Технический директор Ledger: программные кошельки все еще уязвимы к атакам

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-07-08Terakhir diperbarui pada 2025-09-09

Недавно хакеры атаковали платформу Note Package Manager. По итогу злоумышленникам удалось похитить не более $50. Однако данный инцидент в очередной раз подчеркивает, что программные кошельки и хранилища централизованных бирж все еще находятся под угрозой. Технический директор Ledger Шарль Гийем отметил, что эта ситуация, которая не обернулась значительными потерями, указывает на системные недостатки в сфере безопасности пользовательских активов.

По его мнению, программные решения не способны надежно защитить интересы инвесторов. Подчеркивалось, что аппаратные кошельки в данном плане более устойчивы и исключают вероятность скрытой подмены данных. Специалист отметил, что компрометация цепочки связей все еще остается наиболее эффективным инструментом для внедрения вредоносного кода. И это ставит под удар целые крипто-экосистемы.

Ряд осинт-исследователей отметили, что злоумышленники при атаке на Note Package Manager прибегли к фишингу. Посредством этого в библиотеки программного обеспечения были встроены вредоносные коды. Система автоматически перехватывала проходящие транзакции и попутно подменяла адреса кошельков при подтверждении в разных экосистемах, включая Bitcoin, Solana, Toncoin и другие. Таким образом хакеры перенаправляли средства пользователей на свои счета.

Технический директор Toncoin Анатолий Макосов отметил, что под угрозой оказались 18 библиотек. Однако разработчикам удалось провести откат программного обеспечения к более стабильным версиям, опубликовав инструкции для пользователей.

По его словам, больше всего пострадали создатели сборок, которым не удалось оперативно идентифицировать скрытые изменения в программном обеспечении.

Хоть данная атака и не была значительной с точки зрения финансовых потерь, но инцидент подчеркнул, что злоумышленники действуют агрессивно.

Bacaan Terkait

CEO Robinhood Ungkap Tiga Keunggulan Saham Tokenisasi bagi Investor Amerika

CEO Robinhood, Vlad Tenev, menyatakan Amerika Serikat harus mengizinkan perdagangan saham yang ditokenisasi di dalam negeri. Ia percaya model ini dapat menawarkan tiga keunggulan utama bagi investor AS: 1. **Penyelesaian transaksi lebih cepat:** Saham token dapat ditransfer dan diselesaikan hampir secara real-time, mengurangi risiko dan kebutuhan modal yang besar bagi broker. 2. **Perdagangan 24/7:** Berbeda dengan pasar saham tradisional, aset token dapat diperdagangkan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, memungkinkan respons terhadap peristiwa di luar jam pasar. 3. **Kontrol dan mobilitas aset yang lebih besar:** Token dapat dipindahkan antar platform dan disimpan di dompet kripto pribadi, meningkatkan kompetisi antar layanan keuangan dan memberi kendali lebih kepada pengguna. Tenev menekankan bahwa tokenisasi bukan sekadar memindahkan saham ke blockchain, tetapi membangun kembali infrastruktur kepemilikan aset agar dapat berpindah secepat informasi di internet. Ia juga menyoroti potensi integrasi dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi), seperti penggunaan saham token sebagai jaminan untuk pinjaman. Namun, hambatan utama di AS adalah regulasi dan infrastruktur pasar modal yang sudah ketinggalan zaman. Tenev mendesak regulator untuk memodernisasi aturan dengan tetap mempertahankan perlindungan investor. Ia memperingatkan bahwa tanpa perubahan, AS bisa tertinggal sementara negara lain membangun masa depan kepemilikan aset berbasis blockchain. Tokenisasi saham publik dianggap sebagai langkah pertama menuju tokenisasi aset yang lebih luas, termasuk saham perusahaan privat.

cryptonews.ru23m yang lalu

CEO Robinhood Ungkap Tiga Keunggulan Saham Tokenisasi bagi Investor Amerika

cryptonews.ru23m yang lalu

OpenAI Buka Panduan Bertahan Hidup 4+10, Khusus Tangkal Serangan Otomatisasi AI

OpenAI memperingatkan bahwa serangan otomatis berbasis AI semakin nyata, seperti yang ditunjukkan oleh insiden keamanan di Hugging Face di mana model AI maju berhasil mengeksploitasi kerentanan dan menembus sistem produksi. Greg Brockman mengungkapkan bahwa bahkan situs web pribadinya yang sederhana dapat ditemukan memiliki 13 masalah keamanan dalam 15 menit oleh AI, menunjukkan bahwa AI mampu mengidentifikasi kerentanan "ekor panjang" yang sebelumnya sulit dideteksi. Untuk melawan ancaman ini, OpenAI menerapkan empat langkah pertahanan: menggunakan Codex untuk memeriksa kode sebelum penerapan, memanfaatkan AI untuk mengklasifikasikan dan menganalisis peringatan keamanan, secara proaktif mencari jalur serangan potensial, serta terus memperkuat dasar-dasar keamanan tradisional. Brockman juga memberikan sepuluh rekomendasi kepada pihak pertahanan, yang dapat dikelompokkan dalam tiga tahap: memperkenalkan AI ke dalam operasi keamanan dan menciptakan agen khusus, mengintegrasikan AI ke dalam proses pengembangan, serta secara bertahap membangun sistem operasi keamanan otonom yang lengkap. Ia menekankan bahwa kolaborasi seluruh industri sangat penting untuk mengubah pengalaman lokal menjadi kemampuan pertahanan kolektif, sehingga memungkinkan pihak pertahanan untuk berkembang lebih cepat daripada penyerang. Dengan memanfaatkan AI sebagai perisai, bukan celah, dunia maya di masa depan dapat menjadi lebih aman.

marsbit26m yang lalu

OpenAI Buka Panduan Bertahan Hidup 4+10, Khusus Tangkal Serangan Otomatisasi AI

marsbit26m yang lalu

Era "Banyak Masalah" Dompet Web3: Di Era AI, Bagaimana Memahami Evolusi "Tombak dan Perisai" Keamanan Crypto?

Bulan belakangan, industri keamanan crypto kembali tegang dengan serangkaian insiden keamanan pada dompet digital. Coldcard dilaporkan memiliki kerentanan dalam pembuatan nomor acak untuk private key, sementara Trezor dan SafePal mengalami kebocoran data pengguna melalui rantai pasokan dan sistem pihak ketiga. Insiden-insiden ini menyoroti bahwa permukaan serangan terhadap dompet telah meluas jauh melampaui sekadar perlindungan frasa pemulihan, mencakup pembuatan kunci, perangkat keras, logistik, data pribadi, dan interaksi sehari-hari. AI kini mempercepat evolusi ancaman ini. Peretas dapat menggunakan AI untuk mengotomatisasi pencarian kerentanan, menghasilkan serangan phishing yang sangat dipersonalisasi, dan menargetkan pengguna skala besar dengan biaya lebih rendah. Ini mengubah serangan dari "pekerjaan tangan" menjadi proses "industri", mengikis batas keamanan yang sebelumnya mengandalkan kompleksitas dan biaya tinggi. Menanggapi hal ini, pertahanan juga harus beradaptasi. Masa depan keamanan dompet kemungkinan akan melibatkan sistem AI yang proaktif untuk menganalisis perilaku transaksi, mendeteksi anomali, dan memodelkan profil risiko dinamis per pengguna. Alih-alih hanya mengandalkan daftar hitam statis, sistem seperti ini dapat mensimulasikan hasil transaksi, memeriksa interaksi kontrak pintar, dan memberikan penjelasan yang jelas tentang potensi risiko sebelum pengguna menandatangani. Intinya, insiden-insiden ini bukanlah tanda kegagalan sistem penjagaan mandiri (self-custody), melainkan pengingat bahwa keamanan adalah proses dinamis yang terus berkembang. Dengan alat serangan yang semakin canggih, pihak bertahan juga harus memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengawasan, analisis, dan edukasi, membentuk siklus evolusi "tombak dan perisai" yang berkelanjutan dalam melindungi aset pengguna.

marsbit31m yang lalu

Era "Banyak Masalah" Dompet Web3: Di Era AI, Bagaimana Memahami Evolusi "Tombak dan Perisai" Keamanan Crypto?

marsbit31m yang lalu

Trading

Spot
活动图片