‘Waste of resources’? – Jupiter CTO explains why JUP buybacks may end

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-04Terakhir diperbarui pada 2026-01-04

Abstrak

Jupiter, a Solana-based DeFi super-app, is considering discontinuing its JUP token buyback program. Co-Founder and CTO Siong Ong stated that the $70 million spent on buybacks in the past year had minimal impact on the token’s price, calling it a "waste of resources." He suggested reallocating these funds toward growth incentives for users. The community is divided on the issue. Some propose distributing revenue to stakers to increase yields and potentially boost the token’s value, while others question whether this would hinder product growth. Critics also noted that buybacks have had mixed results across different protocols. Despite Jupiter’s expansion into various DeFi services and cumulative revenue of $369 million, JUP’s price has declined significantly, dropping 88% from its peak. The team has not decided on the future of the buyback program amid ongoing discussions.

The Solana-based DeFi super-app, Jupiter, is considering sunsetting the JUP token buyback.

In a social media post on the 2nd of January, Siong Ong, Co-Founder and CTO of Jupiter, said they haven’t seen much impact from the program and felt it was a “waste” of resources.

“We spent more than $70m on buyback last year, and the price obviously didn’t move much. We can use the $70m to give out for growth incentives for existing and new users.”

Ong was following the footsteps of Helium Founder Amir Haleem, who said they’ll “stop wasting money on HNT buybacks”, because the market isn’t concerned about the effort.

JUP community split

Jupiter initiated the JUP buyback program in mid-February 2025 and has reportedly spent approximately $70 million. Moreover, Jupiter [JUP] rallied about 300% in the first month after the buyback launch.

However, the token has printed new yearly lows in 2025, despite the aggressive buybacks that were previously viewed as bullish. At press time, it traded at $0.2, down from its peak of $1.8 –An 88% price crash.

However, the community was divided on whether to drop the buyback program. One user proposed sharing the revenue with stakers to increase staking yield and drive price.

“With 753 million JUP staked, that’s almost $0.09 per JUP. For me personally, that would a really nice passive income. That’s a 43% dividend yield. Of course the price would pump on such a news.”

But Ong wondered how the product would grow if everything were allocated to staking rewards.

For his part, analyst Fabiano stated there is currently no reason to hold the token because it is not tied to the protocol’s success (not equity).

According to him, a short-term solution would be sharing revenue with stakers to reduce their quarterly dumping pressure.

“What if we redirected those $10M toward staking rewards, instead of buying JUP for the Litterbox? At current prices, this could result in roughly 25% APY? -which is insanely attractive.”

What’s next for JUP?

Other critics pointed out Pump.fun [PUMP] muted performance despite a massive buyback, adding that not all protocols should jump on the trend.

However, the buyback programs have been successful for Hyperliquid [HYPE] and Aave [AAVE], particularly during periods of positive market sentiment.

As of writing, it was unclear which proposal and direction the team would lean on following several pieces of feedback on the proposal.

Jupiter has evolved from a DEX aggregator to a super-app spanning lending, prediction markets, and even perpetual trading. The ongoing development has also seen it scale cumulative revenue to $369 million.


Final Thoughts

  • The Jupiter team appeared disappointed with the limited impact of its buyback program despite committing $70 million.
  • But the community was split on the plan to stop the token buyback program.

Pertanyaan Terkait

QWhy is Jupiter considering ending its JUP token buyback program?

AJupiter's CTO, Siong Ong, stated that the program has not had a significant impact on the token's price and feels the $70 million spent on it last year was a 'waste of resources' that could be better used for growth incentives.

QWhat was the initial market reaction to the JUP buyback program when it launched?

AFollowing the launch of the buyback program in mid-February 2025, the JUP token rallied approximately 300% in its first month.

QWhat is one alternative use of funds that the community proposed instead of buybacks?

ASome community members proposed redirecting the funds to staking rewards, which could provide a high annual percentage yield (APY) and potentially reduce selling pressure from stakers.

QWhat was a key criticism from an analyst regarding the JUP token's utility?

AAnalyst Fabiano stated there is currently no reason to hold the JUP token because it is not tied to the protocol's success, meaning it does not function like equity in the project).

QWhich other protocols were mentioned as having successful buyback programs?

AThe article mentions that buyback programs have been successful for Hyperliquid (HYPE) and Aave (AAVE), particularly during periods of positive market sentiment.

Bacaan Terkait

Pelajaran dari Insiden Peretasan Raydium: Risiko Baru DeFi Tersembunyi dalam Kontrak Lama yang Terlupakan

**Raydium Peretasan Ungkap Risiko Baru DeFi: Kontrak Lama yang Terlupakan** Peretasan terhadap Raydium baru-baru ini, yang mengakibatkan kerugian sekitar $1,34 juta, menyoroti kategori risiko DeFi yang sering diabaikan: **"kontrak zombie"**. Penyerang mengeksploitasi pool liquidity Automated Market Maker (AMM) V3 lama Raydium yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. **Masalah Umum: Kontrak yang Ditinggalkan Tetap Rentan** Insiden ini bukan kasus isolasi. Sejak Maret 2025, setidaknya terjadi **8 serangan serupa** yang menargetkan kontrak usang, dengan total kerugian sekitar $10,8 juta. Kontrak-kontrak ini, meskipun telah "dihentikan" secara fungsional oleh pengembang, tidak pernah dinonaktifkan atau diamankan secara teknis di rantai, meninggalkan aset yang terdampar di dalamnya menjadi sasaran empuk. **Mengapa Risiko Ini Terabaikan?** Laporan keamanan biasanya mengklasifikasikan insiden berdasarkan celah teknis (bug kode, kegagalan oracle, dll.). Risiko kontrak usang ini adalah masalah **manajemen siklus hidup**, bukan bug pengkodean, sehingga sering tersembunyi dalam statistik. Kontrak V3 Raydium yang lama, misalnya, kehilangan dua pemeriksaan keamanan penting yang ada di versi baru, memungkinkan penyerang membuat token liquidity palsu. **Solusi: Standarisasi Penonaktifan Kontrak** Hanya mencantumkan "kontrak dihentikan" dalam dokumen tidak cukup. Industri perlu mengakui "kontrak zombie" sebagai kategori risiko mandiri dan membangun **proses standar untuk menonaktifkan kontrak**, termasuk: 1. **Transfer aset** dari kontrak lama. 2. **Nonaktifkan fungsi** kritis (mint, tukar, dll.). 3. **Hapus izin** (allowance) pengguna. 4. **Pemantauan berkelanjutan** atas kontrak yang diarsipkan. 5. **Komunikasi transparan** kepada komunitas. Tanpa proses penutupan yang tepat, **"pemakaman kontrak"** ini akan terus menjadi titik serangan yang menguntungkan bagi peretas, mengancam kesehatan dan kepercayaan ekosistem DeFi jangka panjang.

Foresight News11m yang lalu

Pelajaran dari Insiden Peretasan Raydium: Risiko Baru DeFi Tersembunyi dalam Kontrak Lama yang Terlupakan

Foresight News11m yang lalu

Ulasan Pedas | Michael Saylor Ungkap 'Pernyataan Pria Playboy'; Nenek 60 Tahun 'Kena' Pemuda Setelah Kontraknya Liquidas

**Ringkasan:** **1. "Pernyataan Playboy" Michael Saylor:** Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, membuat klarifikasi kontroversial di BTC Prague. Ia menyatakan bahwa pesannya "jangan pernah menjual Bitcoin" hanya ditujukan untuk investor perorangan, bukan perusahaannya. MicroStrategy sebagai perusahaan tetap dapat menjual BTC jika diperlukan. Pernyataan ini memicu kritik keras dari komunitas crypto yang menganggapnya sebagai permainan kata dan standar ganda, mengingat sebelumnya Saylor sering menggembar-gemborkan komitmen hold jangka panjang. **2. Nenek 60 Tahun Tipu Pria Muda untuk Modal Trading Leverage:** Seorang nenek berusia 60 tahun di Beijing menipu seorang pria muda lebih dari 200,000 RMB (sekitar 450 juta Rupiah) dengan modus pacaran online. Ia menyamar sebagai "anak angkat" perempuan muda yang bekerja di kementerian, padahal itu adalah akun dirinya sendiri. Uang hasil penipuan tersebut ia gunakan untuk trading cryptocurrency dengan leverage 10x. Sayangnya, posisinya mengalami likuidasi (rugi total) saat pasar turun. Nenek tersebut akhirnya dihukum 4 tahun penjara karena penipuan. **3. Trader yang Kehilangan $45 Juta Hingga Hanya Tersisa $17 Ribu:** Seorang pengguna Reddit membagikan kisah pilunya. Melalui investasi dalam meme coin, nilai portofolionya pernah mencapai puncak $45 juta. Namun, karena greed (keserakahan) dan tidak mengambil profit, nilainya merosot drastis hingga hanya tersisa sekitar $17,000. Postingannya menjadi ruang "pengakuan dosa" dan peringatan bagi trader lain tentang pentingnya manajemen risiko, diversifikasi, dan disiplin mengambil keuntungan. **Kesimpulan:** Minggu ini di dunia crypto diwarnai oleh permainan kata dari tokoh besar, penipuan yang nekat, dan kisah kehancuran finansial akibat ketamakan. Semua cerita ini mengingatkan akan pentingnya kehati-hatian, skeptisisme, dan pengelolaan risiko yang baik dalam berinvestasi.

Foresight News3j yang lalu

Ulasan Pedas | Michael Saylor Ungkap 'Pernyataan Pria Playboy'; Nenek 60 Tahun 'Kena' Pemuda Setelah Kontraknya Liquidas

Foresight News3j yang lalu

Gemetarlah Manusia, AI Masih Berlari Kencang

Menggetarkan manusia, AI terus melaju dengan kecepatan penuh. Dalam acara BAAI Conference 2026, terlihat jelas bahwa seluruh industri, mulai dari model, perangkat lunak dan keras hingga produk, berupaya keras agar AI dapat "berlari" dari dunia digital ke dunia fisik. Di satu sisi, Scaling Law terus menunjukkan hasilnya, mendorong perkembangan model bahasa besar dan model multimodal. Industri AI telah memasuki tahap mengejar model dunia (world model), meskipun rute teknologi dan masalah data masih belum terselesaikan dan memerlukan eksplorasi setidaknya 3-5 tahun ke depan. Di sisi lain, terobosan dalam Agent mempercepat penerapan AI dalam skenario dunia nyata. Dengan Agent mencapai tahap yang dapat digunakan, industri sedang mempromosikan penerapannya dalam skenario seperti perawatan kesehatan dan rapat. Untuk membuat Agent dari "dapat digunakan" menjadi "mudah digunakan", kolaborasi perangkat lunak dan keras menjadi kunci. Pameran di konferensi ini didominasi oleh produsen chip AI terkemuka dari dalam negeri. Presiden BAAI Institute, Wang Zhongyuan, menyatakan bahwa AI sedang berevolusi secara mandiri. Dengan pematangan AI Coding dan percepatan penerapan Agent, AI telah meningkat dari menulis kode hingga menyelesaikan iterasi dan pembaruan produk secara mandiri. Model dunia telah menjadi medan pertempuran kunci berikutnya untuk model besar. Saat ini, belum ada konsensus teknis yang lengkap dalam industri, dan berbagai rute teknologi berkembang dengan caranya masing-masing. BAAI Institute mengklasifikasikan model dunia menjadi empat kategori dan sedang mengeksplorasi jalur kelima: integrasi pusat bahasa dan pusat representasi visual. Mereka juga memperkenalkan model dasar dunia universal yang sedang dalam pengembangan, "Wujie · Physis-v0.1", yang direncanakan akan open source setelah pelatihan selesai. Dari segi produk, Agent telah menjadi produk kunci bagi AI untuk memasuki kehidupan masyarakat. Tahun ini, Agent menjadi lebih proaktif dan mampu menangani tugas yang lebih kompleks. BAAI Institute meluncurkan empat Agent vertikal, termasuk asisten diagnosis untuk pencitraan resonansi magnetik jantung dan Agent pendengar rapat. Namun, untuk bergerak dari "dapat digunakan" ke "mudah digunakan", Agent masih menghadapi banyak tantangan teknis yang perlu dioptimalkan, seperti memori, orkestrasi, dan penyempurnaan kerangka kerja rekayasa (Harness) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan eksekusi.

marsbit3j yang lalu

Gemetarlah Manusia, AI Masih Berlari Kencang

marsbit3j yang lalu

Sisi Lain Kekayaan Triliunan Dolar Musk: 85% Tak Bisa Dijual

Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia setelah valuasi SpaceX mencapai $1,77 triliun. Namun, kekayaan bersihnya yang diperkirakan melampaui $1 triliun sangat tidak likuid. Meski menguasai 85,1% hak suara, kepemilikan ekonomi aktualnya mungkin jauh lebih rendah, dan sebagian besar sahamnya memiliki hak suara super dengan pembatasan penjualan ketat. Ia diperkirakan hanya dapat mencairkan sekitar 1,6%-2,4% dari kekayaannya per tahun. SpaceX IPO dengan valuasi $1,77 triliun, tetapi hanya 4,2% dari total saham yang beredar di pasar sekunder, membuat harga saham sangat rentan terhadap volatilitas. Sekitar 4.400 karyawan diperkirakan menjadi jutawan kertas karena rencana kepemilikan saham, namun kekayaan mereka dikunci selama periode penahanan dan menghadapi kewajiban pajak. Sementara itu, divisi xAI SpaceX mencatatkan kerugian $64 miliar pada 2025, meskipun memiliki kontrak sewa komputasi senilai $260,4 miliar per tahun dari Anthropic dan Google. Pengeluaran modal tahunan xAI sekitar $308 miliar, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan bisnis ini. Analisis membandingkan potensi kekayaan karyawan jika Anthropic dan OpenAI go public, menunjukkan nilai yang jauh lebih tinggi daripada SpaceX karena struktur kepemilikan yang lebih tersebar, tetapi kelangsungan valuasi tinggi mereka di pasar publik masih belum teruji. Intinya, status triliuner Musk dan kekayaan karyawan SpaceX sebagian besar masih di atas kertas, dengan ujian sesungguhnya akan datang setelah periode lock-up berakhir dan tekanan jual memasuki pasar yang sangat tidak likuid.

链捕手3j yang lalu

Sisi Lain Kekayaan Triliunan Dolar Musk: 85% Tak Bisa Dijual

链捕手3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli JUP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Jupiter (JUP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Jupiter (JUP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Jupiter (JUP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Jupiter (JUP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Jupiter (JUP)Lakukan trading Jupiter (JUP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

185 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli JUP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga JUP (JUP) disajikan di bawah ini.

活动图片