Examining if SKY crypto can target $0.10 after 15-week bull run

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-05Terakhir diperbarui pada 2026-03-05

Abstrak

SKY, the native token of an on-chain decentralized protocol, posted significant gains driven by strong momentum in the perpetual market. Over the past day, its market capitalization increased by approximately 10%, adding around $178 million. Trading volume also rose by 12%, reaching $27 million, while the Taker Buy/Sell Ratio remained above 1, indicating stronger buying pressure. Open interest and funding rates reflected growing long positions. The token has been in a 15-week bullish trend, forming higher highs and higher lows. With limited overhead resistance, SKY may attempt to surpass its previous high of $0.095 and target $0.10, representing a potential 30% gain. The Money Flow Index supports continued capital inflow. However, spot traders have recently begun profit-taking, resulting in outflows of about $5.8 million. Despite this, the selling pressure remains relatively small compared to the overall market cap growth and is not yet a significant threat to the upward trend.

Sky [SKY], the native token of the on-chain decentralized protocol, posted a double-digit gain over the past day as investor sentiment continues to strengthen.

Capital from the spot side of the market has gradually pulled back, yet the broader sentiment on the chart shows that momentum continues to build.

SKY rallies on perpetual market momentum

The major push for SKY came primarily from its perpetual market, where investors anticipate further upside on the chart.

Over the past day, SKY’s market capitalization surged roughly 10%, at press time, adding about $178 million and pushing the asset’s valuation to around $1.78 billion.

Support from the perpetual market followed a rise in trading capital, which climbed to $27 million, marking a 12% increase during the same period. At the same time, the Taker Buy/Sell Ratio has remained above 1.

When the Taker Buy/Sell Ratio moves above 1, it confirms that buying volume in the perpetual market exceeds selling volume within a specific time frame. In this case, the data reflects activity over the past 24 hours.

The inflow of capital and the surge in buying volume were not the only factors driving the move. According to the latest readings, the new capital and trading activity have also translated into more long contracts in the market, with traders increasingly opening long positions.

This trend appears in the positive Open Interest Weighted Funding Rate. For context, roughly 1.4 million contracts have remained open on SKY perpetual markets over the past day as the market rebounds.

Market structure shows sustained strength

The market structure continues to print a clearly bullish candle pattern, although the move has drawn less attention since SKY’s gains have not been as explosive as those recorded by some other tokens.

On the one-week timeframe, the broader market liquidation that began during the week ending on the 6th of October lasted just six weeks, or roughly 47 days, for SKY. The correction ended during the week, closing on the 17th of November.

Since then, SKY has spent the next 15 weeks, roughly 103 days, forming a sequence of higher highs and higher lows, a decisively bullish structure.

During this period alone, about 5.1 billion SKY in trading volume has changed hands.

Based on the chart structure, SKY could attempt another rebound. With limited resistance overhead, the asset may push beyond its previous high of $0.095 and move toward $0.10, which would represent a potential 30% gain.

The Money Flow Index also confirms continued capital inflows that have supported the recent price advance. At press time, the MFI was holding above 50, suggesting that market momentum remains on the bullish side.

Spot traders add selling pressure

Spot traders, however, appear to have shifted to the bearish side of the market as they begin selling to lock in profits. The move likely reflects profit-taking after SKY’s 15-week bullish run.

The sell-off began around the 24th of February and has continued since then. During this period, total spot outflows have reached roughly $5.8 million, marking a notable withdrawal of liquidity from the market.

For now, the scale of this outflow remains relatively small compared with the $178 million added to SKY’s market capitalization over the past day.

Unless the spot sell-off grows significantly, especially during a period of declining prices, it is unlikely to pose an immediate threat to SKY’s broader upward trajectory.


Final Summary

  • SKY gains momentum in the perpetual market, adding to its recent advance.
  • Spot sell-off emerges but does not yet alter the broader price trajectory.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the primary market driving SKY's recent price surge according to the article?

AThe perpetual market is the primary driver of SKY's recent price surge, with increased trading capital and a Taker Buy/Sell Ratio above 1 indicating strong buying pressure.

QHow long has SKY been in a bull run, and what is the key characteristic of its market structure during this period?

ASKY has been in a bull run for 15 weeks (approximately 103 days), forming a sequence of higher highs and higher lows, which is a decisively bullish market structure.

QWhat is the potential price target for SKY mentioned in the article, and what would that gain represent?

AThe potential price target for SKY is $0.10. Reaching this level from its previous high of $0.095 would represent a potential gain of approximately 30%.

QDespite the overall bullish momentum, what bearish activity is occurring from a specific group of traders?

ASpot traders have shifted to selling to lock in profits, creating a sell-off that began around February 24th, resulting in total spot outflows of roughly $5.8 million.

QWhat does a Taker Buy/Sell Ratio above 1 indicate for the SKY market?

AA Taker Buy/Sell Ratio above 1 confirms that the volume of buy orders (taker buys) has exceeded the volume of sell orders (taker sells) in the perpetual market over the specified time frame, indicating dominant buying pressure.

Bacaan Terkait

Siapa Negara Pertama yang Akan Menjual Semua Cadangan Emasnya di Tengah Guncangan Harga Minyak dan Inflasi?

**Judul: Di Bawah Guncangan Harga Minyak dan Inflasi, Negara Mana yang Pertama Kali Akan Menjual Semua Cadangan Emasnya?** Artikel ini menggambarkan sistem keuangan global sebagai jaringan listrik yang saling terhubung, di mana guncangan pada satu titik dapat memicu kegagalan berantai. Ditutupnya Selat Hormuz telah membatasi pasokan minyak global, mendorong kenaikan harga. Negara-negara pasar berkembang yang bergantung pada impor minyak, seperti Turki, India, dan Indonesia, kini tertekan karena membutuhkan lebih banyak dolar AS untuk membeli minyak yang lebih mahal. Untuk mendapatkan dolar, negara-negara ini mulai menjual aset likuid mereka, terutama obligasi pemerintah AS. Turki, sebagai contoh nyata, telah menjual hampir 90% obligasi AS-nya pada Maret dan mulai menggunakan cadangan emasnya. Semua ini terjadi saat harga minyak berada di kisaran $70-$105 per barel. Artikel memperingatkan bahwa jika harga minyak naik lebih jauh (mungkin hingga $150-$160), tiga lapisan penyangga—stok minyak global, cadangan minyak strategis AS, dan cadangan devisa negara rentan—akan habis. Tanpa penyangga, tekanan akan langsung menghantam sistem. Negara paling rentan (dengan Turki sebagai kandidat utama) bisa kehabisan aset yang dapat dijual dan mengalami krisis seperti Sri Lanka pada 2022, yang berujung pada kelangkaan energi dan gejolak politik. Penjualan beruntun aset dolar oleh negara-negara ini dapat mendorong harga obligasi AS turun dan suku bunga naik, akhirnya memaksa Amerika Serikat untuk mencetak lebih banyak uang, yang akan menyebabkan inflasi global. Intinya, kerapuhan sistem mungkin pertama kali terlihat di pinggiran, sebelum merambat ke pusat. Pelajaran utamanya adalah aset nyata seperti emas dan energi—yang tidak dapat dicetak—dapat memberikan perlindungan saat nilai mata uang kertas terkikis.

marsbit11m yang lalu

Siapa Negara Pertama yang Akan Menjual Semua Cadangan Emasnya di Tengah Guncangan Harga Minyak dan Inflasi?

marsbit11m yang lalu

Di Balik Rekor Tertinggi Berulang HYPE, "Anak-Anak" dalam Ekosistem Justru Tertinggal

HYPE, token Hyperliquid, mencatat rekor tertinggi baru di atas 76 USDT pada 16 Juni, didorong oleh arus masuk dana ETF institusional AS dan mekanisme pembakaran token agresif dari Assistance Fund yang menggunakan 97% biaya protokol. Sementara itu, sisi ekosistem HyperEVM justru mengalami gelombang penghentian protokol di berbagai sektor seperti pinjaman, NFT, stablecoin, dan DEX. Artikel ini menjelaskan bahwa HYPE berfungsi lebih seperti "saham aplikasi" yang nilainya terikat pada pendapatan dari perdagangan kontrak berlanjutan di HyperCore, bukan pada kesuksesan proyek di HyperEVM. Hal ini berbeda dengan logika token seperti ETH. Kematian proyek di HyperEVM—seperti Ventuals, Felix, HypurrFi, Drip.Trade, dan USDH—tidak secara langsung mempengaruhi nilai HYPE. Alasan utama kesulitan proyek ekosistem adalah filosofi desain Hyperliquid yang minimalis: menyediakan infrastruktur tanpa dukungan grants, likuiditas, atau koordinasi pemasaran dari inti. Akibatnya, proyek harus bersaing ketat sejak awal. Kesuksesan HyperCore justru menciptakan efek hisap likuiditas, menyulitkan proyek di HyperEVM untuk mendapatkan perhatian dan pengguna. Mekanisme HIP-3 yang memungkinkan siapa saja meluncurkan pasar di HyperCore juga memperketat persaingan. Intinya, model bisnis Hyperliquid secara struktural memusatkan sumber daya di lapisan inti, menyisakan ruang terbatas bagi ekosistem di sekitarnya.

Foresight News1j yang lalu

Di Balik Rekor Tertinggi Berulang HYPE, "Anak-Anak" dalam Ekosistem Justru Tertinggal

Foresight News1j yang lalu

Bitcoin Melepaskan Diri dari Likuiditas M2 Global Saat Pasokan Uang Mencatat Rekor Tertinggi

Bitcoin kembali menguji salah satu asumsi makro kripto favorit: bahwa likuiditas global yang meningkat pada akhirnya mendorong BTC lebih tinggi. Menurut data 16 Juni, likuiditas M2 global telah melampaui rekor $135 triliun, sementara Bitcoin tetap jauh di bawah puncak Oktober 2025 dan diperdagangkan di kisaran pertengahan $60.000-an. Perbedaan ini menarik perhatian karena Bitcoin sering bergerak seiring likuiditas global dalam siklus sebelumnya. Namun, kali ini hubungannya tampak kurang langsung. Ada dua argumen utama: 1. **Argumen Rally Menyusul:** Pandangan bullish menyatakan Bitcoin tertinggal, bukan rusak korelasinya. Likuiditas masih kuat, tetapi butuh waktu untuk berpindah dari bank sentral ke aset berisiko. Jika hubungan lama bertahan, BTC mungkin akhirnya menyusul. 2. **Argumen Perubahan Rezim:** Pandangan lebih hati-hati menyebut struktur pasar Bitcoin telah berubah. ETF spot, aliran institusi, dolar yang kuat, dan rotasi modal ke saham AI mungkin mengubah respons BTC terhadap likuiditas. Likuiditas mungkin menjadi salah satu faktor di antara banyak faktor lainnya, bukan variabel utama. Bagi trader, kesimpulan yang berguna adalah tidak memilih satu model secara membabi buta. Divergensi ini perlu dipantau karena menciptakan pertanyaan makro yang jelas: apakah Bitcoin tertunda, atau apakah korelasinya melemah? Jawabannya akan membentuk interpretasi peserta pasar terhadap setiap rilis likuiditas besar ke depan. Dalam hal trading, kerangka kerja validasi menjadi jelas. Jika M2 global tetap tinggi dan Bitcoin mulai merebut kembali level resistensi kunci, argumen *catch-up* akan menguat. Jika BTC terus tertinggal sementara likuiditas berkembang, pandangan perubahan rezim harus dipertimbangkan lebih serius. Intinya, perkembangan ini memberi trader sesuatu yang konkret untuk diuji, bukan sekadar narasi bullish yang samar.

bitcoinist2j yang lalu

Bitcoin Melepaskan Diri dari Likuiditas M2 Global Saat Pasokan Uang Mencatat Rekor Tertinggi

bitcoinist2j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli SKY

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian sky (SKY) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli sky (SKY) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan sky (SKY) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan sky (SKY) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading sky (SKY)Lakukan trading sky (SKY) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

396 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.10.31Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli SKY

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga SKY (SKY) disajikan di bawah ini.

活动图片