VanEck Urges SEC to Update Rules for Tokenized ETFs

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-26Terakhir diperbarui pada 2025-09-26

VanEck, a top-10 ETF issuer, met with the U.S. Securities and Exchange Commission’s (SEC) Crypto Task Force on Thursday to discuss how tokenization and staking could fit inside regulated fund structures.

VanEck, which reported $132.9 billion in assets under management as of June 30, 2025, submitted a written agenda and supporting materials ahead of the session. The meeting focused on practical and regulatory questions that arise when traditional funds move onto blockchain systems.

Tokenization and staking on the table

Officials examined the tokenization of exchange traded funds (ETFs), including what it would mean for the issuer that sits behind a tokenized fund. VanEck asked the task force to consider how existing rules apply when fund shares are represented as blockchain tokens and how that might affect investor protections and market structure.

A separate agenda item considered liquid staking tokens. VanEck sought guidance on whether the SEC’s proposed Generic Listing Standards for Commodity and Crypto-Based Exchange-Traded Products apply to staking products, and how exchanges and issuers should handle liquidity risk tied to staking within ETF wrappers.

Wider regulatory questions raised

VanEck also brought up bigger issues it wants regulators to look at, like how decentralized finance (DeFi) platforms, tokenized securities, and ICOs should be handled under today’s securities laws. The firm also suggested that the Advisers Act Custody Rule may need an update so it properly covers the way digital assets are stored and managed.

On custody, VanEck highlighted Multi-Party Computation (MPC) as a practical tool for safekeeping private keys and suggested the SEC consider how technology-driven custody models should be regulated.

Who represented VanEck

VanEck’s delegation included Wyatt Lonergan (General Partner), Kyle F. DaCruz (Director of Digital Assets Product), Matthew Sigel (Head of Digital Assets Research), Jonathan R. Simon (General Counsel), and Matthew A. Babinsky (Associate General Counsel).

The session is part of an ongoing series of meetings between regulators and market participants as the SEC weighs how to adapt securities rules for crypto-era products. Any guidance or rule changes that follow could affect how fund managers design and list tokenized ETFs.

Also Read: SEC’s Crypto Task Force Meets with SIFMA to Discuss Regulations


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

Baru saja, pertandingan tenis manusia vs robot pertama di dunia dimulai. Dalam acara pembukaan World Humanoid Robot Olympics kedua yang disiarkan secara global, robot humanoid asal Tiongkok, "Xingzai" dari Galaxy General, bertanding melawan juara tenis manusia, Zheng Jie. Pertandingan ini menampilkan duel ganda campuran manusia-robot dan tunggal. Robot tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa: bergerak lincah, mengembalikan pukulan forehand dan backhand, serta beradaptasi dengan taktik Zheng Jie seperti moonball dan pukulan slice. Meski sempat terjatuh, robot itu mampu bangkit dengan cepat sendiri. Ia bahkan melakukan penyelamatan spektakuler dengan langkah besar, memukau penonton. Kecepatan servenya mencapai lebih dari 100 km/jam, dengan waktu reaksi hanya sepersekian detik. Pertandingan ini bukan sekadar demonstrasi keterampilan, melainkan tes tekanan ekstrem untuk *embodied AI* (kecerdasan berwujud). Tenis menuntut integrasi real-time dari persepsi, pengambilan keputusan, kendali gerak seluruh tubuh, dan strategi melawan lawan hidup dalam lingkungan fisik yang dinamis—jauh lebih kompleks daripada permainan papan seperti Go yang dimainkan AlphaGo. Kunci keberhasilan ini adalah model AI terpadu "Galaxy Star Brain" (AstraBrain). Berbeda dengan arsitektur tradisional yang memisahkan "otak" (perencanaan) dan "otak kecil" (kendali gerak), AstraBrain menggabungkan keduanya dalam satu model, menghilangkan penundaan dan kehilangan informasi. Model ini dilatih melalui dua tahap: pertama, belajar pola gerak dasar dari data manusia yang tidak sempurna; kedua, melalui evolusi dan pertandingan melawan agen AI lain di lingkungan simulasi virtual jutaan kali. Di sinilah keterampilan seperti menyelamatkan bola atau bangkit setelah jatuh "muncul" dengan sendirinya. Momen "AstraTennis" ini menandai tonggak sejarah: AI tidak hanya berpikir, tetapi sekarang bertindak dan berinteraksi dalam dunia fisik dengan ketangkasan dan ketahanan yang menakjubkan, menunjukkan kekuatan inovasi Tiongkok di era baru kolaborasi manusia dan mesin.

marsbit4j yang lalu

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片