CFTC Orders Ex-Voyager CEO to Pay $750,000 in Fraud Case

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-16Terakhir diperbarui pada 2025-09-16

The Commodity Futures Trading Commission (CFTC) has ordered Stephen Ehrlich, Co-Founder and former CEO of now-bankrupt crypto lender Voyager Digital, to pay $750,000 to customers who lost money due to the firm’s collapse. 

The order, announced on Monday, also bans him from trading commodities for three years and imposes further restrictions. Ehrlich neither admitted nor denied the regulator’s allegations, but agreed to the settlement through a consent order filed in a federal court in New York.

CFTC cracks down on fraud in digital assets

The case highlights the CFTC’s growing role in policing misconduct in the crypto industry. “Compensating victims and limiting a defendant’s ability to cause future harm are squarely within the CFTC’s core mission,” said Charles Marvine, Acting Chief of the agency’s Retail Fraud Task Force.

The regulator first sued Ehrlich in October 2023, accusing him and Voyager of misleading customers by promoting the platform as a “safe haven” for crypto holdings, but allegedly took reckless risks by lending billions in customer funds to high-risk third parties.

Voyager promised high returns of up to 12% on certain digital asset commodities stored on its platform.

Ehrlich pushed back against the allegations at the time, saying he was “outraged and deeply dismayed.” However, his attorney now says he is “pleased to resolve” the matter without further litigation.

Multiple settlements with regulators

This is not Ehrlich’s first settlement with U.S. regulators. In June, he agreed to pay $2.8 million to resolve charges from the Federal Trade Commission (FTC). That case centered on claims that Voyager misled customers about having Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) protection.

With the latest settlement, Ehrlich will pay financial fines and place a cap on his future business operations, as regulators indicate that they will be increasingly strict towards crypto platforms that promise and fail to deliver.

Also Read: SEC And CFTC Launch Joint Push for Crypto Regulation Clarity


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

BTC Panggung, Pesta Altcoin: Siapa yang Benar-benar Berkuasa dalam Pemulihan ini?

Pasar kripto yang hampir sepanjang tahun terlihat lesu, tiba-tiba meledak pekan lalu. Bitcoin (BTC) meroket dari sekitar $62.800, menyentuh tertinggi $79.500, dengan kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023. Ethereum (ETH) bahkan melampaui BTC, naik hampir 30%. Lonjakan ini dipicu oleh dua faktor utama kebijakan AS: operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang pemerintah yang meningkatkan ekspektasi likuiditas, dan dorongan dari Donald Trump untuk percepatan undang-undang kripto (CLARITY Act) yang mengurangi ketidakpastian regulasi. ETF spot Bitcoin dan Ethereum juga menjadi penunjuk arah, mencatat arus masuk bersih mingguan tertinggi pada 2026, menegaskan kembalinya dana institusi. Pola klasik "BTC memimpin, altcoin menyusul" terulang. Di antara aset kripto alternatif (altcoin), lima teratas berdasarkan kenaikan harga mingguan adalah: 1. **ENA (Ethena):** +100.75%, didorong kemitraan strategis dengan Coinbase. 2. **PUMP (Pump.fun):** +88-99%, untung dari demam meme coin di platformnya. 3. **STX (Stacks):** +82-94%, dihidupkan kembali oleh narasi ekosistem Bitcoin L2. 4. **TRUMP (Official Trump):** +79-91%, pulih dari tekanan sebelumnya. 5. **ZEC (Zcash):** +75%, satu-satunya yang mencapai harga tertinggi baru sepanjang masa. Meme coin seperti "牛来" dan BOME juga menunjukkan elastisitas tinggi. Pola pergerakan dana jelas: BTC membangun panggung, mata uang utama (seperti ETH) tampil, lalu diikuti oleh altcoin dan meme coin dengan kenaikan berlipat, mencerminkan peningkatan sentimen pasar dari hati-hati hingga euforia.

marsbit5m yang lalu

BTC Panggung, Pesta Altcoin: Siapa yang Benar-benar Berkuasa dalam Pemulihan ini?

marsbit5m yang lalu

19 Unicorn Bernilai Rp 19 Triliun Bertambah dalam Setengah Tahun, Mengapa Pasar Primer Mulai Mengejar 'Kepastian'?

Pasar primer sedang mengalami fenomena menarik: di tengah tantangan seperti kesulitan pendanaan dan eksit, ada lonjakan valuasi dan persaingan pendanaan di segelintir sektor panas seperti AI model besar, kecerdasan embodied, fusi nuklir, dan komputasi kuantum. Pada paruh pertama 2026 saja, tercatat 19 perusahaan di bidang kecerdasan embodied yang valuasinya melebihi 100 miliar yuan, sementara valuasi perusahaan seperti Moonshot AI bahkan mencapai ratusan miliar dolar. Modal yang aktif kini terkonsentrasi kuat pada proyek-proyek yang dianggap "lebih pasti". Kepastian ini bukan lagi dari profitabilitas jangka panjang perusahaan, melainkan lebih pada kemungkinan eksit yang lebih dekat (seperti rencana IPO), keberadaan acuan harga dari perusahaan sejenis yang sudah go public, atau keyakinan bahwa akan ada investor di putaran pendanaan berikutnya yang bersedia membayar harga lebih tinggi. Pola ini terlihat jelas pada pendanaan di sektor seperti AI dan robotika, bahkan merambah ke teknologi terdalam seperti fusi nuklir, di mana perusahaan New Aura Fusion mencapai valuasi 10,6 miliar yuan meski komersialisasi masih jauh. Intinya, pasar sedang beralih dari menanggung risiko teknologi ke menanggung risiko valuasi. Lonjakan jumlah unicorn tidak serta-merta berarti gelembung, tetapi mencerminkan upaya pasar mencari kepastian di tengah ketidakpastian model bisnis. Risiko utama bukan pada jumlah unicorn, tetapi jika logika investasi hanya bergantung pada keyakinan akan adanya pembeli berikutnya, bukan pada penciptaan nilai riil melalui teknologi, pendapatan, dan profitabilitas. Ujian sebenarnya akan datang ketika modal mulai kembali menuntut pembuktian kinerja komersial: berapa banyak dari valuasi ratusan miliar ini yang akan bertahan.

marsbit55m yang lalu

19 Unicorn Bernilai Rp 19 Triliun Bertambah dalam Setengah Tahun, Mengapa Pasar Primer Mulai Mengejar 'Kepastian'?

marsbit55m yang lalu

Trading

Spot
活动图片