China Warns Stablecoins Pose Risks, Reiterates Ban

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-11-14Terakhir diperbarui pada 2025-11-29

Key Highlights

China has warned that stablecoins are not official money and cannot be used like regular currency. Yesterday, the People’s Bank of China (PBOC) convened a high-level meeting with representatives from state agencies, courts, and financial regulators to discuss virtual currency speculation. 

According to the official release, the meeting focused on the growing risks from virtual currencies, especially stablecoins. Officials said that although past crackdowns reduced illegal trading, speculation is rising again, creating new financial risks. 

The bank reminded that virtual currencies are not official money and cannot be used like regular cash. Stablecoins, in particular, don’t meet rules for identifying users or preventing money laundering, which means they could be used for fraud or illegal cross-border transfers. 

Tighter regulations and market oversight

Authorities called for the strict implementation of Xi Jinping Thought on Socialism with Chinese Characteristics for a New Era, pushing the regulators to continue banning virtual currencies. The PBOC and other bodies will be focusing on better coordination with each other through information sharing and monitoring of capital flows. 

Regulators also sought to crack down on illicit activities, shield investors’ assets, and ensure that the system sustains financial stability. They also stressed the need for an upgrade in crypto-related activities’ legal frameworks.

Besides domestic measures, regulators recently instructed major brokerages to halt stablecoin research and cancel related events. This move seeks to curb growing domestic interest and prevent uninformed investments. 

Christopher Wong, a currency strategist at Oversea-Chinese Banking Corp in Singapore, noted, “Chinese policymakers prefer to keep financial discussions calm to avoid herd behaviour.” The approach reflects China’s broader caution in preventing market volatility linked to speculative trends.

Impact on Hong Kong and real-world asset tokenization

China is also keeping a close watch on Hong Kong. In September, regulators told local brokerages to pause tokenizing real-world assets. At least two major brokerages were advised not to carry out these activities overseas.

Meanwhile, Hong Kong has been trying to establish itself as a digital asset hub in Southeast Asia. Its Financial Services and Treasury Bureau and the Hong Kong Monetary Authority are reviewing RWA tokenization rules, drawing on international standards. 

Mining resurgence despite regulatory pressure

It is worth noting that Bitcoin mining is gradually returning to China despite the 2021 ban. Provinces like Xinjiang offer cheap electricity, prompting both small and large miners to resume operations. 

Wang, a private miner in Xinjiang, said, “A lot of energy cannot be transmitted out of Xinjiang, so you consume it in the form of crypto mining. New mining projects are under construction. People mine where electricity is cheap.” Consequently, China now controls roughly 14% of global mining as of October 2025, marking a notable rebound.

However, with China taking a strict stance on unregulated digital currencies, investors should be cautious as regulations on stablecoins and offshore crypto activities tighten. The focus remains on maintaining financial stability and preventing illegal activity.

Also Read: Uzbekistan to Legalize Stablecoins Starting 2026


Mobile Only ImageMobile Only Image

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit8j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli BAN

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Comedian (BAN) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Comedian (BAN) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Comedian (BAN) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Comedian (BAN) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Comedian (BAN)Lakukan trading Comedian (BAN) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.1k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BAN

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BAN (BAN) disajikan di bawah ini.

活动图片