Ripple USD Activity Pushes XRP Ledger Settlement Volume Above $2.5 Billion

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-07-01Terakhir diperbarui pada 2026-07-01

Abstrak

Ripple USD (RLUSD) stablecoin activity has reportedly generated over $2.5 billion in total settlement volume on the XRP Ledger (XRPL), with RLUSD/XRP trading volume nearing $900 million, according to research from independent firm Evernorth. This highlights the growing role of the fiat-backed stablecoin, which is distinct from the native XRP asset, in demonstrating the ledger's utility for fast, low-cost settlements. The increasing stablecoin activity provides a clearer use case for XRPL, suggesting it is being used for practical settlement and liquidity, not just discussed as a payments network. Sustained growth will depend on broader adoption beyond the initial ecosystem. While more RLUSD usage supports XRPL's utility narrative, it does not guarantee direct price action for XRP, which remains subject to broader market factors.

Ripple USD, the RLUSD stablecoin, is becoming a bigger part of the XRP Ledger activity story. According to research attributed to Evernorth, RLUSD has now generated more than $2.5 billion in total XRP Ledger settlement volume, while RLUSD/XRP trading volume has approached $900 million.

TL;DR

  • RLUSD activity has reportedly generated over $2.5 billion in XRPL settlement volume.
  • RLUSD/XRP trading volume has approached $900 million.
  • The figures come from Evernorth research, not a Ripple-only corporate announcement.
  • RLUSD is a fiat-backed stablecoin, while XRP remains the native XRPL asset.

The distinction between RLUSD and XRP is important. RLUSD is designed as a stable settlement asset. XRP is the native token of the XRP Ledger. The two can work alongside each other, but they are not the same thing, and their roles in the ecosystem are different.

Stablecoin activity gives XRPL a clearer utility story

For years, XRP Ledger supporters have argued that the network is built for fast, low-cost settlement. Stablecoins make that argument easier for the broader market to understand because they give users a familiar unit of account while still relying on blockchain rails.

If RLUSD volume is climbing, it suggests that the ledger is not only being discussed as a payments network but also being used for stablecoin settlement and liquidity. That matters because stablecoins are now one of the most active sectors in crypto, often driving more daily practical use than purely speculative tokens.

Why Evernorth’s role matters

The validated handoff attributes the $2.5 billion settlement figure to Evernorth, described as an independent XRP treasury and research firm. That source framing should stay clear. The article should not present the numbers as simply Ripple promoting its own product, even though the subject is Ripple USD and the XRP Ledger.

Source clarity matters in crypto coverage because ecosystem participants often have aligned incentives. In this case, the better framing is that Evernorth’s data points to growing RLUSD activity on XRPL, while readers should understand where the figures came from.

A liquidity test for the XRP Ledger

The real question is whether RLUSD can keep deepening liquidity beyond early adoption and ecosystem enthusiasm. A stablecoin can launch with strong attention, but sustained usage depends on market makers, exchanges, wallets, enterprise partners, and users who actually need to settle value on-chain.

The reported $900 million in RLUSD/XRP trading volume is meaningful because it points to interaction between the stablecoin and the native asset. If that pairing continues to grow, XRPL may have a stronger case as a venue for enterprise-style settlement and crypto-native trading.

For XRP holders, the story is constructive but not automatic price magic. More RLUSD activity can support the network’s utility narrative, but XRP still trades in a broader market shaped by liquidity, risk appetite, and technical levels. The strongest takeaway is that XRPL stablecoin usage is becoming harder to ignore.

For readers, the XRP angle is strongest when it is kept precise. Network activity, stablecoin settlement, and technical comparisons can all support the ledger’s utility story, but they should not be stretched into claims that the source material does not directly support.

This report is based on information from Ripple.

This article was written by the News Desk and edited by Samuel Rae.

Source: Ripple

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat is RLUSD and what role does it play on the XRP Ledger according to the article?

ARLUSD is Ripple's fiat-backed stablecoin, designed as a stable settlement asset on the XRP Ledger. It provides users with a familiar unit of account and helps demonstrate the ledger's utility for fast, low-cost settlements.

QWhat key metrics are reported regarding RLUSD activity on the XRP Ledger?

AAccording to Evernorth research cited in the article, RLUSD has generated over $2.5 billion in total XRP Ledger settlement volume, and RLUSD/XRP trading volume has approached $900 million.

QWhy is the source of the data (Evernorth) considered important in the article's framing?

AThe article emphasizes that the data comes from Evernorth, an independent XRP treasury and research firm, and not directly from Ripple. This provides a more objective framing for the growth figures, avoiding the appearance of being simply corporate self-promotion.

QHow does the article suggest growing stablecoin activity benefits the XRP Ledger's narrative?

AThe article states that growing RLUSD activity gives the XRP Ledger a clearer utility story. It makes the network's fast, low-cost settlement argument easier for the broader market to understand and shows the ledger is being used for practical stablecoin settlement and liquidity, not just discussed theoretically.

QAccording to the article, what does the significant RLUSD/XRP trading volume indicate for the XRP Ledger's future?

AThe reported $900 million in RLUSD/XRP trading volume indicates meaningful interaction between the stablecoin and the native asset. The article suggests that if this pairing continues to grow, the XRP Ledger could strengthen its case as a venue for both enterprise-style settlement and crypto-native trading.

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit1j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

258 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

2.0k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片