预测市场「捞金」 11 式

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-08-24Terakhir diperbarui pada 2025-08-25

预测市场里面藏着丰富的数据、行为模式和时间差机会。

撰文:Pix

编译:Saoirse,Foresight News

译者前言:人们对预测市场的认知多停留在「事件打赌」层面,而本文作者以 6.4 万美元月度实战收益揭示了其深层逻辑 —— 这里不是赌场,而是藏着定价偏差、市场滞后等结构性机会的盈利系统。11 种策略从跨市场套利到反身性操作,希望能为读者打开新视角,无论是交易者还是市场观察者,都能从中得窥门径。

大多数人觉得预测市场是用来打赌的,但这仅仅是表层功能。

在行家眼里,它们还能揭示更多:

  • 定价不合理的赔率

  • 反应滞后的市场

  • 跟风的羊群行为

  • 可被影响的反身性循环

如果你懂这些系统的运作逻辑,就不会只局限于为结果下注,而是能从市场结构中直接获利。

以下是我实操的 11 种方法详解:

套利策略

1、跨市场套利

同一事件在不同平台赔率不同。比如 Polymarket 上「特朗普获胜」的赔率可能是 55%,而 Kalshi 上则是 48%。

这时低买高卖,就能赚取无风险预期收益。

可以手动操作,也能通过 API 自动化执行。用凯利准则来控制交易规模效果更佳。(相关细节可见 FN 编译文章《KOL:我如何通过预测市场套利赚到 10 万美元》)

2、为市场池提供流动性

如果市场背后有自动做市商(AMM),你可以成为流动性提供者(LP)。

这类似于跨式期权策略,既能保持 delta 中性(delta-neutral,,指风险对冲状态),又能从交易活动中赚取手续费。

在波动大、关注度高的市场里,这种方式收益尤其可观。

3、贝叶斯更新 vs 市场滞后

(贝叶斯更新:Bayesian Updating,指根据新信息不断调整对某个事件发生概率的判断,从而逐步接近更准确的结论。)

市场反应往往很慢,去中心化市场尤其明显。

比如某候选人退出选举,多数投注者不会立刻调整仓位。

但如果你有个能根据新信息实时更新赔率的模型,就能抢在他们行动前布局。

这段时间差就是你的利润空间。

元反身性与激励漏洞利用

(元反身性:Meta-Reflexivity,它描述的是市场参与者的行为不仅受市场状态影响,还会反过来塑造市场本身,甚至改变市场所预测的事件结果的深层互动关系。)

4、交易预言机

有些市场的结果判定依赖单一新闻源。

如果某个赌局的规则是「X 事件是否会在 Y 日期前发生(据 CNN 报道)」,那你其实不是在赌事件本身,而是在赌 CNN 会不会报道这件事

摸清这些「预言机」(信息源)的偏见和报道倾向,就是巨大的优势。

5、反身性套利

有些市场能反过来促成它所预测的结果。

比如有个赌局是「项目 X 会在第三季度前上线吗?」,如果你买了「会」,就有动力去推动这件事成真。

发推文造势、联系项目团队、带动社区热度……

预测市场是可以被主动引导的。

还记得 WNBA 赛场上出现橡胶制品的事件吗?只要想办法,总能找到让自己获利的方式,懂的都懂……

把预测市场当情报源

6、用赔率指导永续合约交易

像 Polymarket 这类平台,对概率的反映往往比媒体更快。

如果以太坊 ETF 获批的赔率突然飙升到 90%,你甚至能在新闻公布前就抢先建立以太坊多头仓位。

7、代币交易的抢先布局

有些市场能预判项目的火爆程度。

当 Polymarket 新增某个代币的相关赌局时,往往预示着该代币即将迎来高交易量。

你不必押注赌局结果,只需顺着这个趋势布局,或者在上线时做好提供流动性的准备就行。

结构性操作

8、将预测市场视为合成期权

二元结果的赌局其实类似有上限的期权。

比如还有 3 天到期、当前价格 0.09 的「YES」选项,若实际发生概率有 20%,就属于波动率定价错误。

把它当成期权来分析,建模计算 delta(价格对概率的敏感度)、theta(时间衰减)及 gamma(敏感度的变化率)即可。

9、构建自定义组合投注

Parlay Bet 指投注者将两场或更多场独立投注组合成单一投注的玩法。只有所有组合的投注都命中,整个「连投」才算赢;若其中任何一场投注失败,整个连投就输掉 。

叠加多个市场就能创造合成组合策略。

比如特朗普赢得共和党初选的赔率是 70%,赢得大选的赔率是 40%,若前者如你所料成真,后者的赔率肯定会暴涨,这时再买入后者即可获利。

10、税务规划

在某些地区,预测市场的亏损可申报为赌博损失。

如果你持有加密货币有收益,通过结构化操作制造一些亏损,可能会减少税单。

不过务必咨询专业人士。

代币敞口操作

11、交易基础设施代币

有些平台有原生代币(如 Zeitgeist、Truemarkets 等)。

当平台交易量激增时,这些预测市场代币的价格往往会滞后上涨(非投资建议)。

说实话我也不太会评估这些代币,但「大趋势来时,所有船都会浮起来」。

我目前没持仓,不过未来可能会做些流动性提供。

结语

预测市场常被误解为简单的赌博工具,

但其实里面藏着丰富的数据、行为模式和时间差机会。

如果你把它当成一套运行逻辑而非赌场,就会发现处处都是不对称的获利机会。

Bacaan Terkait

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

Sebagai pengembang dan pemegang ETH, penulis mengungkapkan enam keluhan utama terhadap arah pengembangan Ethereum: 1. **Mentalitas "mantan ketua" terlalu dini**: Fondasi Ethereum beralih dari "kami membangun" menjadi "kami adalah infrastruktur" sebelum benar-benar memenangkan pasar, menyebabkan kehilangan momentum. 2. **Narasi ESG yang salah sasaran**: Fokus pada pengurangan konsumsi energi (99,95%) alih-alih peningkatan pengalaman pengguna (kecepatan, biaya, hasil) tidak menjawab kebutuhan pasar. 3. **Waktu pengembangan yang lambat**: Proof-of-Stake (PoS) membutuhkan 7 tahun sejak peluncuran, memberikan kesempatan pada pesaing seperti Solana untuk berkembang. 4. **Pengalaman staking yang buruk**: Tidak ada aplikasi staking resmi yang ramah pengguna, mengandalkan pihak ketiga seperti Lido dan berisiko sentralisasi. 5. **Penurunan nilai yang dikelola**: Rute berbasis rollup melemahkan lapisan dasar, memindahkan pendapatan dan fragmentasi modal ke L2 seperti Arbitrum dan Base. 6. **Ideologi mengalahkan pengiriman produk**: Budaya Ethereum lebih mementingkan kemurnian filosofis (netralitas, barang publik) daripada kemenangan produk dan memenuhi keinginan pasar akan finansialisasi. Diagnosisnya adalah hutang eksekusi yang terakumulasi. Ethereum memiliki keunggulan struktural pada 2021 tetapi menghabiskan waktu untuk debat, sementara Solana berkolaborasi secara efisien. Penurunan kapitalisasi pasar ETH mencerminkan kegagalan eksekusi spesifik, bukan masalah koordinasi. Intinya: Ethereum telah berhenti berjuang untuk meningkatkan nilai asetnya.

链捕手30m yang lalu

Enam Keluhan dari Seorang Pengembang Ethereum

链捕手30m yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuki 'Era Pertanggungjawaban Biaya' Dua tahun terakhir, banyak perusahaan mendorong penggunaan AI untuk mengikuti tren. Namun, kini CEO dan CFO mulai mempertanyakan nilai riil dari setiap dolar yang dihabiskan untuk token AI. Perdebatan tentang anggaran token intinya bukan sekadar memotong tagihan, tetapi menilai ulang alokasi sumber daya kecerdasan. Fase pertama AI perusahaan membuktikan bahwa model dapat menyelesaikan pekerjaan. Fase berikutnya akan menentukan: pekerjaan mana yang benar-benar layak dibayar? Biaya inferensi AI kini menjadi biaya operasional berkelanjutan, bukan lagi anggaran eksperimen. Tagihan token yang tinggi bisa mencerminkan pekerjaan nyata, tetapi juga bisa berarti pemborosan karena prompt yang buruk, konteks yang tidak relevan, atau pemilihan model yang berlebihan. Utilitas token marjinal—nilai bisnis yang diciptakan per dolar tambahan biaya inferensi—menjadi angka kunci namun sulit dilihat. Penyebabnya antara lain ekor panjang percobaan ulang (retry), inflasi konteks yang meningkatkan biaya secara kuadratik, dan perutean yang tidak efisien ke model termahal. AI mengubah logika SaaS. Penggunaan SaaS mengindikasikan adopsi perangkat lunak, sementara penggunaan AI hanya menunjukkan "meteran berjalan", tanpa jaminan nilai. Perusahaan membutuhkan lapisan atribusi yang menghubungkan biaya token dengan hasil bisnis, seperti biaya per tiket layanan yang diselesaikan atau per klaim yang diproses. Mereka yang menguasai atribusi dari token ke hasil akan mengendalikan alokasi anggaran AI: alur kerja mana yang pantas mendapat daya komputasi lebih, mana yang harus dialihkan ke model lebih murah, atau mana yang tetap ditangani manusia. Ini adalah inti dari perang anggaran token dan masa depan AI perusahaan yang matang.

marsbit57m yang lalu

Perang Anggaran Token: AI Perusahaan Masuk ke 'Era Perhitungan'

marsbit57m yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

**Ringkasan: Utang AS Melewati Ambang Batas Berbahaya – Apa Artinya bagi Investor** Pada Maret 2026, utang publik yang dipegang oleh pihak eksternal AS melampaui total PDB negara itu untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, mencapai rasio 100.2%. Total utang nasional kini melebihi $39 triliun dan terus bertambah sekitar $5-8 miliar per hari. Defisit tahunan sekitar $2 triliun, dan pembayaran bunga utang diperkirakan mencapai $1.039 triliun pada tahun fiskal 2026—menjadikannya pengeluaran federal terbesar ketiga. Masalah utang ini bersifat struktural, didorong oleh kombinasi pemotongan pajak, peningkatan belanja (terutama untuk Jaminan Sosial, Medicare, dan bunga utang), dan warisan defisit pandemi. Undang-undang baru seperti *One Big Beautiful Bill* (OBBB) diperkirakan akan menambah defisit sebesar $2.8 triliun dalam dekade mendatang. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperingatkan bahwa jalur fiskal saat ini "tidak berkelanjutan" dan memproyeksikan utang bisa mencapai 175% dari PDB pada 2056. Meskipun AS secara teknis tidak dapat bangkrut karena mencetak mata uangnya sendiri, konsekuensi dari jalur ini serius. Risiko utama adalah inflasi yang lebih tinggi, suku bunga yang terus meningkat, dan potensi krisis kepercayaan di pasar obligasi yang dapat mendorong yield melonjak tajam, meningkatkan biaya pinjaman untuk semua pihak. Agen pemeringkat seperti Moody's telah menurunkan peringkat kredit AS. **Implikasi bagi Investor:** * **Saham:** Lingkungan suku bunga tinggi yang berkelanjutan akan menekan saham pertumbuhan bernilai tinggi dan lebih menguntungkan sektor keuangan serta perusahaan dengan laba saat ini yang kuat. * **Obligasi:** Pasokan obligasi pemerintah yang besar akan terus memberi tekanan pada harga obligasi jangka panjang, menjaga yield tetap tinggi. Obligasi korporasi berkualitas tinggi dan obligasi pemerintah jangka menengah mungkin menawarkan keseimbangan risiko-imbalan yang lebih baik. * **Aset Riil & Emas:** Aset seperti emas, properti, dan komoditas dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan daya beli mata uang. * **Investor Asia/Singapura:** Kenaikan suku bunga AS dapat menarik modal keluar dari pasar emerging, memberi tekanan pada mata uang dan pasar saham Asia. Gejolak di AS akan berdampak signifikan pada pusat keuangan seperti Singapura. Para ahli menggambarkan tiga skenario ke depan: reformasi fiskal yang stabil (tidak mungkin), "slow burn" dengan pertumbuhan tertekan dan suku bunga tinggi (skenario paling mungkin), atau keruntuhan kepercayaan yang tiba-tiba di pasar obligasi (risiko rendah tetapi meningkat). Kesimpulan bagi investor adalah era suku bunga sangat rendah telah berakhir. Portofolio perlu diatur ulang dengan mempertimbangkan durasi tetap yang lebih pendek, diversifikasi geografis, dan alokasi ke aset riil untuk melindungi dari risiko inflasi dan ketidakpastian fiskal yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

Utang AS Melebihi $39 Triliun Pertama Kali Melebihi PDB: 'Gajah Abu-Abu' yang Harus Dihadapi Setiap Investor pada 2026

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片