‘No developer protection, no bill’ – DeFi leaders demand legal safeguards

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-27Terakhir diperbarui pada 2025-08-28

Key Takeaways 

DeFi stakeholders have asked Congress to include developer protections in the market structure bill. Otherwise, they warned that they would withdraw support for the legislation. 


The DeFi community appears keen on protecting neutral developers and builders from being charged like Tornado Cash’s Roman Storm. 

In a letter to the Senate, a group of 115 members led by DeFi Fund Education Fund (DEF), urged Congress to ensure the market structure bill offers ‘nationwide protections for software developers and non-custodial providers.’

They warned that they won’t support the legislation if their demand aren’t met.  

“Without such protections, we cannot support a market structure bill.”

The group added that U.S developers have declined by 7% in the past four years due to uncertainty. 

“The total share of open-source software developers in the United States dropped from 25% in 2021 to 18% in 2025– a trend largely attributed to the lack of regulatory certainty for software development.”

If not reversed, the trend could dent President Donald Trump’s vision of making America the crypto capital of the world. 

Crypto bill attracts mixed views

A similar stance was taken by most crypto legal minds.

Jake Chervinsky, chief legal officer at crypto VC Variant Fund, said the upcoming legislation should shield developers from falling back to ‘Biden-era hostility.’

“The bill must protect developers from a return to Biden-era hostility, full stop…no dev protections, no bill.”

For her part, Amanda Tuminelli, the Executive Director and legal chief at DEF, quipped that developers should not be ‘misclassified’ and forced into regulatory categories meant for TradFi financial intermediaries. 

Undoubtedly, Congress will face a tough balancing act as different factions fight for favourable terms in the crypto bill.

Notably, the banking sector has ramped up pressure for the blockage of interest accrued to payment stablecoins, decrying that it was a threat to the banks. 

Traditional stock exchanges also warned that tokenisation, especially on-chain stocks, is a ‘risky mimic’ which could affect equity market integrity

As a result, they called on Congress and regulators to ensure that on-chain stock issuers adhere to similar regulatory standards. 

At the same time, the overall crypto lobby has increased its war chest ahead of the 2026 midterms, putting Congress, especially anti-crypto lawmakers, in a tough spot. 

Meanwhile, the market structure legislation will resume discussion in September. 

The Senate Agriculture Committee, which oversees CFTC, will release its draft early next month.

Notably, jurisdictional conflicts between the SEC and CFTC are expected to be resolved by the end of next month. This resolution could help streamline oversight in the digital asset sector.

While some remain optimistic about passing legislation by year-end, others are more cautious. They warn that delays could extend the timeline for the market structure bill into next year.

Share

Bacaan Terkait

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

Selama enam minggu terakhir, dana ETF Bitcoin spot ASR mengalami arus keluar bersih sekitar $6 miliar, mencatat periode mingguan terpanjang dengan penurunan sejak diluncurkan pada tahun 2024. IBIT milik BlackRock, dana terbesar, menjadi penyumbang utama, dengan $1,3 miliar mengalir keluar dalam satu minggu terakhir saja. Data on-chain menunjukkan penjualan terutama berasal dari dana konfigurasi yang membeli ETF melalui akun broker, bukan dari pemegang jangka panjang (>155 hari) yang masih menguasai ~83% pasokan yang beredar. Perilaku ini menyerupai penyesuaian portofolio untuk mengurangi risiko (*de-risking*) karena meningkatnya inflasi, suku bunga, dan aliran modal ke sektor lain seperti infrastruktur AI dan IPO. Kerugian yang direalisasi melonjak 78%, dengan banyak penjual menjual pada kisaran biaya $55.000-$68.000. Meski kecepatan arus keluar melambat signifikan (dari $1,72 miliar menjadi $226,8 juta), tekanan struktural tetap ada karena skala besar IBIT menciptakan tekanan jualnya sendiri. Tanpa pembeli baru yang masuk dari sisi ETF atau pasar spot, harga sulit bertahan. Arah pasar selanjutnya bergantung pada apakah arus keluar IBIT melambat dan Bitcoin dapat bertahan di atas $60.000, atau jika penjualan besar berlanjut dan harga jatuh di bawah $58.000, yang akan menguji kemampuan pembeli non-ETF dalam menyerap tekanan jual. ETF, meski mempermudah akses, tidak menghilangkan volatilitas aset.

marsbit41m yang lalu

ETF Alami Keluar Bersih Berkelanjutan, Apakah Institusi Sedang Keluar?

marsbit41m yang lalu

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

**Ringkasan Konsep Model Dunia: Dari Psikologi ke Medan Utama AI** Model Dunia adalah konsep yang sangat hangat di dunia AI namun sering membingungkan banyak orang. Pada dasarnya, model dunia bertujuan memberi mesin "papan pasir mental" untuk mensimulasikan dan memprediksi kejadian di dunia nyata sebelum bertindak. Kemampuan ini, yang dalam psikologi disebut "model mental", memungkinkan AI berlatih dan bereksperimen secara virtual, mengurangi ketergantungan pada data dunia nyata yang mahal dan terbatas. Konsep ini berakar dari ide psikolog Kenneth Craik (1943) tentang bagaimana otak membangun model internal untuk memprediksi peristiwa. Di AI, pionir seperti Marvin Minsky dengan "Teori Kerangka" dan peneliti seperti David Ha serta Jürgen Schmidhuber (2018) menghidupkan kembali konsep ini dalam pembelajaran mendalam. Para ahli memiliki pandangan berbeda: * **Yann LeCun** (Meta) mengkritik LLM dan mengadvokasi model prediktif seperti JEPA yang memahami struktur fisika dunia, bukan hanya menghasilkan konten. * **Fei-Fei Li** (Stanford/World Labs) mengklasifikasikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan siklus "aksi-observasi": **Perender** (menghasilkan piksel/visual), **Simulator** (menghasilkan status dunia dengan akurasi struktural/fisik), dan **Perencana** (menghasilkan aksi). * **Tim FIB-Lab Tsinghua** membaginya menjadi dua fungsi inti: **Memahami Dunia** (mendukung pengambilan keputusan) dan **Memprediksi Masa Depan** (menghasilkan status/video masa depan). Perusahaan teknologi besar juga mendefinisikannya sesuai kebutuhan: * **OpenAI** menyebut **Sora** sebagai "simulator dunia" berbasis video. * **Google DeepMind** membangun **Genie 3** sebagai model dunia 3D interaktif waktu-nyata. * **NVIDIA** mengembangkan **Cosmos** sebagai platform "model fondasi dunia" untuk AI fisik. * **Perusahaan China** seperti Alibaba, Tencent, Huawei, dan pembuat mobil (NIO, XPeng, Li Auto) mengembangkan solusi serupa untuk simulasi mengemudi, robotika, dan dunia virtual, meski sering menggunakan nama berbeda. Secara teknis, ada tiga jalur pendekatan utama: 1. **"Melukis" (Generatif)**: Model pembuat video seperti Sora. Keunggulan visual, tetapi konsistensi fisika lemah. 2. **"Kalkulasi Mental" (Prediktif Abstrak)**: Seperti JEPA LeCun. Memprediksi representasi abstrak, efisien dan lebih stabil mempelajari fisika, tetapi kurang terinterpretasi. 3. **"Menyusun Balok" (Simulasi 3D Eksplisit)**: Seperti NVIDIA Omniverse. Menghasilkan lingkungan 3D dengan properti geometri dan fisika. Tepat dan dapat dikontrol, tetapi memerlukan data khusus dan mahal. Perkembangan terkini bergerak menuju **Model Aksi Dunia (WAM)** yang menggabungkan prediksi keadaan masa depan dan pembuatan aksi dalam satu model, mencapai "pengetahuan dan tindakan yang selaras" untuk robotika. Industri model dunia mulai terbentuk dalam tiga lapisan: * **Lapisan Dasar**: Data, daya komputasi (didominasi GPU NVIDIA), dan sensor. * **Lapisan Platform Teknis**: Platform serbaguna (Omniverse, Pangu) dan platform vertikal (untuk mobil otonom, konstruksi). * **Lapisan Aplikasi**: Mobil otonom (paling matang), robotika, game, konstruksi cerdas, layanan spasial, simulasi medis. Kekacauan dalam penamaan dan definisi sebenarnya adalah tanda awal revolusi teknologi, mirip dengan fase awal komputasi awan atau AI. Semua pendekatan, meski berbeda, mengarah pada tujuan yang sama: memberdayakan mesin dengan model internal dunia yang dapat disimulasikan untuk bertindak lebih aman, efisien, dan cerdas di dunia nyata. Konsep akan menyatu ketika teknologinya matang. Saat ini, ketidakseragaman justru menandakan bahwa model dunia telah memasuki medan pertempuran utama pengembangan AI.

marsbit1j yang lalu

Konsep Model Dunia untuk Pemula: Sebuah Kisah dari Psikologi hingga Medan Utama AI

marsbit1j yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

IBIT, ETF Bitcoin terbesar dari BlackRock, menyumbang 73% dari total aliran keluar bersih ETF Bitcoin spot AS pekan lalu, dengan penarikan dana sebesar $1,3 miliar dalam satu minggu. Hal ini mengubah narasi ETF yang sebelumnya menjadi saluran masuk utama modal institusional menjadi sumber tekanan jual potensial. Aliran keluar yang terkonsentrasi di produk terbesar dan paling likuid ini menguji ketahanan Bitcoin di level kritis sekitar $60.000. Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada sesi perdagangan 26 Juni, seluruh aliran keluar bersih harian sebesar $444,5 juta berasal dari IBIT. Tekanan ini muncul saat harga Bitcoin sudah tertekan, memperumit upaya pemulihan. Mekanisme ETF memungkinkan penebusan dilakukan baik secara tunai maupun dalam bentuk Bitcoin fisik, sehingga aliran keluar tidak selalu sama dengan penjualan spot langsung. Namun, ini menciptakan risiko transmisi dan pertanyaan tentang siapa yang akan menyerap likuiditas jika pemegang ETF terus keluar. Skenario ke depan terbagi dua: Jika aliran keluar IBIT melambat dan Bitcoin berhasil bertahan di atas $59.000-$62.000, tekanan pekan ini dapat dilihat sebagai proses pembersihan. Namun, jika IBit terus mendominasi aliran keluar dan Bitcoin gagal reclaim level $60.000, narasi "dinding tekanan jual" akan menguat, mengharuskan pembeli di luar ekosistem ETF untuk menopang pasar tanpa bantuan narasi permintaan institusional yang sebelumnya didorong oleh ETF. Hari-hari perdagangan mendatang akan menentukan jalurnya.

marsbit2j yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片