Crypto Push In Korea: Hana Financial And Standard Chartered Unveil New Deal

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-03-16Terakhir diperbarui pada 2026-03-16

Abstrak

One of South Korea's largest financial groups, Hana Financial, has partnered with UK-based Standard Chartered to strengthen cooperation in global finance and crypto assets. The two institutions signed a memorandum of understanding (MOU) on March 15, aiming to develop stablecoins and digital assets as new growth drivers alongside their traditional banking operations. The agreement covers areas including stablecoins, deposit tokens, and tokenized financial instruments. Hana’s Chairman, Ham Young-joo, emphasized the importance of building a comprehensive ecosystem for won-denominated stablecoins, from issuance to circulation. Standard Chartered’s CEO, Bill Winters highlighted South Korea’s key role in Asian financial markets. This partnership reflects a broader trend among major Korean banks to develop regulated digital asset infrastructure—such as stablecoins and tokenized bonds—rather than focusing on retail crypto speculation. Both institutions have prior experience in the digital asset space, with Hana having established a crypto custody venture and Standard Chartered actively involved in tokenization projects and stablecoin initiatives in Asia.

One of the largest South Korean financial conglomerates has partenerd up with a major UK-based global bank to deepen cooperation in global finance and crypto assets.

A Transnational Crypto Deal

Incumbents are keen not to be left behind on the crypto curve, so much so that some of them are now joining forces. That seems to be the case for Hana Financial Group and Standard Chartered Group as on March 15th they announced the signing of a MOU (memorandum of understanding). By teaming up, the two lenders aim to turn stablecoins and other digital assets into a new growth engine alongside their existing international banking business.

Chairman Ham of Han Financial Group and Bill Winters, CEO of Standard Chartered Group, at the signing ceremony in Seoul. Source: Seoul Economic Daily.

According to The Korea Times, the signing ceremony took place at Hana’s Bank’s headquarters on March 13th. It was attended by Ham Young-joo, Chairman of Hana Financial Group, and Bill Winters, CEO of Standard Chartered Group. Seoul Economic Daily reports that Ham and Winters exchanged views on cooperation in global and digital assets. Chairman Ham stated that:

The partnership between Hana Financial Group and Standard Chartered Group, leveraging their extensive global networks and diverse financial know-how, will serve as a strong competitive edge in the global financial sector. We will create new growth opportunities by generating synergies in future financial domains, including digital assets.

Winters emphasized on the capital importance that South Korea has in Asian financial markets, regarding the country as a “key hub”.

Shared Goals

The MOU covers stablecoins, deposit-token experiments, and future tokenized instruments, tying in Hana’s domestic stablecoin plans and pilots.

The Seoul Economic Daily contextualizes this move with Chairman Ham views of stablecoins as “core future business”. His goal with Hana Financial points to the building of an “ecosystem encompassing the issuance, distribution, use and circulation of (won-denominated stable) coins”, as he stated in his New Year’s address in January. In 2024, Hana Bank, BitGo, and SK Telecom set up BitGo Korea as the local arm focused on institutional crypto custody. In 2025, the Korean lender had an all-time high net profit of ₩4 trillion.

Chairman Ham and Bill Winters at Hana’s Bank’s headquarters, Source: Seoul Economic Daily.

Standard Chartered already has a growing crypto footprint, from institutional custody services to pilots with tokenized bonds and other blockchain-based assets. The bank has also backed several stablecoin ventures in markets like Hong Kong.

This is not the first time Hana Bank and Standard Chartered team up. In December 2025, the UK-based global bank announced that it was facilitating Hana Securities first venture with digital assets.

A Crypto Race

Instead of chasing pure spot exposure, the South Korea’s big banks are now racing to build compliant rails around stablecoins, tokenized notes, and digital bonds that can plug directly into the regulated financial system, nudging the market away from retail speculation toward more structured corporate and banking participation.

This new deal marks another milestone in the latest wave of efforts by TradFi institutions to keep up with a rapidly evolving digital financial system.

BTC’s price trends to the upside on the daily chart, reaching the $73K. Source: BTCUSD on Tradingview

Cover image from Perplexity, BTCUSD chart from Tradingview

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main purpose of the partnership between Hana Financial Group and Standard Chartered Group?

AThe partnership aims to deepen cooperation in global finance and crypto assets, turning stablecoins and other digital assets into a new growth engine alongside their existing international banking business.

QWhen and where did the signing ceremony of the MOU between Hana Financial Group and Standard Chartered take place?

AThe signing ceremony took place on March 13th at Hana Bank's headquarters in Seoul.

QWhat specific areas does the MOU between the two financial institutions cover?

AThe MOU covers stablecoins, deposit-token experiments, and future tokenized instruments, tying in Hana's domestic stablecoin plans and pilots.

QWhat did Chairman Ham of Hana Financial Group identify as a 'core future business' in his New Year's address?

AChairman Ham identified stablecoins as a 'core future business' and expressed his goal to build an ecosystem encompassing the issuance, distribution, use, and circulation of won-denominated stablecoins.

QHow is Standard Chartered Bank involved in the crypto space, according to the article?

AStandard Chartered has a growing crypto footprint, including institutional custody services, pilots with tokenized bonds and other blockchain-based assets, and backing several stablecoin ventures in markets like Hong Kong.

Bacaan Terkait

Ambisi Kalshi, MTS, dan a16z

Pasar prediksi menjadi bidang yang menarik pada tahun 2025, menghubungkan investor dolar, komunitas kripto, dan media. Artikel ini mengeksplorasi esensi pasar prediksi dan keselarasannya dengan visi "Media Baru" a16z. Pemikiran pasar prediksi berakar dari konsep Hayek tentang penggunaan pengetahuan tersebar dalam masyarakat, yang kemudian dikembangkan oleh Robin Hanson dengan mekanisme insentif LMSR-nya. Namun, diskusi filosofis ini menemukan relevansi barunya ketika a16z berinvestasi di Kalshi, sebuah platform pasar prediksi yang valuasinya melonjak. a16z melihat nilai inti Kalshi dan pasar prediksi terletak pada penyediaan "rasa kehadiran" atau keterlibatan. Dalam dunia di mana individu sering merasa terasing dari peristiwa, pasar prediksi menawarkan cara untuk terlibat secara aktif dengan "mempertaruhkan" pandangan seseorang tentang masa depan. Keterlibatan finansial ini mengubah peserta dari pengamat pasif menjadi "pengamat super" yang merasa terhubung dan memiliki agensi. Konsep "Media Baru" a16z adalah sistem komunikasi berkecepatan tinggi yang bertujuan mendominasi narasi secara instan. Contohnya adalah MTS, media yang menyiarkan berita penting secara real-time. Namun, kekuatan sebenarnya terletak pada otoritas yang dihasilkan pasar prediksi seperti Kalshi. Harga yang dibentuk oleh uang sungguhan memberikan klaim kebenaran dan kepentingan yang sulit disangkal, menciptakan semacam "medan distorsi realitas". Inilah yang menjelaskan valuasi tinggi Kalshi: kemampuannya yang langka untuk memengaruhi persepsi realitas sebagai sebuah perusahaan swasta, menjadikannya batu penjuru penting dalam ambisi kekaisaran media baru a16z.

链捕手9m yang lalu

Ambisi Kalshi, MTS, dan a16z

链捕手9m yang lalu

Mengungkap Kebenaran tentang Bisnis, Pembayaran, dan Infrastruktur Agent

Setahun terakhir, penulis fokus membangun infrastruktur untuk ekonomi Agen, berbicara dengan banyak perusahaan besar dan startup. Kesimpulannya, permintaan riil untuk perdagangan berbasis Agen saat ini masih sangat terbatas, dengan banyak kendala struktural. Di sisi **Agen ke Merchant**, pengalaman belanja via chatbot masih kalah dari e-commerce tradisional untuk kebanyakan produk, kecuali untuk pembelian rutin seperti pesan makanan. Minat merchant saat ini lebih bersifat defensif (optimasi untuk Agen) daripada kebutuhan mendesak. Di sisi **Agen ke API**, kebutuhan pembayaran mikro untuk panggilan API sudah bisa ditangani dengan metode prabayar. Peluang baru ada di pasar ekor panjang di luar penyedia layanan developer utama, namun skalanya terbatas. **Agen ke Agen** masih merupakan visi jangka panjang tanpa volume transaksi nyata, meskipun berpotensi besar di masa depan dengan karakteristik transaksi yang unik. **Agen ke Finansial** adalah satu-satunya kategori dengan permintaan jelas dan pelanggan yang sudah ada, seperti di manajemen investasi dan DeFi, meskipun persaingannya ketat. Intinya, perusahaan besar membangun infrastruktur sebagai investasi jangka panjang. Namun untuk startup, tantangan sebenarnya bukan sekadar membangun lapisan pembayaran, tetapi menyelesaikan masalah koordinasi yang lebih besar antara Agen dan manusia. Solusi koordinasi inilah yang nantinya akan mendorong kebutuhan penyelesaian dan pembayaran.

marsbit11m yang lalu

Mengungkap Kebenaran tentang Bisnis, Pembayaran, dan Infrastruktur Agent

marsbit11m yang lalu

Pasar Saham AS Alami Jatuhnya Terberat Sejak 2025, Tiga Pemicu Meledakkan Penilaian Ulang Valuasi Saham Teknologi

Pasar saham AS mengalami keruntuhan terburuk sejak krisis tarif April 2025 pada 5 Juni. Indeks Nasdaq anjlok 4,18%, S&P 500 turun 2,64%, dan Dow Jones merosot 695 poin. Tiga pemicu utama diidentifikasi: 1. Laporan keuangan Broadcom mengisyaratkan kemungkinan perlambatan dalam pertumbuhan pendapatan chip AI kuartal depan, memicu kepanikan dan penjualan luas di seluruh sektor semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor terjun 10,26%. 2. Data tenaga kerja AS (NFP) bulan Mei jauh melampaui ekspektasi (172.000 vs 80.000), memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menurunkan suku bunga dan bahkan berpotensi menaikkannya. Ekspektasi kenaikan suku bunga melonjak di pasar. 3. Bayangan perang Iran dan harga minyak tinggi yang terus-menerus (WTI > $90) memperumit perang Fed melawan inflasi, menambah tekanan pada pasar. Ketiga faktor ini bersama-sama menggoyang narasi dasar pasar: pertumbuhan AI tanpa batas, likuiditas mudah dari Fed, dan inflasi yang telah terkendali. Keruntuhan dengan cepat menyebar ke pasar global di Asia dan Eropa. Apakah ini awal pecahnya gelembung AI? Analisis menunjukkan ini lebih sebagai penyesuaian penilaian ulang (valuasi) daripada keruntuhan narasi sepenuhnya. Permintaan chip AI tetap kuat (pertumbuhan 143% Broadcom), tetapi pasar menjadi lebih realistis mengenai kecepatan pertumbuhan dan harga yang bersedia dibayar. Arah pasar selanjutnya akan bergantung pada pertemuan FOMC Juni, panduan dari perusahaan AI lainnya seperti Nvidia, dan perkembangan situasi di Iran.

marsbit4j yang lalu

Pasar Saham AS Alami Jatuhnya Terberat Sejak 2025, Tiga Pemicu Meledakkan Penilaian Ulang Valuasi Saham Teknologi

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli PUSH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Push Protocol (PUSH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Push Protocol (PUSH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Push Protocol (PUSH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Push Protocol (PUSH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Push Protocol (PUSH)Lakukan trading Push Protocol (PUSH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

315 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PUSH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PUSH (PUSH) disajikan di bawah ini.

活动图片