Crypto Users Face Danger from New ModStealer Malware

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-12Terakhir diperbarui pada 2025-09-12

While the crypto industry is going through various security breaches, ModStealer, a new infostealer malware, is targeting crypto users on macOS, Windows, and Linux systems. Experts note that this malware can steal information on crypto wallets and access credentials of users. 

According to information from 9to5mac, Apple-focused security company Mosyle found the malware, which even major antivirus engines failed to catch for almost a month after it was uploaded to VirusTotal, an online service that checks files for harmful content.

The report cites that the ModStealer is being delivered to victims through malicious job postings, specifically targeting developers. Using heavily obfuscated JavaScript files written with NodeJS, the malware remains completely undetectable by signature-based defenses. 

“The malware’s main goal is data exfiltration, with a particular focus on cryptocurrency wallets, credential files, configuration details, and certificates,” Mosyle said. The security researchers also found targeting logic for different wallets, such as extensions for Safari and Chromium-based browsers. 

Malware’s perplexing infrastructure

The security company said that the malware stays on macOS by using the system to register as a background agent. While its server seems hosted in Finland, it is believed that the infrastructure is routed through Germany to hide where the operators are from.

“For security professionals, developers, and end users alike, this serves as a stark reminder that signature-based protections alone are not enough. Continuous monitoring, behavior-based defenses, and awareness of emerging threats are essential to stay ahead of adversaries,” Mosyle warns.

On macOS, the malware stays on a victim’s Mac for a long time and is hard to find by using Apple’s own launchctl tool to install itself as a LaunchAgent. From there, it watches what people do and sends sensitive data to a server far away.

Mosyle thinks that the ModStealer fits the description of Malware-as-a-Service (MaaS). This is where people who make malware make and sell harmful packages to affiliates. This kind of business model has become more and more popular among cybercriminal gangs, especially when it comes to spreading infostealers. 

Rise in Crypto Related Hacks 

Crypto hacks have been on the rise for the past few months. PeckShield, a blockchain security firm, says that the hackers stole over $142 million in 17 attacks last month. The amount is 27.2% higher than that of $111.6 million in June 2025.

Also Read: Radiant Hacker Moves $26.7 Million in Stolen Funds to Ethereum


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

Eksodus talenta dari Google tampaknya berlanjut dengan hengkangnya Denny Zhou, yang dijuluki "Raja Penalaran" DeepMind, ke Meta. Ia telah bekerja diam-diam di MSL Meta selama empat bulan sebelum berita kepergian sejumlah ilmuwan top Google lainnya ramai diperbincangkan. Zhou, yang direkrut ke Google pada 2017 berkat program Google AI China yang diinisiasi Fei-Fei Li, adalah pionir tim penalaran dan berkontribusi besar pada karya dasar LLM seperti Chain-of-Thought. Kepergiannya disusul masuknya profesor UC Berkeley, Dawn Song ("Bunda Keamanan AI"), ke Meta beserta tim startup AI security-nya. Sementara itu, Google terus kehilangan banyak pemain kunci. Noam Shazeer (salah satu penulis Transformer) bergabung dengan OpenAI, sementara peraih Nobel John Jumper serta kontributor inti Gemini lainnya, Jonas Adler dan Alexander Pritzel, pindah ke Anthropic. Laporan dari The Information mengungkapkan kemungkinan penyebab di balik eksodus ini: Google dikabarkan mengutamakan "Tim Serang Pengkodean" (Coding Strike Team) yang baru dibentuk, bahkan didukung langsung oleh pendiri Sergey Brin. Tim ini berfokus mempercepat pengembangan kemampuan coding Gemini, menggeser prioritas dari jalur "model dunia" AGI yang lebih teoritis yang selama ini digagas DeepMind. Alokasi sumber daya komputasi yang diprioritaskan untuk tim pengkodean ini diduga menjadi salah satu alasan kepergian para peneliti, seperti yang disinggung Shazeer. Pergeseran fokus ke pengkodean, yang memiliki nilai komersial jelas, tampaknya mengorbankan jalur penelitian jangka panjang lainnya, menciptakan ketegangan internal dan mendorong talenta untuk mencari peluang di perusahaan pesaing seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic.

marsbit2j yang lalu

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

marsbit2j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

**Toss dan Poseidon Ajak 30 Juta Pengguna Masuk ke Ekonomi Data AI** Toss, platform keuangan seluler Korea, bermitra dengan Poseidon, infrastruktur data untuk AI, untuk memperkenalkan model pertama di dunia yang memungkinkan pengguna biasa berkontribusi data dunia nyata untuk pelatihan AI dan dibayar atas kontribusinya. Kolaborasi ini membuka pasar data AI kepada sekitar 30 juta pengguna Toss. Aplikasi kontributor Poseidon, Numo, akan diluncurkan di dalam aplikasi Toss. Pengguna dapat membantu membangun data pelatihan dalam bahasa Korea (suara, gambar, video) dan menerima pembayaran yang terikat langsung dengan kontribusi mereka. Poseidon menyediakan infrastruktur yang melacak nilai setiap kontribusi, sementara Toss menyediakan basis pengguna dan pengalaman finansial untuk mengubah partisipasi menjadi pembayaran. Data yang dikumpulkan Numo adalah data orang-pertama dari lingkungan nyata, kategori yang sangat berharga untuk mengembangkan kecerdasan fisik AI (seperti di robotika dan kendaraan otonom). Setiap kontribusi dicatat di jaringan DATA, dengan jejak audit publik yang dapat diverifikasi, memastikan transparansi bagi pembeli dan kontributor. Korea dipandang sebagai pasar ideal untuk membuktikan model ini karena kombinasi data kehidupan nyata yang padat, sistem keuangan matang, dan pengalaman seluler kelas dunia yang dimiliki Toss. Setelah terbukti di Korea, kemitraan ini berencana untuk berekspansi ke pasar global.

TheNewsCrypto2j yang lalu

Toss Bawa 30 Juta Pengguna ke Ekonomi Data AI dalam Kemitraan dengan Poseidon

TheNewsCrypto2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片