Pudgy Penguins: Is a new bull run setting up? Examining…

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-20Terakhir diperbarui pada 2025-10-21

Key Takeaways 

How does PENGU’s short-term trend look?

It confirms a shift toward bullish momentum as buyers reclaim control above $0.021 levels.

What do recent exchange outflows and whale activity suggest?

Outflows totaling $863K and renewed whale accumulation indicate reduced sell pressure and growing confidence.


The market structure of Pudgy Penguins [PENGU] has started to show promising signs of recovery as the TD Sequential buy signal gets validated, aligning with consistent exchange outflows and renewed whale accumulation. 

The confluence of technical and on-chain metrics suggests momentum is shifting in favor of buyers.

Price movements consolidating within a bullish pattern that could soon trigger a breakout toward higher Fibonacci targets.

An explosive upside toward Fibonacci targets

A clear cup-and-handle formation is visible on the weekly chart, reflecting gradual recovery momentum after a prolonged correction. 

The handle consolidation appears nearly complete, positioning PENGU for a potential breakout above the 1.0 Fib level at $0.0218. 

If confirmed, the Fibonacci extensions at 1.618 ($0.0305) and 2.618 ($0.0447) could serve as the next price targets. 

Additionally, the liquidation heatmap shows heavy clusters between $0.023 and $0.0238, which could spark a short squeeze once liquidity is triggered.

Such a move would likely strengthen the bullish narrative across spot and derivatives markets.

PENGU price actionPENGU price action

Source: TradingView

Investors pull $863K from trading platforms

Spot flow data reveals a net outflow of $863K on the 21st of October, confirming that holders were moving tokens off exchanges. This trend reduces sell pressure and reflects growing investor confidence. 

Interestingly, the magnitude of these outflows has increased alongside the recent TD Sequential confirmation, reinforcing the notion that accumulation is underway. 

Moreover, historical data shows that similar withdrawal spikes often precede upward continuation patterns. 

However, sustaining this momentum will require consistent buying from both retail and institutional segments.

Source: CoinGlass

Large holders return to Pudgy Penguins

Data from CryptoQuant showed an uptick in large whale order sizes, signaling renewed institutional and high-net-worth participation. 

This pattern, marked by clusters of green whale orders, mirrors previous accumulation zones that preceded significant uptrends. 

The alignment between on-chain accumulation and technical breakout potential creates a favorable setup for a rally. 

However, continuous accumulation remains key for validating this bullish outlook, especially as PENGU approaches resistance near $0.023.

PENGU Spot Average Order SizePENGU Spot Average Order Size

Source: CryptoQuant

Is PENGU ready for a decisive breakout?

The convergence of bullish signals across both technical and on-chain metrics strengthens PENGU’s short-term recovery prospects. 

A confirmed breakout above $0.023 could open the path toward $0.03 and beyond, supported by consistent whale buying and reduced exchange supply. 

While momentum looks promising, sustained accumulation and breakout confirmation remain essential to validate the next major rally.

Share

Bacaan Terkait

Kementerian Keuangan Secara Langsung Turun Tangan Tekan Suku Bunga Jangka Panjang

Treasury AS secara langsung menekan suku bunga jangka panjang melalui operasi pembelian kembali (repo) obligasi pemerintah. Langkah ini, meski bukan YCC konvensional, mencerminkan intervensi pemerintah dalam biaya pendanaan. Pembicaraan mendatang di Jackson Hole oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi kritis, karena perbedaan pendapat muncul antara mendukung disiplin moneter (suku bunga tinggi) versus mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mengatasi defisit anggaran. Kekhawatiran jangka panjang adalah defisit AS yang tinggi. Solusi utama diharapkan dari pertumbuhan ekonomi, terutama melalui sektor teknologi, karena sektor tradisional dinilai tidak mampu. Intervensi Treasury saat ini mirip dengan operasi likuiditas tahun 2000-2002 atau Operation Twist, namun skala dan tujuannya berbeda. Jika The Fed bergabung, ini akan menandakan pergeseran kebijakan yang signifikan. Intinya, intervensi teknis seperti ini hanya solusi sementara. Masalah mendasar AS adalah ekonomi K-shaped, di mana sebagian populasi masih berjuang, dan ketergantungan pada narasi teknologi baru. Tanpa peningkatan produktivitas riil, kebijakan moneter hanya akan berputar-putar. Emas mungkin terdampak fluktuasi jangka pendek tergantung respons The Fed, tetapi prospek jangka panjangnya tetap kuat jika kebijakan longgar untuk stimulus pertumbuhan yang muncul. Artikel juga menyentuh tantangan struktural AS yang lebih dalam, di mana reformasi yang sulit namun diperlukan seringkali terhambat. Pendekatan "usaha minimal, hasil maksimal" seperti intervensi Treasury ini dikritik mirip dengan mentalitas mencari jalan pintas, yang mungkin tidak berkelanjutan untuk masalah mendasar negara. Titik kunci ke depan adalah apakah The Fed akan mendukung langkah Treasury ini, yang bisa menjadi katalis untuk diskusi lebih luas tentang masa depan kebijakan ekonomi AS.

marsbit6m yang lalu

Kementerian Keuangan Secara Langsung Turun Tangan Tekan Suku Bunga Jangka Panjang

marsbit6m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset JPMorgan: Uji INT Moderna Mencapai Tujuan, Namun Pasar Sudah Harga di Muka

Laporan riset JPMorgan pada 19 Agustus menyoroti bahwa uji klinis Fase III terapi INT Moderna (kerja sama dengan Merck) untuk melanoma tahap adjuvan mencapai titik akhir primer (peningkatan signifikan dalam kelangsungan hidup bebas kekambuhan) dan titik akhir sekunder kunci (kelangsungan hidup bebas metastasis jauh). Namun, hasil ini telah sesuai ekspektasi pasar dan diperkirakan telah diperhitungkan dalam harga saham sebelumnya. JPMorgan mempertahankan peringkat "Underweight" dan target harga $40 untuk Moderna, mengindikasikan potensi penurunan 36% dari harga sekitar $63. Logika intinya adalah kesuksesan INT pada melanoma adjuvan telah dihargai penuh. Nilai Moderna selanjutnya akan bergantung pada kemampuan INT untuk meniru kesuksesan ini pada indikasi kanker yang lebih luas, seperti kanker paru-paru dan ginjal. Laporan menilai bahwa kenaikan harga saham sebelum pasar lebih mencerminkan penutupan posisi short dan sentimen perdagangan jangka pendek, bukan perubahan mendasar. Target harga $40 didasarkan pada model valuasi DCF, yang mencakup nilai produk komersial saat ini dan nilai pipeline yang disesuaikan risiko. Risiko naik mencakup data INT yang lebih baik dari perkiraan di luar melanoma, sementara risiko turun meliputi kegagalan klinis, penundaan regulasi, dan peluncuran komersial yang di bawah ekspektasi. Kesimpulan: JPMorgan mempertahankan pandangan bearish. Nilai klinis INT pada melanoma sudah jelas, tetapi sudah tercermin penuh dalam harga. Moderna perlu membuktikan bahwa platform INT efektif pada lebih banyak jenis kanker untuk mendukung valuasi saat ini.

marsbit6m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset JPMorgan: Uji INT Moderna Mencapai Tujuan, Namun Pasar Sudah Harga di Muka

marsbit6m yang lalu

Trading

Spot
活动图片