Польский парламент не смог преодолеть вето президента на закон о криптоактивах

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-06Terakhir diperbarui pada 2025-12-07

  • Президент Польши Кароль Навроцкий заблокировал законопроект о крипторегулировании.
  • Нижняя палата парламента не набрала необходимого большинства голосов.
  • Дональд Туск назвал документ вопросом национальной безопасности.
  • Польша остается единственной страной ЕС без внедрения MiCA.

В Польше не смогли преодолеть президентское вето на законопроект о регулировании рынка цифровых активов (MiCA). Для этого нужно было как минимум три пятых голосов депутатов, но такой поддержки не удалось достичь, сообщает Bloomberg.

По данным журналистов, премьер-министр Дональд Туск призвал принять документ, подчеркнув, что он критически важен для национальной безопасности. Закон должен был имплементировать европейские стандарты, в частности положения регламента MiCA. По словам политика, отсутствие контроля над индустрией создает угрозу со стороны иностранных спецслужб.

В Bloomberg добавили, что Польша остается последней страной ЕС, которая не внедрила регулирование сектора криптовалют.

Также Туск заявил в парламенте, что законопроект должен дать властям инструменты для контроля нерегулируемого рынка, на котором, по оценкам правительства, действуют российские спецслужбы, криминальные группировки и происходит отмывание средств.

Он также отметил, что польская криптоиндустрия, по данным правительства, уже была инфильтрирована «несколькими сотнями» иностранных структур, в частности из РФ и Беларуси.

Напомним, в начале декабря 2025 года президент Польши Кароль Навроцкий заблокировал законопроект о регулировании криптоактивов, аргументировав свое решение тем, что документ может представлять угрозу для гражданских свобод, бизнеса и стабильности рынка.

Bacaan Terkait

AI Juga Bisa "Moody"! Penelitian Baru USTC: Kebingungan dan Kecemasan Bikin AI Makin Jago Bekerja

AI punya "emosi" dan itu bisa meningkatkan kemampuannya bekerja? Penelitian terbaru dari Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok (USTC), Oxford, dan lainnya menunjukkan bahwa dengan membiarkan AI mengenali "emosi internal" seperti kebingungan, ketegangan, atau kekecewaan, dan menggunakan sinyal ini sebagai dasar untuk memilih tindakan atau keterampilan berikutnya, kinerjanya dalam menyelesaikan tugas dapat meningkat drastis. Dalam eksperimen, AI (agent) ditugaskan untuk berbelanja online. Peneliti mengamati bahwa kondisi emosional tertentu secara konsisten memicu pemilihan keterampilan tertentu: 1. Rasa ingin tahu dan keinginan → secara spontan mencari produk. 2. Kebingungan dan ketegangan → mengajukan ulang pertanyaan atau kueri. 3. Rasa percaya diri dan optimis → mengonfirmasi pembelian. 4. Kekecewaan dan kekesalan → membandingkan harga. Emosi "negatif" seperti kebingungan dan ketegangan ternyata berfungsi sebagai sinyal metakognitif yang berguna. Mereka menandakan ketidaksesuaian antara strategi saat ini dan lingkungan, memicu mekanisme pemulihan yang tepat *sebelum* kesalahan benar-benar terjadi. Dalam tugas-tugas rumit yang rentan gagal (seperti "mememanaskan barang" atau "mengambil dua item" di lingkungan simulasi), metode berbasis emosi ini meningkatkan tingkat keberhasilan secara signifikan, dari di bawah 10% menjadi lebih dari 30% bahkan 56%. Penelitian terpisah dari Universitas Tianjin juga mengintegrasikan emosi ke dalam "Model Dunia" (World Model) untuk prediksi yang lebih baik dalam lingkungan berpusat pada manusia. Hasilnya, akurasi prediksi meningkat, dan menghilangkan data emosi justru menurunkan kinerja AI bahkan dalam tugas penalaran logis. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi emosional dalam model bahasa besar (LLM) tidak hanya fenomena yang diamati, tetapi semakin menjadi sinyal fungsional yang dapat diekstraksi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketangguhan dan kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas.

marsbit35m yang lalu

AI Juga Bisa "Moody"! Penelitian Baru USTC: Kebingungan dan Kecemasan Bikin AI Makin Jago Bekerja

marsbit35m yang lalu

Tim Dekorasi Bikin 'Karya Abstrak' dengan Tangan Mereka Sendiri, 'Niu Lai', Meme Coin Bernama Sama Tembus 3.000 Kali Lipat dalam 3 Hari

Animasi "Niu Lai" (牛来), film buatan studio yang awalnya adalah perusahaan dekorasi, menjadi sensasi viral karena animasi yang kasar, alur cerita abstrak, dan kinerja box office yang awalnya sangat rendah. Dirilis pada 5 Agustus, film ini hanya meraup 7.000 yuan dalam 9 hari pertama. Namun, justru ke"abstrak"-annya menarik perhatian luas, memicu gelombang diskusi daring dan "wisata menonton", serta mendorong penjualan tiket hingga melampaui 2,5 juta yuan. Di balik layar, film ini dikerjakan oleh tim kecil dan diproduksi oleh perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang dekorasi, menambah narasi unik tentang perjuangan kreatif. Pihak berwenang mengklarifikasi bahwa proses sensor film ("dragon seal") lebih berfokus pada kepatuhan konten daripada kualitas teknis. Fenomena "Niu Lai" melampaui filmnya sendiri, berkembang menjadi meme budaya yang kuat. Konsepnya mencerminkan kerinduan publik akan pasar saham yang bullish ("bull market") dan menjadi simbol perlawanan terhadap produksi film mainstream yang terlalu halus. Komunitas crypto merespons dengan meluncurkan token meme "Niu Lai", yang meledak 3000 kali lipat hanya dalam 3 hari, mencapai kapitalisasi pasar mendekati $30 juta. Kekuatan meme ini menunjukkan bagaimana konten sederhana dapat berubah menjadi fenomena sosial dan finansial yang signifikan di era ekonomi perhatian.

Odaily星球日报2j yang lalu

Tim Dekorasi Bikin 'Karya Abstrak' dengan Tangan Mereka Sendiri, 'Niu Lai', Meme Coin Bernama Sama Tembus 3.000 Kali Lipat dalam 3 Hari

Odaily星球日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片