XRP Price Prediction: CTO Exit and Investor Sell Calls Clash With Bullish $4.70 Target

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-02Terakhir diperbarui pada 2025-10-02

Abstrak

XRP ended Q3 2025 with a 31% rally, climbing from $2.20 in July to $2.92 by September’s close, marking one...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

XRP ended Q3 2025 with a 31% rally, climbing from $2.20 in July to $2.92 by September’s close, marking one of its best quarters in years. The bullish quarterly candle was the first decisive close above long-term resistance since 2017, fueling optimism that the asset could mirror its historic breakout pattern.

Analysts like Mikybull argue that XRP’s multi-year inverse head-and-shoulders breakout sets up potential upside toward $4.70 in the near term and even higher targets over the longer cycle.

XRP Price XRPUSD

XRP's price trends to the upside on the daily chart. Source: XRPUSD on Tradingview

CTO Exit Sparks Mixed Signals for XRP Investors

Caution has returned to the XRP community after Ripple’s Chief Technology Officer, David Schwartz, unexpectedly left.

His departure has caused a split among traders: some see his final remarks as a subtle hint at XRP’s long-term potential to compete with Bitcoin, while others view it as a warning to secure profits following the token’s strong Q3 rally.

Adding to the uncertainty, several early investors on X, like Crypto Bitlord, have echoed “time to sell” calls, arguing that the recent surge could trigger a bout of volatility before institutional ETF-driven inflows materialize.

ETF Hopes Push Against Sell-Side Pressure

One of the strongest bullish drivers remains the increasing likelihood of an XRP spot ETF approval. The SEC is reviewing multiple applications, including Grayscale’s, with decisions expected between October 18 and November 14.

Prediction markets now price the approval odds at over 99%, suggesting that institutional capital could soon flood into the asset. Analysts believe that a green light could push XRP to $20–$30 by 2026, especially if inflows mirror the surges seen in Bitcoin and Ethereum ETFs earlier this year.

On-chain data also supports accumulation, with exchange reserves decreasing, indicating that tokens are moving into self-custody and staking pools. Meanwhile, open interest has grown to $1.4 billion, although options activity remains thin, leaving leveraged longs vulnerable to corrections if resistance holds.

Technical Picture: $2.96 Breakout or $2.70 Retest

Currently, XRP trades at $2.94, holding above the 200-day SMA at $2.50 while facing resistance at the 50-day SMA ($2.96). Support is in the $2.70–$2.80 range, with deeper downside risk if sellers push toward $2.50.

Momentum indicators remain neutral, with the RSI at 47, indicating room for accumulation before a significant move.

If XRP closes multiple days above $2.96, analysts expect confirmation of a new rally, targeting $3.65 in the short term and $4.70 as the next major resistance. Not breaking resistance could lead October to stay in consolidation, with November being the next breakout attempt.

Cover image from ChatGPT, XRPUSD chart from Tradingview

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Anggota Parlemen Korea Berencana Memberi Badan Intelijen Keuangan (FIU) Alat Sendiri untuk Mengontrol Mata Uang Kripto

Sepuluh anggota parlemen Korea Selatan mengusulkan rancangan undang-undang untuk memperkuat wewenang Unit Intelijen Keuangan (FIU) dalam mengawasi perdagangan mata uang kripto. RUU ini mengusulkan amendemen yang memungkinkan FIU menyelidiki dan menindak langsung penyedia layanan aset virtual yang tidak terdaftar, serta menyampaikan kasusnya ke penuntutan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kepolisian. Latar belakangnya, sejak Agustus 2022 hingga Agustus 2025, FIU telah meneruskan 25 kasus operator tidak terdaftar kepada polisi. Namun, 23 di antaranya dihentikan atau ditangguhkan penyelidikannya, seringkali karena kesulitan menjangkau pelaku yang berada di luar negeri. Saat ini, FIU hanya dapat memberi tanda dan harus bergantung pada kerja sama antarkementerian untuk penyelidikan lebih lanjut, yang dianggap lambat. RUU yang diajukan oleh anggota Partai Kekuatan Rakyat, Om Tae-yong, dan sembilan anggota lainnya ini bertujuan memberi FIU alat investigasi mandiri. Mereka juga memperingatkan bahwa pertukaran 'pribadi' yang tidak terdaftar berisiko digunakan untuk pencucian uang dan transfer dana ilegal lintas batas. Langkah ini sejalan dengan penguatan regulasi sektor kripto di Korea Selatan, termasuk penerapan aturan pelaporan lengkap (Travel Rule) yang akan berlaku penuh pada Februari 2027, batas rasio utang untuk bursa, dan proses persetujuan yang lebih ketat. Pada 2025, FIU hanya menyetujui dua penyedia layanan baru, turun dari empat di tahun sebelumnya, dengan waktu persetujuan yang lebih lama. Laporan transaksi mencurigakan terkait skema transfer lintas batas ilegal juga meningkat signifikan.

cryptonews.ru6m yang lalu

Anggota Parlemen Korea Berencana Memberi Badan Intelijen Keuangan (FIU) Alat Sendiri untuk Mengontrol Mata Uang Kripto

cryptonews.ru6m yang lalu

World ID Bawa Verifikasi Manusia ke Robot Melalui peaqOS

World ID, sistem bukti identitas manusia digital, kini terintegrasi dengan peaqOS untuk memungkinkan robot dan mesin otonom memverifikasi bahwa mereka berinteraksi dengan manusia sungguhan, tanpa menerima nama, wajah, atau informasi pribadi lainnya dari orang tersebut. Integrasi ini menggunakan teknologi *zero-knowledge proof* dari World ID. Melalui World App, seseorang dapat membuktikan kemanusiaannya sambil menjaga privasi identitas aslinya. Mesin yang menjalankan peaqOS dapat melakukan verifikasi ini secara langsung tanpa memerlukan kunci API atau biaya per verifikasi. Perkembangan ini relevan seiring meningkatnya interaksi langsung antara mesin otonom (seperti robot pengiriman atau mesin berbagi pakai) dengan manusia. Sistem sering perlu memastikan pengguna adalah manusia nyata atau memiliki otorisasi, tanpa mengumpulkan data pribadi. Berbeda dengan metode tradisional seperti PIN atau dokumen identitas, mesin otonom dalam sistem ini hanya menerima *bukti* bahwa verifikasi telah dilakukan. Hal ini mengurangi kebutuhan untuk berbagi informasi yang tidak diperlukan. **Cara Kerja Integrasi:** peaqOS bertindak sebagai lapisan koordinasi antara mesin dan World ID. Mesin dapat menggunakan *decentralized identifiers* dari peaq untuk identitasnya sendiri, menemukan layanan verifikasi melalui *Machine Market*, dan mengoordinasikan seluruh proses verifikasi. Integrasi ini juga dapat menyediakan catatan terverifikasi bahwa sebuah verifikasi telah terjadi, dengan metadata bukti yang disamarkan. Operator dapat mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa mesin mengumpulkan identitas pengguna. **Contoh Penerapan:** Dalam pengiriman obat otonom, pasien dapat memverifikasi diri via World App sebelum pesanan diterima. Robot pengirim hanya menerima *zero-knowledge proof*, bukan data pribadi pasien. Verifikasi dapat dilakukan lagi oleh pasien saat robot tiba, memastikan penerima adalah manusia yang terkait dengan pesanan sebelum kompartemen dibuka. Selain pengiriman, sistem ini juga mendukung kasus penggunaan "satu per manusia", seperti bagi-bagi promosi, atau mesin berbagi pakai di mana operator ingin memastikan pengguna adalah manusia unik tanpa mewajibkan mereka membuat akun atau memberikan detail pribadi.

TheNewsCrypto36m yang lalu

World ID Bawa Verifikasi Manusia ke Robot Melalui peaqOS

TheNewsCrypto36m yang lalu

Trading

Spot
活动图片