Citi и Swift успешно протестировали расчёты от фиатной валюты к цифровой

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-03-20Terakhir diperbarui pada 2025-11-21

Banking-гигант Citi и глобальная межбанковская сеть Swift объявили об успешном завершении испытаний системы расчётов, которая позволяет проводить платежи от фиатной валюты к цифровой с синхронизацией в формате Payment-versus-Payment (PvP). Это один из наиболее значимых шагов по интеграции традиционной финансовой инфраструктуры с блокчейн-технологиями.

Что протестировали Citi и Swift

В рамках испытаний была реализована модель, которая сочетает:

  • существующую инфраструктуру Swift, уже подключённую к глобальной банковской системе;
  • блокчейн-коннекторы, связывающие банковские счета и цифровые реестры;
  • оркестраторы, управляющие логикой процессов и последовательностью операций;
  • смарт-контракты, обеспечивающие автоматические и гарантированные расчёты.

Задача эксперимента — добиться синхронизированного расчёта между фиатными и цифровыми активами таким образом, чтобы обе стороны сделки получали средства ровно в один момент времени, исключая риск непоставки.

Что такое PvP?

Payment-versus-Payment (PvP) — это механизм, при котором расчёт между двумя валютами происходит одновременно.
Этот формат:

  • исключает риск того, что одна сторона отправит средства, а другая — нет;
  • повышает безопасность международных платежей;
  • особенно важен в высокорискованных средах, связанных с цифровыми валютами и токенизацией активов.

Современные блокчейн-решения позволяют расширить PvP-модель на цифровые активы, CBDC и токенизированные валюты.

Прорыв в совместимости TradFi и блокчейна

Эксперимент показал:

Традиционные банки могут выполнять расчёты через блокчейн

Citi доказала, что существующая банковская инфраструктура может взаимодействовать с цифровыми реестрами без полной перестройки внутренних систем.

Swift может стать глобальным «координационным центром» цифровых валют

Вместо замены Swift, блокчейн стал дополнением, позволяющим использовать сеть как точку синхронизации для разных цифровых и фиатных систем.

Универсальные коннекторы и смарт-контракты ускоряют расчёты

Механизм полностью автоматизирован, что снижает операционные риски и позволяет проводить расчёты почти в реальном времени.

Что это означает для будущего финансов

Эксперты считают, что подобные испытания — это подготовка к инфраструктуре CBDC, токенизации активов и цифровым финансовым инструментам, которые потребуют точного, быстрого и безопасного взаимодействия стран и банков.

Инициатива Citi и Swift показывает направление развития отрасли:

  • цифровые валюты будут использоваться в международных расчётах;
  • банки будут взаимодействовать с блокчейн-сетями напрямую;
  • Swift станет критическим мостом между разными системами, включая токенизированные активы, стейблкоины и CBDC.

Перспективы развития

Следующим этапом может стать:

  • расширение количества банков-участников;
  • тестирование PvP-расчётов с токенизированными активами (RWA);
  • подключение национальных цифровых валют (CBDC);
  • использование смарт-контрактов для более сложных условий платежей.

Этот эксперимент подтверждает: глобальная финансовая система уже входит в эпоху гибридных расчётов, где фиат и цифровые валюты функционируют синхронно.


Материал не является индивидуальной инвестиционной рекомендацией. Информация носит ознакомительный характер, любые решения вы принимаете на свой риск.

Bacaan Terkait

Bagaimana Menilai Keaslian Video AI? Merangkum Sistem Deteksi yang Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Diinterpretasikan

Bagaimana Menentukan Keaslian Video AI? Tinjauan Sistem Deteksi Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Dijelaskan Generasi video AI telah berkembang pesat, mencapai kualitas sinematis. Namun, deteksi video palsu tertinggal, menimbulkan risiko sosial. Makalah tinjauan ini menetapkan kembali tujuan deteksi menjadi **"verifikasi kesetiaan fakta"**, memeriksa apakah konten video selaras dengan dunia nyata. Video AI dikategorikan menjadi tiga paradigma: **Manipulasi Lokal (LMV)**, **Edit Audio-Visual (AVE)**, dan **Sintesis Video Generatif (GVS)**. Untuk mendeteksinya, tinjauan mengusulkan kerangka kerja **empat lapis dari perspektif ganda Visi-Bahasa**: 1. **Analisis Isyarat Visual Intrinsik**: Memeriksa anomali statistik tingkat rendah seperti pola noise dan sinyal fisiologis. 2. **Konsistensi Spasial-Temporal**: Menganalisis kelancaran gerakan objek dan dinamika adegan sepanjang waktu. 3. **Konsistensi Antarmoda**: Memverifikasi keselarasan antara elemen visual, audio, dan teks dalam video. 4. **Penalaran Tingkat Dunia Dipandu Bahasa**: Mengevaluasi konsistensi konten video dengan pengetahuan dunia nyata, fakta, dan hukum fisika menggunakan penalaran semantik. Fokus metode deteksi bergeser dari lapisan 1 & 2 (visi) ke lapisan 3 & 4 (bahasa) seiring membaiknya kualitas video AI. Evaluasi juga perlu berkembang melampaui metrik akurasi dasar, menuju sistem penilaian **dinamis yang mengutamakan bukti**, serta sistem deteksi yang **dapat dipercaya dan dijelaskan** dengan menggabungkan bukti visual dan penalaran semantik. Deteksi yang andal memerlukan kolaborasi antar bidang seperti Visi Komputer, NLP, dan pemahaman multimodal.

marsbit21m yang lalu

Bagaimana Menilai Keaslian Video AI? Merangkum Sistem Deteksi yang Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Diinterpretasikan

marsbit21m yang lalu

Tak Terduga, Audit Keamanan adalah Aplikasi Pertama yang Terwujud dari AI x Crypto

Data menunjukkan, hingga Juni 2026, TVL DeFi turun sekitar 39% dari awal tahun. Di sisi lain, serangan keamanan di sektor DeFi telah menyebabkan kerugian sekitar $942 juta dalam 121 insiden sepanjang tahun. Munculnya alat AI canggih, seperti model Claude Mythos dari Anthropic, telah mengubah lanskap keamanan dengan drastis. Biaya dan keahlian yang dibutuhkan untuk menemukan kerentanan dalam kontrak pintar kini turun hampir ke nol, memungkinkan penyerang memindai ribuan kontrak secara sistematis dan mengeksploitasi celah dengan sangat cepat, bahkan pada protokol yang sudah diaudit. Insiden pada protokol seperti Drift Protocol dan KelpDAO membuktikan bahwa laporan audit tradisional yang hanya fokus pada kode tidak lagi memadai. Penyerang kini menargetkan logika bisnis, konfigurasi infrastruktur, dan kelemahan operasional. Celah pada kontrak lama yang telah berjalan bertahun-tahun juga kembali dieksploitasi berkat bantuan AI. Pernyataan pesimistis dari pendiri OpenZeppelin bahwa "semua DeFi tidak aman" mencerminkan tantangan struktural ini: pihak bertahan harus menutup semua celah, sementara penyerang hanya butuh satu pintu masuk. Menanggapi hal ini, proyek-proyek kini terdorong untuk melakukan audit ulang berdasarkan standar keamanan baru di era AI, meskipun lebih bersifat pertahanan. Perusahaan audit seperti CertiK dan OpenZeppelin beradaptasi dengan mengembangkan sistem audit berbantuan AI, beralih dari model laporan satu kali ke layanan pemantauan berkelanjutan dan verifikasi formal. Contohnya, alat audit AI Firepan berhasil menemukan kerentanan kritis yang terlewat oleh enam auditor manusia pada kontrak Curve Finance. AI juga membuktikan kemampuannya dalam audit proyek privasi seperti Zcash. Kesimpulannya, fusi AI dan Crypto paling dahsyat dampaknya di audit keamanan. Era keamanan sebagai pemeriksaan satu kali sebelum peluncuran telah berakhir. Keamanan kini harus menjadi infrastruktur berkelanjutan bagi proyek, sementara perusahaan audit harus berevolusi dari penyedia jasa pasif menjadi mitra defensif proaktif yang terintegrasi penuh. Masa depan akan dimenangkan oleh pihak yang paling cepat beradaptasi dan memanfaatkan AI untuk pertahanan.

链捕手36m yang lalu

Tak Terduga, Audit Keamanan adalah Aplikasi Pertama yang Terwujud dari AI x Crypto

链捕手36m yang lalu

Eksploitasi $3 Juta Mengguncang Polymarket: Pengguna Akan Menerima Pengembalian Dana Penuh Setelah Pelanggaran Pihak Ketiga

Platform prediksi pasar Polymarket mengalami eksploitasi yang mengakibatkan pencurian aset kripto senilai sekitar $3 juta. Platform mengumumkan akan memberikan penggantian penuh kepada pengguna yang terdampak. Menurut investigasi, insiden ini bukan disebabkan oleh celah pada arsitektur inti platform, melainkan oleh skrip berbahaya yang disisipkan ke antarmuka depan (front-end) oleh vendor pihak ketiga yang diretas. Skrip jahat tersebut didistribusikan secara terbatas dan memungkinkan penyerang menguras dana dari dompet pengguna saat mereka berinteraksi dengan antarmuka yang terkompromi. Polymarket menyatakan telah mengidentifikasi penyebab, mengisolasi ketergantungan yang bermasalah, dan mulai menghubungi pengguna terdampak. Diperkirakan kurang dari 15 akun pengguna yang terpengaruh, dengan aset yang dicuri sebagian besar berupa stablecoin pUSD yang kemudian ditukar menjadi sekitar 1.893 ETH. Peneliti keamanan mengkategorikan kejadian ini sebagai serangan rantai pasok (supply chain hack), yang menargetkan pengguna melalui kode pihak ketiga yang diretas, bukan merusak protokol inti Polymarket. Ini merupakan insiden keamanan kedua dalam kurun dua bulan, setelah sebelumnya terjadi kerugian $700.000 akibat kunci privat yang diduga bocor. Insiden ini menyoroti risiko yang semakin meningkat dari ketergantungan pada perangkat lunak pihak ketiga di sektor kripto. Meski komitmen Polymarket untuk mengganti kerugian dapat membantu memulihkan kepercayaan, serangan rantai pasok tetap menjadi ancaman keamanan utama.

TheNewsCrypto41m yang lalu

Eksploitasi $3 Juta Mengguncang Polymarket: Pengguna Akan Menerima Pengembalian Dana Penuh Setelah Pelanggaran Pihak Ketiga

TheNewsCrypto41m yang lalu

Trading

Spot
活动图片