HTX TradFi全解:一份合约如何连接Crypto与华尔街

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-06-24Terakhir diperbarui pada 2026-06-24

Abstrak

HTX TradFi在做的事:在Crypto和华尔街之间,搭一座桥。

从一个小白的疑问开始

小张在HTX的合约页面里翻了半天,突然看到一个叫“TradFi”的标签。点进去,黄金、原油、英伟达、特斯拉……全是传统金融里耳熟能详的名字。

“这些东西不是应该在股票软件里吗?”小张挠了挠头,“怎么跑到币圈平台来了?”

这个问题背后,其实藏着一个正在发生的金融变革——Crypto和传统金融之间的墙,正在被一纸合约推倒。

HTX TradFi到底是什么?

HTX TradFi 永续合约,是以USDT结算的永续合约,用于追踪传统金融资产的价格表现。

拆开来看:

以USDT结算:不需要换美元、不需要开海外券商账户,用你钱包里熟悉的USDT就能操作

永续合约:没有到期日,想持有多久就持有多久,不会被强制交割

追踪价格:每一份价格锚定的都是美股资产的合约

它凭什么能“连接”两个世界?

HTX于2026年2月正式推出TradFi永续合约板块。这个产品的核心设计思路,可以概括为五个关键词:

USDT本位——整个交易以USDT为结算货币,Crypto用户零门槛上手

无到期日——永续合约结构,没有交割压力,不用担心“到期了怎么办”

7×24小时交易——这是TradFi永续合约与传统金融市场最本质的区别。华尔街会收盘,但Crypto用户的交易时间不会

支持杠杆——可以做多也可以做空,方向选对就能操作

不涉及实物交割——你不需要真的去提一盎司黄金回家,也不需要持有任何股票,纯粹交易价格

它和普通加密货币合约有什么不同?

操作界面几乎一模一样——设置杠杆、输入仓位、选择做多或做空、确认开仓。但底层逻辑有一个关键区别:

最后这一点很重要。HTX的TradFi合约不隶属于苹果公司、也不隶属于纳斯达克交易所。它只是追踪这些资产的价格,而不是这些资产的官方衍生产品。

目前能交易哪些资产?

根据公开信息,HTX TradFi专区已上线75个TradFi资产,总交易额突破10亿美元。

覆盖方向非常广泛:

贵金属:黄金(XAU)、白银等

大宗商品:原油(USOIL)等

美股科技龙头:英伟达(NVDA)、特斯拉(TSLAX)等

传统蓝筹:苹果、UBER、CSCO等

全球股指:标普500(SPX500)、纳指100等

Pre-IPO:独角兽企业上市前的合约标的

基本上,传统金融里最热门的方向,在这里都能找到对应的合约。

怎么在HTX找到并交易?

操作路径非常简单:

网页端:进入HTX合约页面,在交易对搜索栏下选择“TradFi”标签

App端:前往“主页”页面,从菜单选择“TradFi”标签,找到标的之后,操作界面和你熟悉的比特币永续合约几乎一样——设置杠杆、输入仓位、选择方向、确认开仓。

HTX TradFi的本质,是一份翻译合约——它把传统金融资产的价格,翻译成了Crypto用户能理解、能操作的语言。

以前想交易美股,得换汇、开海外券商、卡一堆流程。现在打开HTX,用USDT就能参与。以前黄金交易只在传统市场进行,现在7×24小时都能用合约跟踪它的价格。

这就是HTX TradFi在做的事——在Crypto和华尔街之间,搭一座桥。

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit37m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit37m yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit52m yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit52m yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit55m yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit55m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Saham Semikonduktor Naik 155%, Bernstein Bilang NVDA dan AVGO Masih 'Konyol Murah'

Analis Bernstein menerbitkan ulasan industri semikonduktor pada 23 Juni. Inti laporan: AI telah menjadi "satu-satunya permainan" yang mendorong sektor semikonduktor. Indeks SOX naik 155,6% dalam setahun, didorong fundamental kuat, walau valuasi dan kepadatan posisi mencapai level tinggi historis. Laporan sangat merekomendasikan NVDA dan AVGO (rating "Outperform"). Meski kinerja tahun ini tertinggal, keduanya dianggap penerima manfaat inti dari rantai pasokan AI dan saat ini "terlalu murah secara absurd". Alasan: Valuasi NVDA untuk 2027 hanya 25x P/E (lebih rendah dari rata-rata sektor 34x) dengan prospek pendapatan chip Blackwell yang masif. AVGO dinilai murah dengan target pendapatan AI $100 miliar pada 2030. AMD dinaikkan ratingnya menjadi "Outperform" karena cerita ganda: momentum AI/GPU dan pemulihan CPU. Sebaliknya, QCOM dipertahankan pada "Market-Perform" karena tekanan pada bisnis ponsel dan kurangnya mesin pertumbuhan baru. Subsektor peralatan semikonduktor (seperti AMAT, LRCX) tetap optimis. Chip analog (ADI, TXN) dilihat mahal dan diberi rating "Market-Perform". Laporan memperingatkan dua risiko: tingkat kepadatan (crowding) yang sangat tinggi dan peningkatan hari persediaan (inventory days). Jika permintaan melemah, tekanan penurunan persediaan dan perang harga dapat mengancam. Bernstein mengambil posisi bullish selektif—memilih saham yang tepat kini lebih penting daripada sekadar melihat arah sektor.

marsbit1j yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Saham Semikonduktor Naik 155%, Bernstein Bilang NVDA dan AVGO Masih 'Konyol Murah'

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片