February’s $2B token unlock is here – ZRO, ASTER, BERA in the lead

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-04Terakhir diperbarui pada 2026-02-04

Abstrak

February is set to see over $2 billion in token unlocks, presenting a major supply test for the crypto market. While some tokens face selling pressure, others are showing resilience. Rain (RAIN) leads with a $359 million unlock, followed by Zama (ZAMA), LayerZero (ZRO), and Aster (ASTER). Mid-cap tokens like Berachain (BERA) also have significant unlocks relative to their market size. Notably, Hyperliquid (HYPE) defied expectations by surging nearly 30% despite its large unlock, driven by strong demand from new perpetual markets and exchange listings. In contrast, Story (IP) delayed its unlock by six months to reduce sell pressure and align long-term incentives. The market is beginning to differentiate projects based on fundamentals, timing, and team discipline.

February is bringing a supply test to crypto.

More than $2 billion in token unlocks are scheduled this month, but some price actions say the market is starting to differentiate. Some tokens are struggling, while others are holding firm.

Here’s the rundown.

A crowded unlock calendar

February is set to be a heavy month for token supply, with roughly $2 billion worth of unlocks scheduled across major projects.

According to CryptoRank data, Rain [RAIN] leads the list with over $359 million in tokens set to enter circulation, followed by Zama [ZAMA], LayerZero [ZRO], and Aster [ASTER].

Several mid-cap tokens are also set for meaningful unlocks relative to their market size, including Berachain [BERA] and Stable [STABLE].

With multiple tokens unlocking within days of each other, traders will be closely watching to see how prices react.

Hyperliquid, the standout

Despite recording the largest unlock by dollar value this week, Hyperliquid [HYPE] surged nearly 30%, defying typical supply-driven pressure.

The launch of HIP-3 opened the door to permissionless perpetual markets, pushing trading volume and OI to record highs near $1.1 billion.

Demand was also supported by a Kraken listing and HYPE’s addition to Coinbase’s listing roadmap.

Importantly, the team also reduced near-term sell risk, confirming that only a small portion of team tokens will be claimed in the coming months.

And as for what didn’t happen...

While some projects are pushing through unlocks as scheduled, Story [IP] has taken a different route.

The decision to delay the IP token unlock by six months takes the event from February to August, without changing ownership, allocations, or total supply.

By postponing the unlock, Story reduces sell pressure while the network scales. It keeps team and investor incentives aligned with users for longer, giving the protocol more room to build.

It seems like the newcomer is prioritizing long-term health over all else.


Final Thoughts

  • February’s $2B token unlock wave is separating the best from the rest.
  • HYPE’s rally and Story’s delayed unlock prove that timing, revenue, and discipline matter.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat is the total value of token unlocks scheduled for February according to the article?

AMore than $2 billion in token unlocks are scheduled for February.

QWhich token leads the list with the highest value of tokens set to enter circulation in February?

ARain [RAIN] leads the list with over $359 million in tokens set to enter circulation.

QDespite having a large unlock, which token surged nearly 30% and what were the key reasons for its price increase?

AHyperliquid [HYPE] surged nearly 30%. The price increase was driven by the launch of HIP-3 enabling permissionless perpetual markets (boosting trading volume and open interest), a Kraken listing, addition to Coinbase's listing roadmap, and reduced near-term sell risk as the team confirmed only a small portion of tokens would be claimed soon.

QHow did the Story [IP] project handle its scheduled token unlock, and what was the rationale behind this decision?

AStory [IP] delayed its token unlock by six months, moving it from February to August. The decision was made to reduce sell pressure while the network scales, keep team and investor incentives aligned with users for longer, and give the protocol more room to build, prioritizing long-term health.

QWhat does the article suggest is the key factor separating the best performers during the unlock wave?

AThe article suggests that timing, revenue, and discipline are the key factors, as demonstrated by HYPE's rally and Story's delayed unlock.

Bacaan Terkait

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit29m yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit29m yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit2j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit2j yang lalu

Laporan Q1 2026 Ethereum: Biaya Turun, Pengguna dan Volume Transaksi Capai Rekor Tertinggi Sejarah

**Laporan Kuartal I Ethereum 2026: Biaya Turun, Pengguna dan Jumlah Transaksi Capai Rekor Tertinggi** Laporan Ethereum Q1 2026 menunjukkan data yang tampak berlawanan tetapi kritis: jaringan ini mengalami pertumbuhan pengguna, transaksi, dan throughput tertinggi sepanjang masa, sementara biaya transaksi, TVL, volume perdagangan, dan kapitalisasi pasar ETH terdilusi turun. Ini menandai transisi Ethereum ke fase 'biaya rendah untuk skala' setelah peningkatan Fusaka meningkatkan kapasitas data dan membuat ruang blok lebih murah, melepaskan permintaan jaringan (paradoks Jevons). Naratif inti Ethereum bergeser dari blockchain DeFi ke lapisan penyelesaian keuangan global. Ethereum mempertahankan dominasi dalam aset tokenisasi: stablecoin, dana tokenisasi (naik 4.9% QoQ), komoditas tokenisasi (naik 60% QoQ, terutama emas), dan saham tokenisasi. Kehadiran institusi seperti BlackRock, JPMorgan, dan Fidelity semakin memperkuat adopsi. **Data Kunci Q1 2026:** * **Penggunaan (Naik):** Pengguna Bulanan Aktif (MAU): 13.2 juta (+53.5% QoQ). Jumlah Transaksi: 200.4 juta (+38% QoQ). Throughput: 25.78 TPS. * **Nilai & Biaya (Turun):** Biaya Transaksi Lapisan-1: $39.9 juta (-47.9% QoQ). TVL Ekosistem: $316.2B (-11% QoQ). Kapitalisasi Pasar ETH Tercairkan Penuh: $290B (-30.3% QoQ). * **Aset Tokenisasi (Stabil/Tumbuh):** Nilai Pasar: $2034B. Didominasi stablecoin ($1789B), diikuti dana ($194B) dan komoditas ($47B). Ethereum mengorbankan pendapatan biaya jangka pendek untuk ekspansi jaringan, berfokus pada konsolidasi sebagai lapisan penyelesaian default untuk aset keuangan global. Peningkatan kapasitas berkelanjutan (seperti rencana upgrade Glamsterdam) diharapkan dapat lebih mendorong adopsi dan nilai jaringan jangka panjang.

marsbit4j yang lalu

Laporan Q1 2026 Ethereum: Biaya Turun, Pengguna dan Volume Transaksi Capai Rekor Tertinggi Sejarah

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli BERA

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Berachain (BERA) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Berachain (BERA) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Berachain (BERA) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Berachain (BERA) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Berachain (BERA)Lakukan trading Berachain (BERA) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

615 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.02.07Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BERA

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BERA (BERA) disajikan di bawah ini.

活动图片