US Senator Blasts Crypto’s Environmental Impact, Warns Of Impending Reckoning

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-03Terakhir diperbarui pada 2025-10-03

Abstrak

During a recent congressional hearing on climate change, Senator Sheldon Whitehouse, member of the Democratic Party, delivered a message regarding...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

During a recent congressional hearing on climate change, Senator Sheldon Whitehouse, member of the Democratic Party, delivered a message regarding the alleged environmental impact of crypto mining. He asserted that the industry is exacerbating climate issues and cautioned that a reckoning is on the horizon.

Calls For Accountability In Crypto And AI

In April, Senator Whitehouse, alongside fellow Democrat John Fetterman, introduced the Cloud Act, legislation aimed at establishing emissions standards for artificial intelligence (AI) and cryptocurrency mining facilities. The goal is to utilize the resulting revenues to help consumers lower their utility bills while investing in clean energy.

Eleanor Terret reported on social media platform X (formerly Twitter) that Whitehouse urged industry leaders to consider the implications of their actions on everyday electricity consumers. “Think about what you’re doing to regular consumers of electricity nearby,” he stated.

Whitehouse also stressed on the importance of reflecting on the potential consequences of their choices, warning that they risk pushing society further down a troubling climate path.

Senator Ron Wyden, the panel’s ranking member, expressed his gratitude to Whitehouse for his remarks, while Senator Marsha Blackburn dismissed Whitehouse’s statements as irrelevant.

Attention Shifts To Clarity Act

Whitehouse has been vocal about the alleged strain that energy-intensive data centers and crypto mining operations place on the power grid. He noted that these facilities contribute to rising electricity costs for consumers, hinder access to power for homes and businesses, and increase fossil fuel emissions. 

“The good news is that we don’t have to choose between leading the world on AI and leading the world on climate safety,” he remarked. He believes that technology and AI companies have the financial resources to invest in clean energy alternatives, thereby preventing further strain on local grids.

The Clean Cloud Act aims to direct the Environmental Protection Agency (EPA) to set emissions performance standards for data centers and crypto mining facilities with an installed IT power capacity exceeding 100 kilowatts. 

These standards would be based on regional grid emissions intensities and would decrease annually by 11%. The legislation also proposes penalties for emissions that exceed the set standards, starting at $20 per ton of CO2 equivalent, with annual adjustments for inflation.

Despite the urgency expressed by Senator Whitehouse, progress on the Clean Cloud Act remains stalled as Congress shifts its focus to the Clarity Act. 

This market structure bill intends to clarify the regulatory landscape for digital assets by defining the roles of the Securities and Exchange Commission (SEC) and the Commodity Futures Trading Commission (CFTC), categorizing digital assets, and establishing new protections for developers in the decentralized finance (DeFi) space.

Crypto
The daily chart shows the total crypto market cap valuation surging above the $4 trillion mark. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Berita Pagi | Bitmine Rencana Kumpul Dana $3 Miliar melalui Penerbitan Saham Preferen; Polymarket Tuduh Kalshi Terlibat Aktivitas Spionase Bisnis

**Rangkuman Berita Cryptocurrency (5 Juni)** ChainCatcher merangkum berita utama seputar dunia cryptocurrency dalam 24 jam terakhir: **Berita Penting:** * **Bitmine** mengumumkan rencana penerbitan saham preferen untuk mengumpulkan dana hingga $3 miliar. * **Polymarket** menuduh platform prediksi saingannya, **Kalshi**, melakukan aktivitas spionase industri, menyebut terlalu banyak "kebetulan" dalam peluncuran produk serupa. * **Departemen Kehakiman AS** bekerja sama dengan **Coinbase, Meta, Google**, dan perusahaan lain dalam operasi anti-penipuan "Disruption Week", membekukan aset kripto senilai lebih dari $3,8 juta yang terkait penipuan. Operasi ini juga membantu otoritas Thailand menangkap 7 tersangka. * **Makau** menyelesaikan integrasi dengan sistem jembatan mata uang digital bank sentral multilateral **mBridge**, membangun saluran pembayaran dan penyelesaian lintas batas yang efisien dan aman. * **Cosmos Labs** mengakuisisi penjelajah blok **Mintscan**. * **Goldman Sachs** bersama **Apex** dan **Archax** meluncurkan dana real estat yang ditokenisasi. **Analisis Pasar & Lainnya:** * **Geoffrey Kendrick**, kepala penelitian aset digital di **Standard Chartered Bank**, menyatakan bahwa harga Bitcoin mendekati titik terendahnya dan mempertahankan target akhir tahun sebesar $100,000. Dia melihat level sekitar $63,000 sebagai zona pembelian. * Menjelang IPO **SpaceX**, para orang dalam di perusahaan pesaing **Rocket Lab (RKLB)** dilaporkan telah menjual saham senilai lebih dari $18,41 juta. **Trending Meme Coins (24 jam):** * **Ethereum:** HEX, SHIB, LINK, PEPE, mUSD * **Solana:** TROLL, swarms, WORLDCUP, neet, Buttcoin * **Base:** PEPE, toby, ODDS, ELSA, SKI

链捕手3m yang lalu

Berita Pagi | Bitmine Rencana Kumpul Dana $3 Miliar melalui Penerbitan Saham Preferen; Polymarket Tuduh Kalshi Terlibat Aktivitas Spionase Bisnis

链捕手3m yang lalu

55TB Menjadi 28TB? Rumor dan Panik di Balik Pemotongan Memori Rubin Setengahnya

Pada 4 Juni, laporan dari SemiAnalysis menyatakan bahwa konfigurasi memori SOCAMM default untuk platform AI NVIDIA Vera Rubin NVL72 kemungkinan akan turun dari perkiraan sebelumnya sekitar 55TB menjadi sekitar 28TB per rak. Ini memicu kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan memori, menyebabkan saham Micron (MU) turun lebih dari 10%. Namun, analisis mendetail mengungkap bahwa kepanikan tersebut mungkin keliru. Pertama, modul SOCAMM di platform Rubin bersifat moduler dan dapat ditingkatkan, sehingga pengurangan konfigurasi awal bukanlah pengurangan permintaan permanen. Kedua, alasan utama pengurangan ini adalah keterbatasan pasokan global LPDDR5X yang parah pada 2026, bukan kurangnya permintaan. NVIDIA diduga memilih konfigurasi yang lebih rendah untuk memastikan pengiriman rak komputasi yang lebih cepat. Ketiga, dengan konfigurasi yang lebih rendah per rak, NVIDIA justru dapat memproduksi lebih banyak rak dengan pasokan memori yang sama, sehingga total volume pemesanan memori tidak serta-merta turun. Penurunan saham Micron lebih terkait dengan faktor pasar luas, termasuk penurunan sektor semikonduktor setelah laporan pendapatan Broadcom, serta aksi ambil untung setelah kenaikan harga saham yang signifikan. Risiko utama Micron sebenarnya terletak pada pangsa pasar yang kecil dalam pasokan HBM4 untuk Rubin, bukan pada konfigurasi SOCAMM di mana posisinya kuat. Kesimpulannya, laporan SemiAnalysis akurat dalam detail teknis, tetapi interpretasi pasar tentang "permintaan memori turun drastis" terlalu disederhanakan dan mengabaikan konteks arsitektur modular serta realitas ketatnya pasokan rantai industri.

marsbit21m yang lalu

55TB Menjadi 28TB? Rumor dan Panik di Balik Pemotongan Memori Rubin Setengahnya

marsbit21m yang lalu

Arah Pasar Saham AS: Dow Capai Rekor Baru, Nasdaq Ditutup Merah, Siapa yang Terbangun dari Tamparan Broadcom?

**Intisari Pasar Saham AS: Dow Capai Rekor, Nasdaq Turun, Siapa yang Terbangun dari 'Tangan' Broadcom?** Pada 4 Juni 2026, Wall Street menyaksikan perpecahan tajam. Indeks Dow Jones melonjak 875 poin (+1,73%) ke rekor tertinggi baru, didorong oleh saham-saham seperti UnitedHealth dan Goldman Sachs. Sebaliknya, Nasdaq Composite sedikit melemah, terutama karena tekanan pada sektor teknologi (-1,46%) yang dipicu oleh kejatuhan saham Broadcom (AVGO). Broadcom anjlok sekitar 14% meski melaporkan pendapatan chip AI yang kuat. Penurunan ini, yang disebabkan oleh panduan perusahaan yang dianggap kurang spektakuler bagi saham dengan valuasi tinggi, memicu aksi jual di seluruh sektor semikonduktor (SOX turun 2,8%). Ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menuntut lebih dari sekadar narasi AI dan memperhatikan valuasi yang sudah mahal. Uang mengalir ke sektor lain. Kesehatan (+3,14%), keuangan (+2,67%), dan properti (+1,87%) menjadi pemenang rotasi hari itu, menunjukkan pergeseran sementara dari saham teknologi momentum tinggi ke saham yang lebih bernilai (value) dan defensif. Di sisi berita lain, SpaceX mengonfirmasi akan melakukan IPO pada 12 Juni dengan target pendanaan $750 miliar, berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah AS. Sementara itu, data klaim pengangguran AS mingguan naik ke level tertinggi dalam empat bulan, memberikan nuansa kehati-hatian sebelum laporan payroll non-pertanian yang sangat dinantikan pada Jumat. **Perspektif:** Pasar memberikan pesan jelas bahwa saham chip AI, meski fundamentalnya kuat, telah memiliki harga yang terlalu tinggi. Uang tidak keluar dari pasar, hanya berpindah ke sektor lain. Apakah rotasi ini akan berlanjut bergantung pada data tenaga kerja Jumat dan dampak likuiditas dari IPO raksasa SpaceX minggu depan. Sektor semikonduktor mungkin butuh periode pendinginan untuk mencerna gelembung valuasi, sementara narasi AI jangka panjang tetap utuh.

marsbit31m yang lalu

Arah Pasar Saham AS: Dow Capai Rekor Baru, Nasdaq Ditutup Merah, Siapa yang Terbangun dari Tamparan Broadcom?

marsbit31m yang lalu

Dari 'Saham Kuno' Menjadi 'Aset Berharga Baru': Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

Dilansir dari Jim, MSX Macrotong, artikel ini membahas bagaimana perusahaan teknologi lama seperti Dell, Nokia, Cisco, Corning, dan Western Data kembali menjadi tren di pasar AI. Selama ini, pasar cenderung fokus pada Nvidia dan perusahaan di sektor komputasi yang lebih baru. Namun, dengan perkembangan AI yang semakin nyata dalam pembangunan infrastruktur data center, perusahaan-perusahaan lama dengan kemampuan pengiriman, integrasi sistem, dan pengalaman infrastruktur yang mapan mulai dihargai kembali. Artikel ini membagi perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam tiga kategori utama berdasarkan peran mereka dalam rantai infrastruktur AI: 1. **Server dan Integrasi Sistem**: Dell dan HPE dinilai kembali karena peran mereka sebagai integrator sistem yang mampu menyediakan server AI lengkap, dari GPU hingga pendinginan cair dan pengiriman ke pelanggan. 2. **Jaringan dan Konektivitas**: Perusahaan seperti Corning (serat optik), Nokia (jaringan nirkabel AI-RAN), dan Cisco (switch data center) menjadi penting karena AI membutuhkan koneksi berkecepatan tinggi antar pusat data dan ke perangkat tepi. 3. **Penyimpanan Data**: Western Digital dan Seagate mendapat perhatian karena ledakan data AI meningkatkan permintaan akan hard disk berkapasitas tinggi untuk data pelatihan, log, dan arsip. Namun, tidak semua perusahaan lama akan dihargai kembali. Artikel menekankan tiga kriteria untuk membedakan "penilaian ulang yang nyata": * Adanya realisasi pesanan dan pendapatan terkait AI. * Adanya peningkatan panduan (guidance) pendapatan dari manajemen. * Peningkatan kualitas laba yang berkelanjutan, bukan hanya pertumbuhan pendapatan. Kesimpulannya, AI yang memasuki fase penerapan nyata membutuhkan infrastruktur kompleks, sehingga aset dan kemampuan lama perusahaan-perusahaan mapan ini kembali bernilai. Namun, hanya perusahaan yang benar-benar terintegrasi ke dalam rantai pengeluaran modal data center AI-lah yang akan mengalami perubahan logika penilaian yang mendalam.

marsbit38m yang lalu

Dari 'Saham Kuno' Menjadi 'Aset Berharga Baru': Bagaimana AI Menilai Ulang Infrastruktur Lama, dari Dell hingga Nokia?

marsbit38m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片