Ян Пинчук из WhiteBird: ончейн-метрики имеют ряд ограничений и не могут дать четкой картины по рынку

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-13Terakhir diperbarui pada 2025-09-28

Ончейн-метрики все чаще используются аналитиками для оценки устойчивости крипторынка. Среди них — разница между текущей ценой и реализованной стоимостью, объемы стейкинга и активность адресов. Эти данные позволяют получить представление о состоянии сети и оценить фундаментальные параметры экосистемы. По мнению экспертов, именно такие показатели помогают понять, насколько надежной является инфраструктура проекта.

Однако заместитель начальника отдела биржевой торговли WhiteBird Ян Пинчук подчеркивает, эти что метрики имеют ограничения. Они полезны для оценки текущего состояния, но не всегда помогают предсказать будущее движение рынка. Трейдеры и инвесторы стремятся не только анализировать, но и предугадывать тренды, а для этого требуются другие инструменты.

По словам Пинчука, приоритетом для участников рынка считается не то, какой сеть выглядит сегодня, а какой она станет завтра. Он отмечает, что именно будущие изменения способны определять направление движения цен. Ключевую роль играют новости, фундаментальные события и регулирование. К примеру, принятие GENIUS Act стало драйвером роста капитализации рынка стейблкоинов. Логика проста: раз стабильные сети получили импульс для развития, значит, главные сети, в которых они доминируют, также выигрывают. В первую очередь это касается Ethereum.

Эфириум традиционно занимает центральное место в инфраструктуре стейблкоинов. Рост их капитализации автоматически усиливает позиции сети. Таким образом, реакция на регуляторные инициативы и способность быстро адаптироваться под новые правила оказываются более важными факторами, чем сухие ончейн-метрики.

Для инвесторов вывод очевиден: полагаться исключительно на данные блокчейна недостаточно. Они показывают фундамент, но не предсказывают будущие тренды. Ключевой задачей становится умение анализировать и сопоставлять фундаментальные изменения с текущими данными. Такой подход дает более полное понимание ситуации и помогает строить эффективные стратегии.

Bacaan Terkait

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

Pengusaha dan penulis "Rich Dad Poor Dad" Robert Kiyosaki membagikan pengaruh mentor Richard Buckminster Fuller terhadap pandangan dunianya. Kiyosaki menghubungkan prediksi teknologi Fuller puluhan tahun lalu dengan kemunculan Bitcoin dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia mengutip Fuller yang disebutnya meramalkan perubahan besar seperti Bitcoin dan bangkitnya AI. Dalam tulisannya, Kiyosaki lebih menekankan ajaran Fuller tentang tujuan hidup. Ia mengutip perkataan Fuller bahwa manusia "milik alam semesta" dan menemukan tujuan sejati dengan "mendedikasikan hidup untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain." Kiyosaki mengaku butuh waktu untuk memahami pesan ini, yang akhirnya mendorongnya beralih dari karier di bisnis musik (bekerja untuk band seperti The Police dan Iron Maiden) menciptakan permainan finansial Cashflow dan menulis buku larisnya. Kiyosaki juga mengulangi keyakinannya pada aset kripto. Ia dikenal sebagai pendukung Bitcoin dan Ethereum, yang dilihatnya sebagai pelindung kekayaan dari masalah sistem keuangan tradisional. Dia mengaku membeli Bitcoin saat investor lain panik. Prediksinya termasuk potensi keruntuhan pasar besar pada 2026, yang bisa menjadi peluang bagi investor yang siap dengan aset seperti Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak. Dia pernah memprediksi Bitcoin bisa mencapai $750.000 dan Ethereum $95.000 di masa depan.

cryptonews.ru27m yang lalu

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

cryptonews.ru27m yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

Pendiri dan CEO Etherealize, Vivek Raman, mengkritik minat Wall Street yang tumbuh terhadap blockchain tertutup atau *permissioned*. Dalam wawancara dengan CoinDesk, Raman menyatakan bahwa jaringan konsorsium semacam itu memecah likuiditas dan mengembalikan industri ke sistem terisolasi, yang justru ingin dihapus oleh teknologi blockchain. Gelombang baru proyek semacam ini disebutnya sebagai "perlombaan ke dasar". Menurut Raman, sirkuit tertutup tidak saling berinteraksi dan merusak dua keunggulan kunci teknologi blockchain: interoperabilitas sistem dan konsentrasi likuiditas. Etherealize mempromosikan Ethereum sebagai lapisan dasar terbuka untuk pelaku institusional. Raman bersikeras bahwa privasi dan pembatasan akses seharusnya dibangun di atas infrastruktur publik — pada tingkat aplikasi atau solusi Lapisan-2 — bukan dengan membuat banyak jaringan tertutup terpisah. Dia membandingkan Ethereum dengan HTTP sebagai fondasi, sedangkan lapisan tambahan dengan akses terbatas dan privasi seperti HTTPS. Contoh dari gelombang terbaru solusi "tertutup" ini adalah Canton Network dari Digital Asset, proyek Arc dari Circle, dan Tempo dari Stripe. Raman menyebut fenomena ini sebagai "rantai konsorsium 2.0," dan mengingatkan pada inisiatif antarbank R3 dan ekosistem perusahaan Hyperledger yang tidak berkembang, yang banyak dipromosikan sejak 2016. Raman menegaskan keyakinannya bahwa infrastruktur global dan terbuka (*permissionless*) diperlukan sebagai lapisan dasar. Dia juga mengingatkan bahwa pada Juni, dia menyatakan lembaga keuangan tradisional telah mulai mengadopsi solusi berbasis Ethereum ke dalam proses bisnis nyata.

cryptonews.ru29m yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

cryptonews.ru29m yang lalu

Trading

Spot
活动图片