukan sekadar mengikuti. Mereka berinvestasi di jalan yang paling sulin dan paling depan, memecahkan masalah penting berikutnya sebelum jawabannya jelas.

marsbit20m yang lalu

Bukan Pengikut Lembah Silikon: Beberapa Pemuda yang Sedang Menempuh Doktor, Bertaruh pada Otak Terpadu Humanoid Berkaki Dua

marsbit20m yang lalu

Trading

Spot
活动图片