Analyzing PENGU’s bullish pennant breakout – $0.09 in sight?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-09-09Terakhir diperbarui pada 2025-09-10

Key Takeaways

Pengu is breaking out of a bullish pennant flag but faces heavy seller dominance. Besides, declining Open Interest and long liquidations suggest consolidation will continue before a true breakout.


Pudgy Penguins [PENGU] was trading at $0.03416 after slipping 3.13% in the past 24 hours, at press time. Its 24-hour trading volume had plunged more than 54% to $460 million.

The market cap stood at $2.14 billion, reflecting broader caution despite ongoing recovery attempts.

However, charts indicated that PENGU is breaking out of a bullish pennant flag, a continuation pattern that often precedes upside rallies.

Can PENGU turn its bullish pennant into sustained growth?

PENGU is breaking out of a bullish pennant flag, a pattern that typically emerges after an impulsive move and suggests continuation. 

The formation signals renewed interest from buyers, with projections pointing toward a possible rally to the $0.09 region. 

However, the breakout comes after weeks of consolidation, meaning stronger follow-through buying remains necessary to confirm the setup. 

Hence, PENGU’s current positioning marks a decisive turning point where bulls must maintain pressure. If they succeed, the structure could act as the foundation for a larger upward trend.

PENGU price actionPENGU price action

Source: TradingView

Why do sellers still dominate the Futures market?

Despite the bullish technical breakout, the Futures Taker CVD over the past 90 days shows that sellers remain firmly in control.

Taker sell orders continue to dominate over buys, indicating that many traders are still betting against a sustained rally.

This reflects ongoing skepticism surrounding PENGU’s breakout, even as spot market activity hints at recovery. However, if the price pushes higher despite this pressure, short positions could be squeezed.

Therefore, Futures data highlights both a risk and a potential catalyst, depending on how traders respond.

Source: CryptoQuant

Open Interest drop signals fading conviction

At press time, Open Interest (OI) declined by more than 7%, slipping to $367 million, highlighting a retreat in leveraged positioning. This suggests traders are scaling back exposure rather than doubling down on bullish bets. 

Such a decline often reflects cautious market sentiment, especially after volatile moves. However, falling OI can also reset conditions by flushing out weaker hands, leaving room for more sustainable growth. 

Hence, while the drop signals reduced confidence, it may also clear the path for a healthier rebound if buying resumes.

Source: CoinGlass

Liquidations weigh heavier on long positions

Recent liquidation data reveals that long positions have been hit harder than shorts, signaling that aggressive buyers are getting shaken out. 

At the time of writing, PENGU saw $164,000 in long liquidations compared to just $42,000 in shorts. This imbalance underscores how volatility has favored bears in recent sessions, despite the bullish setup. 

However, frequent long squeezes can create conditions for sharp rebounds once selling pressure eases. Therefore, liquidation trends confirm current risks but also highlight potential fuel for future upside.

Source: CoinGlass

Will PENGU extend or consolidate?

PENGU’s breakout from a bullish pennant flag signals strong technical potential, but optimism is tempered by futures market pressure, including seller dominance, declining OI, and a wave of long liquidations.

Additionally, liquidity clusters between $0.033 and $0.035 suggest that short-term volatility and choppy price action are likely to continue.

Given these conditions, the evidence points to ongoing consolidation within the flag pattern before PENGU can build enough momentum for a decisive breakout toward the $0.09 target.

Share

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

Sejak bergabung dengan Anthropic, aktivitas Andrej Karpathy di komunitas terbuka berkurang drastis. Baru-baru ini, sebuah dokumen bernama CLAUDE.md yang diklaim sebagai panduan penggunaan Claude milik Karpathy beredar di komunitas. Isinya berisi sejumlah prinsip ketat untuk memandu AI dalam menulis kode, yang bertujuan mengurangi kesalahan umum model bahasa besar (LLM). Prinsip-prinsip utama mencakup: 1) **Baca dahulu sebelum menulis** – pahami struktur dan gaya kode proyek yang ada. 2) **Berpikir sebelum menulis kode** – klarifikasi asumsi, pertimbangkan trade-off, dan uraikan rencana. 3) **Tetap sederhana** – hindari desain berlebihan, abstraksi prematur, dan fleksibilitas yang tidak diperlukan. 4) **Modifikasi terarah** – lakukan perubahan minimal yang sesuai dengan gaya kode asli, jangan melakukan reformatting atau pembersihan yang tidak relevan. 5) **Verifikasi dan uji** – pastikan kode berfungsi seperti yang diharapkan dengan pengujian yang tepat. 6) **Debug secara sistematis** – jangan menebak, selidiki akar masalahnya. 7) **Hati-hati dengan dependensi** – hindari menambah dependensi yang tidak perlu. 8) **Komunikasi yang jelas** – jelaskan apa yang dilakukan dan alasannya. Dokumen ini juga menyoroti pola kegagalan umum seperti abstraksi yang salah, "optimistic path", dan "halusinasi pengetahuan". Meskipun keaslian dokumen ini diragukan, isinya sangat selaras dengan pemikiran Karpathy yang telah banyak mengkritik kelemahan LLM dalam pemrograman. Prinsip-prinsip ini, yang juga telah dijadikan template populer di GitHub, dianggap dapat meningkatkan efektivitas dan mengurangi kesalahan saat menggunakan asisten AI seperti Claude untuk pengembangan perangkat lunak.

marsbit9m yang lalu

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

marsbit9m yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

Industri penambangan Bitcoin sedang mengalami penyesuaian struktural paling kompleks sejak kelahiran protokolnya. Meski harga Bitcoin bertahan di sekitar $61.000 dan hash rate global mendekati 1 ZH/s (hampir rekor tertinggi), profitabilitas penambang terus memburuk. Beberapa indikator—seperti biaya produksi, pendapatan dari biaya transaksi, ekspansi hash rate, dan anggaran keamanan industri—menunjukkan bahwa sektor ini beroperasi di ambang titik impas. Pengurangan hadiah blok (halving) 2028 diprediksi akan mempercepat proses konsolidasi ini. Masalah utamanya bukan hanya berasal dari penurunan subsidi blok pasca-halving, tetapi juga transisi yang belum tuntas ke model pendapatan berbasis biaya transaksi. Banyak perusahaan penambangan kini beralih dari sekadar memproduksi Bitcoin menjadi operator infrastruktur, operator energi, dan penyedia infrastruktur komputasi untuk AI/HPC. Dengan demikian, fokus kompetisi bergeser dari ekspansi hash rate menuju peningkatan model bisnis. Data menunjukkan bahwa dengan harga Bitcoin sekitar $61.000, pendapatan teoritis harian penambang seharusnya sekitar $78 juta, namun kenyataannya hanya sekitar $33 juta—terjadi selisih sekitar 136%. Pendapatan dari biaya transaksi juga rendah, hanya sekitar $220.000 per hari, jauh di bawah perkiraan historis sebesar $9,7 juta. Biaya listrik sendiri menyerap 71,5% dari total pendapatan industri pada tahun 2025. Setelah halving 2028, biaya produksi dasar Bitcoin diproyeksikan naik menjadi sekitar $93.289, yang akan mendorong konsolidasi industri ke perusahaan-perusahaan besar dengan modal kuat dan pendapatan yang terdiversifikasi. Masa depan industri ini terletak pada transformasi dari bisnis "penambangan" murni menjadi bisnis "infrastruktur", yang mengandalkan sumber pendapatan lain seperti manajemen energi dan layanan hosting komputasi AI/HPC. Bagi investor, pertanyaan kuncinya adalah perusahaan mana yang dapat berhasil bertransformasi dan membangun keunggulan kompetitif yang lebih tangguh dalam lanskap baru ini.

marsbit11m yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

marsbit11m yang lalu

Gelombang PHK Melanda Dunia Kripto, Wall Street Membeli Aset Inti Sektor dengan Miliaran Dollar

Gelombang PHK melanda industri kripto, sementara Wall Street melakukan akuisisi besar-besaran terhadap aset infrastruktur inti senilai miliaran dolar. Harga Bitcoin yang terus rendah memicu pemutusan hubungan kerja dan otomatisasi di berbagai perusahaan kripto. Namun, berlawanan dengan tren tersebut, aktivitas merger dan akuisisi (M&A) justru meningkat pesat, dengan total transaksi mencapai $9.37 miliar pada paruh pertama 2026. Lembaga keuangan tradisional seperti bank dan penyedia pembayaran menjadi penggerak utama gelombang akuisisi ini. Mereka lebih memilih membeli perusahaan startup yang sudah memiliki lisensi, layanan kustodian, dan saluran pembayaran yang mapan daripada membangun sistem dari nol. Contohnya termasuk akuisisi BVNK senilai $1.8 miliar oleh Mastercard. Tren ini didorong oleh kerangka regulasi yang semakin jelas, seperti MiCA di Uni Eropa. Di sisi lain, pasar tenaga kerja kripto menyusut drastis, dengan hanya 2.932 lowongan aktif yang tersisa secara global pada Juni 2026. Banyak perusahaan seperti Coinbase dan Gemini melakukan PHK, didorong oleh tekanan harga dan efisiensi operasional dari AI. Permintaan talenta kini sangat terkonsentrasi pada posisi teknis dan kepatuhan (compliance). Perusahaan kripto yang kesulitan keuangan menjadi target akuisisi dengan harga diskon besar, seperti akuisisi Messari oleh Blockworks. Modal juga mengalir sangat selektif, hampir secara eksklusif ke bisnis yang menjembatani aset tradisional dan digital, seperti penyedia layanan tokenisasi (contoh: Superstate, Alpaca). Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) murni dan protokol layer-1 baru hampir tidak menerima pendanaan. Intinya, pasar bearish ini telah menyaring industri: perusahaan dengan model bisnis lemah dan kurang kepatuhan bergabung atau menyusut, sementara mereka yang membangun infrastruktur keuangan yang mematuhi regulasi menarik minat akuisisi dan investasi.

Foresight News1j yang lalu

Gelombang PHK Melanda Dunia Kripto, Wall Street Membeli Aset Inti Sektor dengan Miliaran Dollar

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli PENGU

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Pudgy Penguins (PENGU) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Pudgy Penguins (PENGU) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Pudgy Penguins (PENGU) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Pudgy Penguins (PENGU) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Pudgy Penguins (PENGU)Lakukan trading Pudgy Penguins (PENGU) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

426 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.23Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PENGU

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PENGU (PENGU) disajikan di bawah ini.

活动图片