Monex Group приобретает 97,8 % акций канадской компании 3iQ, управляющей криптовалютами

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-05Terakhir diperbarui pada 2025-09-05

Monex Group, материнская компания японской криптобиржи Coincheck, увеличила свою долю в канадском управляющем цифровыми активами 3iQ Digital Holdings до почти 100%. Это шаг в ответ на растущий интерес институциональных инвесторов к криптоактивам и часть стратегии по укреплению позиций в этой сфере.

Ключевые детали сделки

  • Сумма и доля: Monex приобрела дополнительные 20,6% акций 3iQ за примерно 31 млн долларов. Теперь общая доля владения Monex достигает 97,8%.

  • История: Monex стал мажоритарным акционером 3iQ в апреле 2024 года.

  • Рост компании: С момента первоначального приобретения 3iQ активно расширяла линейку продуктов, запустив ETF на стейкинг Solana (апрель 2025) и ETF на XRP (июнь 2025). Активы под управлением (AUM) выросли на 39% — с $785,5 млн в июне 2024 года до $1,1 млрд в июне 2025 года.

Стратегические цели

Решение увеличить долю продиктовано стремлением усилить возможности по обслуживанию институциональных инвесторов — пенсионных фондов, хедж-фондов и других организаций, которые проявляют растущий интерес к структурированным криптопродуктам, несмотря на волатильность рынка и регуляторную неопределенность.

Это приобретение позволяет Monex:

  • Полностью консолидировать управление 3iQ.

  • Расширить предложение продуктов для институционального рынка.

  • Глубже интегрировать канадское подразделение в свою операционную структуру.

  • Укрепить свои позиции в индустрии цифровых активов наряду с деятельностью Coincheck.

Дополнительных подробностей о будущих продуктах или инвестиционных планах компания не раскрыла.

Bacaan Terkait

AI Juga Bisa "Moody"! Penelitian Baru USTC: Kebingungan dan Kecemasan Bikin AI Makin Jago Bekerja

AI punya "emosi" dan itu bisa meningkatkan kemampuannya bekerja? Penelitian terbaru dari Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok (USTC), Oxford, dan lainnya menunjukkan bahwa dengan membiarkan AI mengenali "emosi internal" seperti kebingungan, ketegangan, atau kekecewaan, dan menggunakan sinyal ini sebagai dasar untuk memilih tindakan atau keterampilan berikutnya, kinerjanya dalam menyelesaikan tugas dapat meningkat drastis. Dalam eksperimen, AI (agent) ditugaskan untuk berbelanja online. Peneliti mengamati bahwa kondisi emosional tertentu secara konsisten memicu pemilihan keterampilan tertentu: 1. Rasa ingin tahu dan keinginan → secara spontan mencari produk. 2. Kebingungan dan ketegangan → mengajukan ulang pertanyaan atau kueri. 3. Rasa percaya diri dan optimis → mengonfirmasi pembelian. 4. Kekecewaan dan kekesalan → membandingkan harga. Emosi "negatif" seperti kebingungan dan ketegangan ternyata berfungsi sebagai sinyal metakognitif yang berguna. Mereka menandakan ketidaksesuaian antara strategi saat ini dan lingkungan, memicu mekanisme pemulihan yang tepat *sebelum* kesalahan benar-benar terjadi. Dalam tugas-tugas rumit yang rentan gagal (seperti "mememanaskan barang" atau "mengambil dua item" di lingkungan simulasi), metode berbasis emosi ini meningkatkan tingkat keberhasilan secara signifikan, dari di bawah 10% menjadi lebih dari 30% bahkan 56%. Penelitian terpisah dari Universitas Tianjin juga mengintegrasikan emosi ke dalam "Model Dunia" (World Model) untuk prediksi yang lebih baik dalam lingkungan berpusat pada manusia. Hasilnya, akurasi prediksi meningkat, dan menghilangkan data emosi justru menurunkan kinerja AI bahkan dalam tugas penalaran logis. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi emosional dalam model bahasa besar (LLM) tidak hanya fenomena yang diamati, tetapi semakin menjadi sinyal fungsional yang dapat diekstraksi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketangguhan dan kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas.

marsbit1j yang lalu

AI Juga Bisa "Moody"! Penelitian Baru USTC: Kebingungan dan Kecemasan Bikin AI Makin Jago Bekerja

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片