Coinbase Shareholders Greenlit To Proceed With Lawsuit By Federal Judge

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-02Terakhir diperbarui pada 2025-10-02

Abstrak

A federal judge has granted Coinbase (COIN) shareholders the opportunity to move forward with a narrowed lawsuit against the US-based...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A federal judge has granted Coinbase (COIN) shareholders the opportunity to move forward with a narrowed lawsuit against the US-based cryptocurrency exchange, alleging that the company concealed alleged “business risks,” including the possibility of being sued by the Securities and Exchange Commission (SEC). 

Claims Against Coinbase

The ruling, issued by US District Judge Brian Martinotti in Newark, New Jersey, comes as a response to claims that Coinbase misled investors regarding its regulatory standing and the safety of their assets. The Judge rejected requests from the crypto exchange executives and directors to dismiss the lawsuit entirely. 

The shareholders contend that the company misrepresented the likelihood of an SEC lawsuit regarding its operations as an unregistered securities exchange, leading them to believe that such an action was improbable. 

They also argue that Coinbase failed to disclose the alleged risks associated with asset loss in the event of a bankruptcy filing. The judge pointed out that while shareholders could not base their claims solely on “group pleading,” they can pursue claims that provide detailed allegations against specific parties. 

Martinotti emphasized that claims grounded in particularized allegations must be allowed to proceed, stating, “Where plaintiffs have appropriately provided defendant-by-defendant particularity, the claims must remain.”

Shareholder Legal Teams Remain Silent 

The ruling, which spans 59 pages, does not outline which specific statements were dismissed due to the group pleading issue, as neither party identified those in their arguments. 

As Reuters reported, Martinotti noted in a footnote that “Judges are not like pigs, hunting for truffles buried in briefs,” highlighting the importance of clarity in legal documentation.

The proposed class action suit is spearheaded by the Swedish pension fund Sjunde AP-Fonden and encompasses Coinbase shareholders from April 14, 2021, to June 5, 2023. 

In February, the Securities and Exchange Commission had concluded its lawsuit against the exchange as regulatory scrutiny on the cryptocurrency industry began to ease under the Trump administration.

Others, such as Uniswap, Robinhood, and Kraken, have also had their lawsuits dismissed by the regulator this year. Trump’s appointment of Paul Atkins as the new chair has been a positive development, providing clear regulatory frameworks and collaborations to boost the adoption and usage of cryptocurrency in the country. 

At the time of writing, neither Coinbase nor its shareholders’ legal representatives have commented on the judge’s ruling. It remains to be seen what actions the firm will take and whether its executives will issue an official comment. 

Coinbase
The 1-hour chart shows COIN’s valuation trending upwards. Source: COIN on TradingView.com

Despite the judge’s decision, the exchange’s stock, which trades on the Nasdaq under the ticker symbol COIN, surged towards $347 on Wednesday, marking gains of almost 12%. This aligns with the broader crypto market recovery, led by Bitcoin (BTC), which is approaching record highs. 

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Anggota Parlemen Korea Berencana Memberi Badan Intelijen Keuangan (FIU) Alat Sendiri untuk Mengontrol Mata Uang Kripto

Sepuluh anggota parlemen Korea Selatan mengusulkan rancangan undang-undang untuk memperkuat wewenang Unit Intelijen Keuangan (FIU) dalam mengawasi perdagangan mata uang kripto. RUU ini mengusulkan amendemen yang memungkinkan FIU menyelidiki dan menindak langsung penyedia layanan aset virtual yang tidak terdaftar, serta menyampaikan kasusnya ke penuntutan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kepolisian. Latar belakangnya, sejak Agustus 2022 hingga Agustus 2025, FIU telah meneruskan 25 kasus operator tidak terdaftar kepada polisi. Namun, 23 di antaranya dihentikan atau ditangguhkan penyelidikannya, seringkali karena kesulitan menjangkau pelaku yang berada di luar negeri. Saat ini, FIU hanya dapat memberi tanda dan harus bergantung pada kerja sama antarkementerian untuk penyelidikan lebih lanjut, yang dianggap lambat. RUU yang diajukan oleh anggota Partai Kekuatan Rakyat, Om Tae-yong, dan sembilan anggota lainnya ini bertujuan memberi FIU alat investigasi mandiri. Mereka juga memperingatkan bahwa pertukaran 'pribadi' yang tidak terdaftar berisiko digunakan untuk pencucian uang dan transfer dana ilegal lintas batas. Langkah ini sejalan dengan penguatan regulasi sektor kripto di Korea Selatan, termasuk penerapan aturan pelaporan lengkap (Travel Rule) yang akan berlaku penuh pada Februari 2027, batas rasio utang untuk bursa, dan proses persetujuan yang lebih ketat. Pada 2025, FIU hanya menyetujui dua penyedia layanan baru, turun dari empat di tahun sebelumnya, dengan waktu persetujuan yang lebih lama. Laporan transaksi mencurigakan terkait skema transfer lintas batas ilegal juga meningkat signifikan.

cryptonews.ru3m yang lalu

Anggota Parlemen Korea Berencana Memberi Badan Intelijen Keuangan (FIU) Alat Sendiri untuk Mengontrol Mata Uang Kripto

cryptonews.ru3m yang lalu

World ID Bawa Verifikasi Manusia ke Robot Melalui peaqOS

World ID, sistem bukti identitas manusia digital, kini terintegrasi dengan peaqOS untuk memungkinkan robot dan mesin otonom memverifikasi bahwa mereka berinteraksi dengan manusia sungguhan, tanpa menerima nama, wajah, atau informasi pribadi lainnya dari orang tersebut. Integrasi ini menggunakan teknologi *zero-knowledge proof* dari World ID. Melalui World App, seseorang dapat membuktikan kemanusiaannya sambil menjaga privasi identitas aslinya. Mesin yang menjalankan peaqOS dapat melakukan verifikasi ini secara langsung tanpa memerlukan kunci API atau biaya per verifikasi. Perkembangan ini relevan seiring meningkatnya interaksi langsung antara mesin otonom (seperti robot pengiriman atau mesin berbagi pakai) dengan manusia. Sistem sering perlu memastikan pengguna adalah manusia nyata atau memiliki otorisasi, tanpa mengumpulkan data pribadi. Berbeda dengan metode tradisional seperti PIN atau dokumen identitas, mesin otonom dalam sistem ini hanya menerima *bukti* bahwa verifikasi telah dilakukan. Hal ini mengurangi kebutuhan untuk berbagi informasi yang tidak diperlukan. **Cara Kerja Integrasi:** peaqOS bertindak sebagai lapisan koordinasi antara mesin dan World ID. Mesin dapat menggunakan *decentralized identifiers* dari peaq untuk identitasnya sendiri, menemukan layanan verifikasi melalui *Machine Market*, dan mengoordinasikan seluruh proses verifikasi. Integrasi ini juga dapat menyediakan catatan terverifikasi bahwa sebuah verifikasi telah terjadi, dengan metadata bukti yang disamarkan. Operator dapat mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa mesin mengumpulkan identitas pengguna. **Contoh Penerapan:** Dalam pengiriman obat otonom, pasien dapat memverifikasi diri via World App sebelum pesanan diterima. Robot pengirim hanya menerima *zero-knowledge proof*, bukan data pribadi pasien. Verifikasi dapat dilakukan lagi oleh pasien saat robot tiba, memastikan penerima adalah manusia yang terkait dengan pesanan sebelum kompartemen dibuka. Selain pengiriman, sistem ini juga mendukung kasus penggunaan "satu per manusia", seperti bagi-bagi promosi, atau mesin berbagi pakai di mana operator ingin memastikan pengguna adalah manusia unik tanpa mewajibkan mereka membuat akun atau memberikan detail pribadi.

TheNewsCrypto33m yang lalu

World ID Bawa Verifikasi Manusia ke Robot Melalui peaqOS

TheNewsCrypto33m yang lalu

Trading

Spot
活动图片