Сооснователь Polygon Сандип Найлвал: «Моя преданность Эфириуму слабеет»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-20Terakhir diperbarui pada 2025-10-21

Сооснователь Polygon Сандип Найлвал (Sandeep Nailwal) обиделся на организацию Ethereum Foundation за пренебрежение к разработчикам сетей второго уровня, заявив, что фонд не поддерживает усилия команды Polygon.

Найлвал написал в соцсети Х, что его лояльность к Эфириуму ослабевает, поскольку Ethereum Foundation не оказывает команде Polygon «прямой поддержки», несмотря на ее усилия в масштабировании сети Эфириума. Найлвал утверждает, что проделанная Polygon работа часто игнорировалась сообществом Эфириума, которое, по его мнению, не признает Polygon как сеть второго уровня. Найлвал заявил, что экосистема Polygon, включая сети Katana и XLayer, по-прежнему тесно связана с Эфириумом.

По словам Найлвала, рыночная капитализация Polygon могла бы быть «в два-пять раз выше», если бы сеть позиционировала себя как самостоятельную цепочку первого уровня, а не поддерживала связи с Эфириумом.

«Я пришел в криптовалюту не из-за Биткоина, а из-за Эфириума. Я благодарен Виталику Бутерину, который был для меня образцом того, как все должно быть устроено в этом мире. Я всегда испытывал моральную преданность Эфириуму, даже если это стоило мне миллиардов долларов в ценности Polygon», — заявил Найлвал.

Недовольные заявления Найлвала появились после дебатов между разработчиками и основателями Эфириума о роли фонда в поддержке внешних разработчиков и распределении грантов.

Сооснователь Sonic Labs Андре Кронье (Andre Cronje) поддержал Найлвала и рассказал, что он сжег более 700 ETH, разрабатывая проекты на базе Эфириума, не получив за это никаких грантов и даже ретвита. Причем у него гораздо больше опыта, чем у разработчиков, создающих новые проекты в рамках экосистемы Sonic, однако они часто получают финансовую и техническую поддержку, отметил Кронье.

Позднее сооснователь Эфириума Виталик Бутерин поблагодарил Найлвала и Polygon за их вклад в разработку технологии нулевого разглашения и попытки использовать фреймворк AggLayer для масштабирования Эфириума. Бутерин также упомянул участие Найлвала в биотехнологических программах Balvi и CryptoRelief, заявив, что его работа принесла пользу не только криптопространству.

По данным консалтинговой компании Sherlock Communications, в Латинской Америке разработчики создают все больше решений на основе Эфириума и Polygon, выбирая эти сети за понятные инструменты и четко составленную документацию.

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News7m yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News7m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

**Ringkasan: Biaya Keamanan Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan di DeFi** Berdasarkan data DeFiLlama, kuartal kedua tahun ini mencatat 88 serangan peretasan dengan total kerugian mencapai $780,3 juta. Rangkaian peristiwa ini membuktikan bahwa **kerugian akibat masalah keamanan kini telah menjadi bagian dari biaya modal di ekosistem DeFi**. Biaya tersembunyi ini secara langsung memengaruhi pendapatan pengguna, pemilihan rute aset, dan keputusan dalam menyediakan likuiditas. Risiko utama berasal dari dua area: **kerentanan infrastruktur** (seperti jembatan lintas rantai/ *cross-chain bridge*) yang menyebabkan kerugian besar per insiden, dan **cacat logika kontrak** yang lebih sering terjadi. Serangan terhadap infrastruktur kritis—saluran perpindahan aset, sistem verifikasi, antarmuka—telah mengubah logika pasar. Partisipan kini mulai memasukkan **premi risiko** ke dalam perhitungan mereka, mengevaluasi kembali biaya sebenarnya untuk berpartisipasi di ekosistem *on-chain*. **Keandalan rute aset** kini menjadi bagian integral dari pertimbangan transaksi. Insiden pada jembatan lintas rantai seperti KelpDAO, LayerZero, dan THORChain membuat likuiditas cenderung berpindah ke platform dengan jalur yang lebih jelas dan risiko lebih rendah. Agar tetap kompetitif, platform harus menanggung **biaya distribusi** yang lebih tinggi untuk menarik likuiditas, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan anggaran audit, program *bug bounty*, asuransi aset, dan mekanisme pemantauan. Singkatnya, masalah peretasan di DeFi telah berevolusi dari sekadar isu keamanan teknis menjadi **tekanan struktural** pada pasar. Ini berfungsi seperti **pajak likuiditas implisit** yang dikenakan pada seluruh aliran aset, perolehan hasil, dan sistem kepercayaan di ruang *on-chain*. Masa depan akan didominasi oleh protokol yang dapat secara transparan mengungkap risiko dan menerapkan solusi pengendalian yang komprehensif.

Foresight News37m yang lalu

7.8 Miliar Dollar Kerugian Mengungkap Kebenaran: Biaya Keamanan Telah Menjadi Pajak Likuiditas yang Tak Terhindarkan bagi DeFi

Foresight News37m yang lalu

Trading

Spot
活动图片