Грузия подписала меморандум о сотрудничестве с блокчейном Hedera

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-02Terakhir diperbarui pada 2025-12-03

  • Минюст Грузии подписал меморандум о сотрудничестве с проектом Hedera.
  • Планируется исследование возможности переноса данных реестра на блокчейн.
  • Рассматривается токенизация недвижимости и развитие смарт-контрактов.

Министерство юстиции Грузии объявило о подписании меморандума о взаимопонимании с блокчейном Hedera. Об этом сообщает Trend со ссылкой на регулятора.

Согласно сообщению, стороны договорились исследовать потенциал технологии распределенного реестра для модернизации государственных сервисов.

Отдельно обсуждается перспектива переноса данных Национального агентства публичного реестра (NAPR) на блокчейн. Представители министерства считают, что это позволит повысить прозрачность, надежность и защиту прав собственности.

В список возможных направлений сотрудничества входит токенизация недвижимости, а также дальнейшее развитие смарт-контрактов, которые уже функционируют на базе NAPR. Ведомство подтвердило, что для технической реализации инициативы сформируют совместные рабочие группы с участием экспертов обеих сторон.

Журналисты отметили, что в 2016 году NAPR уже реализовало пилотный проект по использованию блокчейна в системе земельного кадастра. Данные тогда записывали в частный реестр с последующей привязкой к сети биткоина. Этот подход позволил гражданам самостоятельно проверять достоверность свидетельств на право собственности.

Напомним, в июне 2024 года мы сообщали, что Центробанк Грузии планирует привлечь Ripple Labs к цифровизации экономики страны.

Bacaan Terkait

Bagaimana Codex Menggunakan Komputer? Tiga Pintu Masuk dan Batasan Izin

Cara Codex Menggunakan Komputer: Tiga Pintu Masuk dan Batas Izin Artikel ini menjelaskan tiga cara Codex berinteraksi dengan lingkungan eksternal: Computer Use, Ekstensi Chrome, dan Browser dalam aplikasi. Ketiganya melayani skenario tugas, batas izin, dan tingkat kepercayaan yang berbeda. 1. **Computer Use (@Computer)**: Cakupan terluas, mengontrol aplikasi desktop asli (macOS/Windows), pengaturan sistem, simulator iOS, dan alur kerja lintas aplikasi melalui antarmuka grafis. Cocok untuk proses yang tidak memiliki dukungan API, plugin, atau alat terstruktur. Namun, lebih lambat dan memiliki batas izin terlebar. Harus digunakan dengan pengawasan untuk tindakan sensitif. 2. **Ekstensi Chrome (@Chrome)**: Mengakses status Chrome yang sudah login, termasuk cookies, tab, dan profil. Ideal untuk tugas di Gmail, LinkedIn, Salesforce, dasbor internal, atau penelitian yang memerlukan status login di beberapa situs. Mendukung kontrol multi-tab dan konteks identitas browser. Batas kepercayaan penting: pisahkan tindakan berisiko tinggi seperti mengirim atau membeli. 3. **Browser dalam Aplikasi (@Browser)**: Browser terisolasi di dalam thread Codex, tidak membawa status login atau ekstensi. Sangat cocok untuk pengembangan web, debugging bug visual, memeriksa tata letak responsif, dan memberikan anotasi desain pada halaman lokal atau pratinjau berbasis file. Menciptakan siklus umpan balik yang ketat antara pengeditan kode dan pratinjau. **Prinsip Inti**: Pilih antarmuka operasi yang paling sempit, aman, dan terstruktur untuk tugas tersebut. Prioritaskan plugin atau MCP jika tersedia. Gunakan Computer Use hanya sebagai "mil terakhir" ketika alat terstruktur tidak mencukupi. **Appshots** berfungsi sebagai alat untuk memberikan konteks visual (dengan menangkap jendela depan), bukan sebagai metode kontrol keempat. Dengan mendorong pemilihan alat yang tepat, pendekatan berlapis ini menunjukkan kunci produk AI Agent: membatasi izin secara proporsional berdasarkan tugas spesifik dan mempertahankan hak pengguna untuk meninjau tindakan kritis.

marsbit1j yang lalu

Bagaimana Codex Menggunakan Komputer? Tiga Pintu Masuk dan Batasan Izin

marsbit1j yang lalu

Hukum Besi" dalam Peralatan Chip, Sedang Dihancurkan

"Aturan besi" industri peralatan semikonduktor, di mana pembeli (fab) mendominasi harga, mulai retak. Contohnya, pemasok peralatan SK Hynix meminta kenaikan harga 3%-4%, fenomena langka yang didorong oleh ledakan permintaan AI. Kebutuhan AI memicu ketidakseimbangan pasokan-permintaan peralatan kunci. Permintaan meledak untuk peralatan TCB (Thermal Compression Bonding) yang penting untuk produksi HBM4 dan pengemasan chip AI (C2S/C2W). Pemain seperti Hanmi Semiconductor, Hanwha Semitech, dan ASMPT kebanjiran pesanan. Teknologi Hybrid Bonding yang lebih maju belum menggantikan TCB dalam waktu dekat, karena TCB tetap lebih matang untuk produksi massal HBM4. Tidak hanya peralatan fab, rantai pasok pembuat peralatan tes semikonduktor juga tersendat. Mereka menghadapi kelangkaan parah komponen kunci seperti FPGA, CPU, dan Driver IC, yang justru banyak diserap oleh pusat data AI, sehingga menunda pengiriman peralatan tes. Siklus ekspansi besar-besaran didorong oleh tiga faktor utama: (1) Fab logika canggih (TSMC, Intel, Samsung) memperluas kapasitas untuk akselerator AI; (2) Produsen memori (SK Hynix, Micron) meningkatkan investasi untuk HBM; (3) Kemasan canggih (CoWoS) menjadi bottleneck dan prioritas ekspansi. Organisasi seperti SEMI memproyeksikan penjualan peralatan semikonduktor global akan mencapai rekor baru pada 2027, didorong terutama oleh investasi terkait AI. Pemain peralatan yang menguasai teknologi kunci di node proses logika canggih, HBM, dan kemasan canggih kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat, karena mereka menjual kemampuan yang paling langka: kapasitas untuk mewujudkan produksi chip di era AI.

marsbit1j yang lalu

Hukum Besi" dalam Peralatan Chip, Sedang Dihancurkan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片