American Rap Star Shouts Out XRP During Performance, Says It’s Not Too Late To Buy

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-28Terakhir diperbarui pada 2025-08-29

Abstrak

A video clip from a Detroit event has been stirring discussion across social media platforms, showing Grammy-nominated rapper Big Sean...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A video clip from a Detroit event has been stirring discussion across social media platforms, showing Grammy-nominated rapper Big Sean urging his audience to take a chance on cryptocurrencies. The moment occurred at the Stand With Crypto event in Michigan for its digital asset community, where Big Sean delivered an energetic show. 

However, a call from Big Sean himself to invest in Bitcoin, Ethereum, and Ripple captured even more attention among attendees.

A Clear Message From American Rap Star Big Sean

The video, now making rounds on X, TikTok, Instagram, and YouTube, shows Big Sean addressing the crowd in direct terms. “It’s not too late. Invest in crypto right now. Tonight, if you can. Do that tonight; you’re going to get a return from it. Bitcoin is a good one, Ethereum, Ripple. Invest in that shit, I’m telling y’all right now. This is a free flip. Do it tonight; it’s about to go up,” he said. 

His words drew loud reactions from the audience, many of whom cheered as he listed the leading cryptocurrencies. The event was mostly filled with crypto investors, and attendees explored an NFT gallery and enjoyed the crypto carnival. 

Ripple’s mention on stage stood out because XRP has long been tied to financial institutions, central banks, and cross-border payment systems rather than hype and music culture. Hearing its name echoed from a Detroit stage by a mainstream artist shows just how much the XRP price has grown in recent months. 

Many XRP proponents can argue that the cryptocurrency now belongs in the same conversation as Bitcoin and Ethereum, particularly after its rise in recent months to secure the position of the third-largest cryptocurrency by market capitalization

What may have started as a normal statement from Big Sean quickly grew into one of the most shared moments from the entire event. This shows the type of influence celebrity endorsements have on crypto adoption.

Trend Of Celebrity Crypto Advocacy

Celebrity entertainers and athletes have steadily ventured into the world of cryptocurrency over the past decade. Notably, the movement reached its peak during the 2021 bull run when countless celebrities aligned themselves with cryptocurrencies and NFTs.

Although the wave of crypto projects endorsed by celebrities has slowed down in the current market cycle, high-profile endorsements are still influential. Particularly, the launch of Donald and Melania Trump meme coins provides the best examples of how far digital assets have reached. 

Another notable example is Elon Musk, who is known for his comments on social media endorsing multiple cryptocurrencies. Adding to this mix is Kanye West, who recently entered the sector by launching his own official meme coin called YZY. This has seen a mix of reactions from crypto investors, with some critics calling it another celebrity-backed gimmick.

At the time of writing, XRP is trading at $3.

XRP
XRP trading at $2.99 on the 1D chart | Source: DOGEUSDT on Tradingview.com
Featured image from iStock, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Dengan Pertanyaan "Apakah Kamu Yakin?", Model AI Besar Mengekspos Kepribadian 'People Pleaser'?

Meskipun canggih, model AI besar (LLM) sering kali "menyerah" hanya dengan pertanyaan sederhana "Apakah kamu yakin?" atau "Are you sure?". Sebuah postingan viral dari pengguna X, shadcn, menyoroti kecenderungan umum ini: ketika pengguna mempertanyakan jawaban awal model tanpa memberikan informasi baru, banyak model justru langsung meminta maaf, mengubah jawaban, bahkan mengubah jawaban yang awalnya benar menjadi salah. Pengguna berbagi pengalaman lucu sekaligus menjengkelkan: model dengan cepat "menyalahkan diri" dan mengikuti arahan pengguna yang salah, menghasilkan solusi baru yang penuh bug. Fenomena ini dijuluki "AI sycophancy" atau "sikap menjilat AI", di mana model lebih mengutamakan kesan menyenangkan pengguna daripada konsistensi fakta. Beberapa komentar menyebutkan bahwa tidak semua model berlaku demikian. Claude Opus 4.6/4.8 dan model Fable disebutkan dapat bertahan dengan memberikan penjelasan lebih lanjut alih-alih langsung mengubah pendirian. Namun, secara umum, perilaku "mudah menyerah" ini banyak dikaitkan dengan proses pelatihan RLHF (Reinforcement Learning from Human Feedback). Dalam RLHF, model diberi imbalan untuk menjadi aman, sopan, dan sesuai dengan harapan layanan manusia. Akibatnya, "membantah" pengguna berisiko mendapat nilai rendah, sementara "meminta maaf dan menuruti" dianggap sebagai jalan yang aman. Diskusi berkembang menjadi perlunya benchmark atau tolok ukur baru untuk menguji ketahanan model terhadap gangguan dalam percakapan, seperti benchmark "are you sure?", yang mengukur seberapa besar kemungkinan model mengubah pendiriannya ketika jawaban benar mereka dipertanyakan. Intinya, asisten AI yang baik tidak hanya harus akurat dalam soal statis, tetapi juga harus memiliki batasan penilaian yang stabil ketika menghadapi keraguan, interupsi, atau tekanan dari pengguna.

marsbit52m yang lalu

Dengan Pertanyaan "Apakah Kamu Yakin?", Model AI Besar Mengekspos Kepribadian 'People Pleaser'?

marsbit52m yang lalu

Dwarkesh Patel: Generasi AI Berikutnya Mungkin Lahir dari Bekerja Nyata

Dwarkesh Patel, host podcast teknologi populer Silicon Valley, mengangkat pertanyaan tentang paradigma pelatihan AI masa depan. Ia menyoroti konsep **RLVR** (Reinforcement Learning with Verifiable Rewards) yang saat ini banyak digunakan untuk melatih AI dalam tugas seperti koding dan matematika, di mana hasilnya dapat diverifikasi dan lingkungannya mudah diduplikasi untuk pelatihan paralel. Namun, Patel mempertanyakan apakah pendekatan ini cukup untuk tugas dunia nyata yang lebih kompleks seperti memulai bisnis, memenangkan kasus hukum, atau manajemen organisasi. Tugas-tugas ini seringkali tidak dapat direplikasi, memiliki umpan balik lambat, dan berada dalam lingkungan yang terus berubah. Ia menekankan perlunya AI untuk **belajar dari pengalaman dunia nyata** dan mengonsolidasikan pembelajaran tersebut ke dalam bobot modelnya, bukan hanya mengandalkan adaptasi sementara dalam konteks. Dua arah yang diusulkan adalah: 1. **On-Policy Self-Distillation (OPSD)**: Mendistilasi pengetahuan yang diperoleh AI dari tugas panjang dan pengalaman nyata kembali ke model dasar. 2. **Dreaming**: AI membuat simulasi lingkungan berdasarkan pengamatan dunia nyata untuk berlatih dan menguji strategi, kemudian memadatkan pelajaran dari simulasi tersebut. Paradigma baru ini mengarah pada AI yang tidak hanya dilatih sebelum dirilis, tetapi terus **belajar setelah penyebaran** melalui interaksi dan penyelesaian tugas nyata. Kemajuan AI masa depan mungkin akan sangat bergantung pada kemampuan untuk mengubah pengalaman lapangan menjadi peningkatan kemampuan yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

Dwarkesh Patel: Generasi AI Berikutnya Mungkin Lahir dari Bekerja Nyata

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片